Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 125 - Pengobatan Khusus


__ADS_3

Beberapa hari setelah kelahiran Ling Nue dan Ling Qiuyu, akhirnya Ling Zhen bisa melihat seluruh istrinya nampak bahagia dalam satu ruangan.


Melihat Xue Lianhua dan Qian Yu sedang mengandung anaknya tentu membuat Ling Zhen menjadi penasaran dengan beberapa bulan kedepan dimana kedua istrinya akan melakukan proses persalinan.


“Zhen‘gege, tadi malam aku ingin berbicara dengan Bibu Qian tetapi...” Ji Yanran yang sedang menggendong Ling Feng berbisik menggoda ditelinga Ling Zhen.


Ling Zhen menelan ludah, seketika wajahnya sedikit pucat mengingat semalam dirinya meminta jatah pada Qian Yu. Walaupun bermain singkat, tetapi Ling Zhen sempat merasakan sebuah aura dari Ji Yanran dan dia memang sengaja pura-pura tidak mengetahuinya.


“Aku penasaran, nanti aku tunggu dikamar. Kau membuat Bibi Qian menjerit semalam, aku ingin kau bersikap adik, Adik Zhen...” Ji Yanran tersenyum manis membuat Ling Zhen salah tingkah. Memang setelah memiliki tujuh istri, Ling Zhen melihat Ji Yanran semakin agresif seolah-olah wanita itu takut jika dirinya bosan dengannya.


Saat semua orang sedang mengobrol di taman, Ling Zhen mendatangi Ji Yanran yang menunggunya dikamar. Terlihat istri pertamanya itu sedang menidurkan Ling Feng dan sudah memakai pakaian tipis yang menggoda.


Ling Zhen menelan ludah, sungguh keindahan tubuh Ji Yanran tidak akan membuatnya bosan. Bukan hanya Ji Yanran, tetapi semua istrinya memilki kelebihan dan keahlian dibidang masing-masing.


Mendekat Ling Zhen kearah Ji Yanran, dimana telapak tangannya mulai melingkar diperut dan mengelus pinggul serta kedua dada yang masih membusung indah.


“Kakak Ji, aku tidak akan pernah membeda-bedakan kalian dan aku tidak akan pernah bosan denganmu. Kau yang pertama untukku, kau yang membuatku menikmati setiap kegiatan ini. Jadi jangan berprasangka buruk padaku, kalian semua memiliki kelebihan masing-masing, aku tidak memungkirinya.” Ling Zhen menggigit telinga Ji Yanran dan mulai meremas, menggerayangi lekuk tubuh Ji Yanran yang semakin menggoda.


Kain tipis yang menutupi tubuh Ji Yanran terlepas, kedua daging yang bergoyang dihadapannya itu terlihat indah dan masih padat. Ling Zhen meremasnya dari segala arah dan tak lupa dia menikmati setiap sensasi ranum dan kekenyalan itu dengan mulutnya.


“Eeemmmmssshhh...” Ji Yanran merindukan sentuhan ini. Ling Zhen benar-benar membuatnya melayang. Sekujur tubuhnya lemah saat tubuhnya terbaring dilantai dengan kedua kaki yang terbuka lebar, sementara dibawah sana terlihat kepala Ling Zhen sibuk memberikan kenikmatan pada bagian pribadinya.


Ling Zhen mengakhiri kegiatannya dan berdiri menatap tubuh Ji Yanran yang tergolek lemah. Terlihat Ji Yanran jongkok dihadapannya. Ling Zhen tersenyum melihat istri pertamanya itu membantunya melepaskan pakaiannya.


Mata Ji Yanran terbelalak lebar tidak percaya, milik Ling Zhen menampar pipinya dan terlihat lebih perkasa dari terakhir mereka melakukannya. Akhirnya Ji Yanran mengerti mengapa semalam dia mendengar Qian Yu menjerit dan berulang kali berteriak kesakitan.


“Kakak Ji, apa kau tidak ingin menyapanya?” Ling Zhen tersenyum melihat ekspresi istri pertamanya yang menatap kagum bagian pribadinya.


Telapak tangan Ji Yanran menggenggamnya dan melirik kearah Ling Zhen yang tersenyum, “Apa saja yang telah kau lakukan dengan Bibi Qian?”


Ling Zhen jongkok dan berbisik ditelinga Ji Yanran membuat pipi wanita itu memerah. Ji Yanran tidak percaya tetapi dia tidak ingin kalah memberikan pelayanan kepada Ling Zhen.


“Tidak, Adik Zhen. Ini keterlaluan, tidak mungkin Bibi Qian melakukannya.” Ji Yanran menelan ludah. Sementara Ling Zhen mengelus kepalanya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


“Kakak Ji, aku tidak memaksanya. Jadi apa kita bisa memulainya?” Mendengar itu, Ji Yanran menjadi ragu dan penasaran. Ini bukan yang pertama kali tetapi ukuran milik Ling Zhen membuatnya merasa seperti baru pertama kali melakukannya.


‘Sebaiknya aku mencobanya...’ Ji Yanran tidak berdiri justru masih berjongkok dan menatap lekat sesuatu yang perkasa itu.


Wajah Ji Yanran mendekat saat telapak tangan Ling Zhen mengelus kepalanya. Sensasi yang pertama dirasakan Ji Yanran adalah mual dan membuat tenggorokannya tersedak.


Ling Zhen mendesis menyadari Ji Yanran baru pertama kali melakukannya. Beberapa menit kemudian, Ling Zhen mengerang sementara Ji Yanran terbatuk-batuk dan berlari kearah kamar mandi memuntahkan cairan suaminya.


