
Kepanikan terjadi disepanjang jalan, saat Ling Zhen bergegas menuju kediaman Paviliun Bulan Biru. Namun sesampainya didepan gedung, dia menemukan ratusan prajurit militer keluarga Wang dan pendekar Benteng Serakah terkapar bahkan beberapa dari mereka sudah mati.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya melihat Yue Rou membantu Bibi Qian dan Paviliun Bulan Biru.
“Sampah, apa ada yang ingin kau katakan? Aku akan memotong kepalamu tanpa rasa sakit!” Saat Yue Rou sedang mengancam Wang Huang, segera Ling Zhen mendarat disamping Yue Rou dan memegang pergelangan tangannya.
“Kupuji keberanianmu, karena berani menyentuh tanganku!” Yue Rou menghempas tangannya, Ling Zhen segera melepaskannya.
“Senior Yue, kita sudah pernah tidur seranjang. Jadi kau tidak usah menjaga jarak dariku.” Ling Zhen tersenyum tipis dan maju selangkah mendekati Wang Huang.
Wajah Yue Rou memerah sesaat, “Beraninya kau berkata seperti itu padaku!”
Ling Zhen mengabaikan Yue Rou dan menatap dingin Wang Huang yang mematung, “Katakan padaku, apa kau yang membunuh keluarga Walikota? Tergantung jawabanmu, aku akan memutuskan untuk membunuhmu atau tidak...”
Wang Huang mundur kebelakang hingga tersandung, “Kau! Beraninya kau mengancamku! Apa kau tidak-”
Ling Zhen menjambak rambut Wang Huang sekaligus mencekik lehernya, “Diam dan jawab pertanyaanku! Ini perintah!”
Menyadari banyak penduduk kota yang berkumpul disekitar bangunan Paviliun Bulan Biru, Ling Zhen terbang membawa Wang Huang menuju luar kota.
Lokasi yang dituju Ling Zhen adalah hutan. Setelah sampai dihutan, Ling Zhen menjatuhkan tubuh Wang Huang dan menendangnya.
__ADS_1
“Mungkin karena masa laluku, setiap aku mencium aroma ini...” Ling Zhen menatap dingin Wang Huang dan menendang wajahnya tanpa tenaga dalam, “Sangat membuatku muak!”
Wang Huang tersungkur ketanah dan meringis kesakitan. Tidak pernah dia sangka ada seorang pendekar yang sama sekali tidak takut dengan dirinya maupun orang-orang yang ada dibelakangnya.
Ling Zhen kembali melepaskan satu tendangan diperut Wang Huang sebelum mencekik leher pemuda itu dan memukul wajahnya berulang kali.
“Dengar, aku akan membunuh siapapun yang terlibat dengan pembantaian keluarga Ling! Kau cukup jawab pertanyaanku, jika tidak, maka aku akan membunuhmu dengan kejam!” Ling Zhen melepaskan cekikan dileher Wang Huang setelah berkata demikian.
Wang Huang meringis kesakitan dan meringkuk ditanah. Tidak ada pilihan lain baginya selain menceritakan kebenarannya.
Pada dasarnya Wang Huang memiliki jiwa seorang pecundang, sehingga setelah merasakan siksaan pertama dalam hidupnya dia menceritakan semuanya dan membeberkan tepat dihadapan Ling Zhen.
Wang Huang menjelaskan pada Ling Zhen jika dua belas tahun yang lalu, keluarga Wang dan keluarga Hei bersekutu untuk memusnahkan keluarga Ling setelah mendapatkan bantuan dari Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan.
Rencana besar Sekte Pemuja Iblis adalah menjadikan Benua Lima Warna menjadi sebuah benua yang dipenuhi pengikutnya. Dan, Sekte Pemuja Iblis menjanjikan keluarga Wang menjadi keluarga Kekaisaran Qing yang baru, sementara keluarga Hei dijanjikan menjadi keluarga Kekaisaran Chu yang baru.
Yang lebih mengejutkan Ling Zhen adalah pembantaian yang membuat keluarga Ji diambang kehancuran, namun keluarga Ji dapat bertahan berhak dua pendekar perempuan misterius yang berhasil membuat Sekte Pemuja Iblis mundur.
Setelah melakukan pergerakan besar-besaran dengan menyandera penduduk biasa, akhirnya Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan berhasil menghancurkan dan membantai pendekar sekte aliran putih dan netral.
Ling Zhen masih bersikap tenang namun saat Wang Huang menceritakan Sekte Pemuja Iblis yang mengincar Pusaka Dewa serta kakak kandungnya yang berniat menjadikan Nona Ji sebagai istrinya, seketika raut wajah Ling Zhen berubah.
__ADS_1
Wang Huang menceritakan jika kakaknya gemar mempermainkan perempuan, terlebih kakak kandungnya itu akan menjual Nona Ji pada pendekar Lentera Kerakusan sebagai tanda kerjasama mereka.
Mendengar itu, Ling Zhen melepaskan aura pembunuh yang pekat dan membuat Wang Huang berkeringat dingin.
“Lalu siapa yang membunuh keluarga Walikota? Dan apa tujuan kalian menundukkan Kota Wuzhen?” Ling Zhen mengabaikan Wang Huang yang bercerita dan kembali bertanya.
Wang Huang dengan hati-hati menceritakan jika Kota Wuzhen memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah, tentunya keluarga Wang berminat untuk melakukan segala upaya demi menguasai Kota Wuzhen. Salah satunya dengan membunuh seluruh keluarga Walikota dan menuduhnya.
Wang Huang tanpa sengaja menceritakan jika dirinya juga menodai istri dan anak perempuan Walikota sebelum membunuhnya.
“Setelah berhasil menundukkan Kota Wuzhen, apa tujuan kalian selanjutnya?” Ling Zhen kembali bertanya, dan Wang Huang menelan ludah sebelum menjawabnya.
Tujuan akhir Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan bersama keluarga Wang akan menguasai Paviliun Bulan Biru dan bergabung bersama Sekte Pemuja Iblis serta keluarga Hei yang akan melakukan kudeta terhadap keluarga Qing secara besar-besaran dalam waktu dekat ini.
Ling Zhen mengeluarkan Pedang Sembilan Naga dan menatap Wang Huang yang mematung dihadapannya.
“Apa ada kata terakhir yang ingin kau ucapkan setelah mati?” Seketika Wang Huang terperanjat kaget mendengar perkataan Ling Zhen.
“Eh?” Tepat setelah dirinya terkejut, Ling Zhen memotong tubuh Wang Huang menjadi potongan kecil. Setelah itu dia membakar tubuh Wang Huang menggunakan api Phoenix.
Saat Ling Zhen menaruh Pedang Sembilan Naga kedalam Ruang Dewa, Rubah Putih datang menghampirinya.
__ADS_1
‘Sudah kuduga kau akan membunuhnya. Apa yang kau rasakan sekarang?’ Rubah Putih tidak membaca suasana dan melompat ke kepala Ling Zhen.
“Aku tidak menyesal karena telah membunuh bedebah sialan ini! Berkat kematiannya, banyak orang yang terselamatkan!” Ling Zhen menarik napas panjang dan menenangkan dirinya, lalu kembali ke kediaman Paviliun Bulan Biru untuk menemui Yue Rou sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Kota Jihao.