Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 64 - Kota Wangdian


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu semenjak Ling Zhen membentuk Pedang Raja, sekarang dia telah sampai di Kota Wangdian bersama Hei Long dan Hayabusa.


Mereka bertiga terbang dan beristirahat sambil mencari tahu cara memasuki Kota Wangdian.


Hayabusa dengan segala rencana yang dia pikirkan memutuskan Ling Zhen dan Hei Long betugas menjadi pengawalnya.


Hayabusa yang masih diketahui sebagai anggota Sekte Pemuja Iblis tentu membuat Hayabusa menjadi kartu andalan Ling Zhen untuk menghancurkan sekte itu.


Hayabusa memberikan dua topeng pada Ling Zhen dan Hei Long untuk penyamaran. Walau ditempat keramaian sekalipun, Rubah Putih tertidur pulas tanpa merasa terganggu diatas kepala Ling Zhen.


“Aku akan berpura-pura menjadi Iblis Rakus. Saat mereka lengah, kita akan melakukan penyerangan.” Hayabusa menjelaskan sebelum masuk kedalam Kota Wangdian yang dijaga ketat penjaga.


Ling Zhen diam disepanjang jalan sambil memperhatikan sekeliling Kota Wangdian, sedangkan Hei Long bersikap tenang dan memejamkan matanya menikmati suasana kota.


“Kurang lebih suasana disini sama dengan Heidong. Suasana yang membosankan.” Hei Long mengeluh kesal dan berulang kali mendecakkan lidahnya.


“Melemahnya kekuasaan Kaisar Qing membuat negerinya menjadi seperti ini...” Hayabusa bercerita jika seorang penguasa tidak memiliki pengaruh kuat dalam militer atau bukan orang kuat yang disegani, maka kondisi seperti Kota Heidong akan lebih banyak terlihat di Kekaisaran Qing.


Terlebih sekte aliran putih dan netral telah dihancurkan satu demi satu di Kekaisaran Qing membuat kekaisaran ini melemah sepenuhnya. Beruntung perjanjian damai lima negeri di Benua Lima Warna membuat Kekaisaran Qing aman tanpa perlu khawatir serangan dari negeri yang lain.


Tetapi Hayabusa merasa cepat atau lambat seluruh negeri di Benua Lima Warna akan mendapatkan ancaman akan bangsa luar dari benua ini.


Melihat ekspresi Hayabusa membuat Ling Zhen mengangkat alisnya. Dia mengetahui Hayabusa memiliki masa sendiri di Negeri Ezzo. Sebagai teman dan orang yang mengajaknya bergabung ke Pedang Raja, Ling Zhen sebisa mungkin ingin membantunya.


Ling Zhen menunggu Hayabusa sendiri yang bercerita padanya, walau itu entah kapan. Tetapi dia ingin memberi waktu bagi Hayabusa untuk mempercayai dirinya.


Saat Ling Zhen, Hayabusa dan Hei Long sampai didepan kediaman keluarga Wang, mereka bertiga disambut ratusan anggota Lentera Kerakusan yang membungkukkan badannya.


“Selamat datang, Tuan Kerakusan!” Mendengar sambutan yang diucapkan pendekar Lentera Kerakusan, Ling Zhen dan Hei Long menggelengkan kepalanya.


“Hayabusa, dimana para pemimpin-”

__ADS_1


“Selamat datang, Tuan Kerakusan. Perkenankan kami berdua untuk memperkenalkan diri...” Dua pria yang berpenampilan rapi dengan pedang yang tersarung rapi dipinggang mereka menyambut hangat Hayabusa.


Pria yang memiliki luka dimata kanannya memperkenalkan diri sebagai Luo Kang, sementara pria berambut merah memperkenalkan dirinya sebagai Fu Meng.


Keduanya bertanya tentang identitas Ling Zhen dan Hei Long, segera Hayabusa menjelaskan kepada semua anggota Lentera Kerakusan jika Ling Zhen dan Hei Long merupakan anak buahnya yang bekerja menjadi pengawalnya.


‘Pengawal? Sepertinya seorang perwakilan tidak memerlukan itu.’ Fu Meng mengangkat alisnya mendengar penjelasan Hayabusa.


“Walau mereka berdua menjadi pengawalku, sebenarnya aku ingin mereka berdua bertugas membawa barangku.” Ucap Hayabusa beralasan dan diterima Fu Meng serta Luo Kang.


“Mari masuk Tuan Kerakusan.” Luo Kang menuntun Hayabusa, Ling Zhen dan Hei Long menuju ruang jamuan utama.


Dimana disana terlihat banyak anggota keluarga Wang yang berkumpul disatu tempat, namun ada pemandangan yang membuat Hei Long seketika melepaskan aura pembunuh saat melihat para gadis dan perempuan disuruh menari tanpa sehelai pakaian.


“Ah, maaf. Sebenarnya dia sangat sensitif jika melihat perempuan seperti itu. Bisakah kalian hentikan acara itu, selera makanku hilang?!” Hayabusa menajam matanya dan melepaskan aura pembunuh membuat Luo Kang dan Fu Meng berkeringat dingin.


“Baik, Tuan Kerakusan!” Segera Luo Kang dan Fu Meng berteriak kepada kepala keluarga Wang yang bernama Wang Song agar bersikap sopan saat ada perwakilan Sekte Pemuja Iblis datang ke kediamannya.


Melihat paras Hayabusa yang tidak terlihat seperti orang dari Kekaisaran Qing, tentu membuat Wang Song mengira Hayabusa adalah budak yang dibeli Luo Kang dan Fu Meng dari Negeri Ezzo.


“Kalian semua masih belum mengenal diriku. Aku adalah Hayabusa, Iblis Rakus yang dipilih langsung Iblis Raja, Tang Mu, menggantikan orang sebelumnya yang dikabarkan telah mati.” Mendengar ucapan Hayabusa seketika ruang jamuan dipenuhi orang-orang yang menundukkan kepalanya pada dirinya.


‘Reaksi mereka cukup mengejutkan.” Hayabusa membatin dan melirik Ling Zhen yang memejamkan matanya seolah tidak peduli dengan keadaan sekitar.


“Kedatanganku kemari untuk membahas rencana Sekte Pemuja Iblis yang gagal mengkudeta Ibukota Qinghong. Selain gagal mengambil posisi kursi tahta Kaisar Qing, keluarga Wang juga telah bertindak seenaknya yang berniat menjadikan Paviliun Bulan Biru sebagai sasaran kalian.” Hayabusa duduk dikursi dan menatap wajah Wang Song yang berkeringat dingin.


“Keluarga Hei telah dibantai. Kemungkinan pemuda bermarga Ling akan segera melakukan hal yang sama pada kalian. Apa yang akan kalian lakukan sekarang? Bergantung pada Lentera Kerakusan atau melawan dengan kekuatan kalian sendiri?” Hayabusa bertanya pada Wang Song selaku kepala keluarga utama.


Wang Song menelan ludah karena bagaimanapun saat dirinya mendengar pemuda bermarga Ling membantai keluarga Hei, semenjak itu dirinya tidak bisa tidur dengan tenang.


“Tuan, anda tahu bukan? Beberapa tahun yang lalu, keluarga Hei dan keluarga Wang memiliki banyak anggota laki-laki, sementara kami menjadikan perempuan hanya sebagai sarana menambah jumlah anggota keluarga. Ide ini datang dari Tuan Kerakusan sebelumnya. Kenapa beliau bisa mati?” Wang Song justru kembali bertanya.

__ADS_1


“Bagaimana dia mati, hanya Tang Mu yang mengetahuinya. Bahkan aku tidak tahu.” Hayabusa menatap Wang Song yang mengelap wajahnya dengan kain.


“Tuan, kami akan melawan pemuda bermarga Ling dengan bantuan Lentera Kerakusan. Kami berjanji akan membunuh pemuda itu dan membawa kemenangan bagi Sekte Pemuja Iblis ditanah ini!” Wang Song berkata penuh percaya diri membuat Hayabusa tersenyum.


“Aku senang mendengar jawabanmu, jadi keluarkan sake terbaik kalian!” Hayabusa memberi tanda pada Ling Zhen untuk duduk setelah berkata demikian.


“Sake? Oh, arak.” Wang Song segera menatap para anggota keluarga Wang yang berdiri dibelakangnya, “Cepat bawakan arak terbaik keluarga Wang! Kita mulai perjamuannya!”


“Tuan, apakah anda tidak butuh wanita? Saat seperti ini sangat bagus dikelilingi wanita yang menari tanpa busana.” Wang Song tersenyum seolah-olah Hayabusa memiliki selera yang sama dengannya.


“Aku tidak suka hal semacam itu. Cukup sake dan makanan lezat yang menemani malamku, itu sudah cukup.” Mendengar jawaban Hayabusa, Wang Song memilih diam dan tidak bertanya lebih jauh.


Tak berapa lama anggota keluarga Wang datang membawakan puluhan guci arak. Kemudian Hayabusa mulai meneguk satu guci arak bersama dengan Luo Kang dan Fu Meng.


Sementara Ling Zhen hanya diam dan memejamkan matanya, Wang Song mulai bercerita jika dirinya dahulu sangat menyukai saat-saat dimana melakukan perbuatan bejat pada anggota keluarga Ling.


Beberapa jam kemudian, para pendekar dari Lentera Kerakusan dan anggota keluarga Wang telah mabuk. Hayabusa tersenyum mendengarkan mulut Wang Song yang terus mengoceh.


“Aku dengar pemuda bermarga Ling sialan itu menikahi calon istri anakku! Aku akan mempecundangi istrinya dihadapannya! Perempuan dari keluarga Ji juga tidak buruk, aku tidak bisa menahan hasrat saat mengingat teriakan mereka!” Wang Song tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Tak lama Ling Zhen berdiri dan melepas topengnya, “Aku juga tidak bisa menahan hasrat saat ini. Hasrat untuk membunuh orang sepertimu tentunya.”


Hayabusa sudah melakukan penyerangan dengan memenggal beberapa anggota keluarga Wang dan pendekar Lentera Kerakusan.


“Ling Zhen, biar aku yang melawan Luo Kang dan Fu Meng. Kau cukup membantai mereka yang tersisa.” Hayabusa menyeringai tajam saat melihat para pendekar Lentera Kerakusan panik.


Ling Zhen menatap Hayabusa tajam, “Hayabusa, kau cukup melawan anggotanya. Aku ingin melihat kemampuan dua pemimpin Lentera Kerakusan yang tersisa.”


Hayabusa berdecak kesal, “Ling Zhen, kau hanya ingin melawan mereka saja bukan?”


Sebelum Ling Zhen menjawab, dia sudah melepaskan tendangan pada Fu Meng yang sedang menarik pedangnya secara perlahan.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa perwakilan Kerakusan bekerjasama dengan pemuda bermarga Ling?” Fu Meng menahan tendangan Ling Zhen yang mengeluarkan api dari pisau kakinya.


“Maaf, dia bukan lagi Iblis Rakus, melainkan Hayabusa, Ketua Divisi Kedua Pedang Raja!” Ling Zhen tersenyum menyeringai menikmati pertarungan saat Fu Meng mampu menahan tendangannya.


__ADS_2