Ling Zhen mengejarnya dan ingin melepaskan hasratnya didalam kamar mandi bersama Ji Yanran.


Tanpa perlawanan yang berarti, dari belakang tubuh Ji Yanran terlihat Ling Zhen memegang pinggulnya. Jantung Ji Yanran berdegup kencang melihat milik Ling Zhen bersentuhan dengan miliknya.


Ling Zhen mengecup punggung Ji Yanran dengan kedua telapak tangan yang tidak berhenti meremas dan membelai kedua daging kenyal yang ranum dan indah dari segala arah.


“Kakak Ji, jangan tegang. Ini bukan pertama kalinya untukmu, bukan?” Ling Zhen sangat menyukai ekspresi tegang Ji Yanran.


“Tetapi, Adik Zhen... Punyamu terlalu besar...” Ji Yanran memejamkan matanya saat Ling Zhen menghujamkan tubuhnya dengan pelan.


“Akh! Pelan! Sakit!” Sontak Ji Yanran melengking saat tubuhnya terasa penuh milik Ling Zhen. Ji Yanran tidak percaya saat menoleh kebelakang karena milik Ling Zhen hanya masuk setengahnya namun sudah memenuhi tubuhnya.


“Kakak Ji, milikmu masih sempit. Kau sangat menggoda, sayang.” Ling Zhen menggoda Ji Yanran dan mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan.


“Eeemmmssshhh... Aaahhh! Adik Zhen!”


Ji Yanran hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya. Mulutnya hanya merintih dan mendesah menyebut nama Ling Zhen, pemuda itu terus memberikan kenikmatan pada sekujur tubuhnya hingga kini dirinya terkulai lemas diatas tubuh pemuda itu.


Ling Zhen mengakhiri kegiatannya dan membiarkan Ji Yanran tidur disamping Ling Feng. Dengan keadaan dirinya yang masih memendam hasrat, Ling Zhen ingin menuntaskannya pada Yue Rou dan Chu Xiulan.


Sama halnya dengan Ji Yanran, ekspresi kedua istrinya itu terkejut saat Ling Zhen melakukan penyatuan. Ling Zhen benar-benar menikmati kegiatannya dengan ketiga istrinya itu, hingga akhirnya keduanya terkulai lemas tak bertenaga karena melayani Ling Zhen.


____


Tak terasa satu bulan telah berlalu, Ling Zhen rutin memberikan pengobatan pada Ling Nue dan rutin melakukan pengobatan khusus pada istrinya kecuali Que Mi dan Mizuhara.

__ADS_1


Akhirnya setelah melihat ketiga anaknya dalam keadaan sehat beserta ibu dari anaknya, Ling Zhen memutuskan kembali ke Lembah Dewa.


“Ibu, aku pamit.” Ling Zhen berpamitan dengan Ibunya.


“Zhen‘er, jaga Mi‘er dan Mizuhara baik-baik. Dan ingat, jangan membuat Ibumu ini terkejut karena kau kembali membawa seorang istri baru yang sedang hamil.” Ibu Ling Zhen menghela nafas karena Ling Zhen benar-benar telah tumbuh menjadi pria yang dipenuhi wanita.


Ling Zhen sendiri hanya tersenyum. Kemudian dia memberikan kecupan hangat pada kening kelima istrinya sebelum berpamitan meninggalkan Ibukota Chudong.


Saat Ling Zhen, Que Mi dan Mizuhara naik ke atas punggung Elang Halilintar. Terlihat Ji Yanran dan Qian Yu mengobrol.


“Bibi Qian, aku tidak menyangka kita akan melakukannya bertiga...” Ji Yanran mengingat kembali beberapa hari kebelakang dimana dirinya memergoki Ling Zhen dan Qian Yu, hingga akhirnya dirinya ikut dalam kegiatan itu.


Waja Qian Yu bersemu merah, “Nona-”


“Bibi Qian, panggil aku Ran‘er, kita tidak lagi menjadi seorang atasan dan bawahan. Sekarang kita posisi kita sama, istri dari Zhen‘gege.” Ji Yanran menyela ucapan Qian Yu dan berbicara panjang lebar.


“Ran‘er, jangan membahas kejadian itu. Aku malu jika mengingatnya kembali.” Melihat ekspresi malu Qian Yu membuat Ji Yanran terkekeh geli.


“Bibi Qian, kau seperti seorang gadis sekarang. Sepertinya kau benar-benar sangat mencintai Zhen‘gege.” Tidak pernah Ji Yanran sangka harus berbagi suami dengan pengasuhnya. Tetapi dia tidak keberatan karena Ling Zhen berbuat adil kepada semuanya.


Sama halnya dengan Ji Yanran dan Qian Yu, terlihat Chu Xiulan dan Yue Rou yang saling mengobrol satu sama lain.


Yue Rou sendiri masih tidak menyangka Chu Xiulan akan memberikan pelayanan yang tidak bisa dia berikan kepada Ling Zhen. Bahkan Chu Xiulan terlihat menikmati saat Ling Zhen menyuruhnya untuk memanjakan bagian pribadinya.


“Apa kau tidak ingin mencobanya Yue Rou?” Chu Xiulan tersenyum menggoda Yue Rou.


“Tidak, itu menjijikkan." Yue Rou menggelengkan kepalanya.


“Bukankah Zhen‘gege melakukannya padamu, setidaknya kamu harus memberikan pelayanan yang sama padanya. Jangan egois.” Kata-kata Chu Xiulan membuat Yue Rou merasa bersalah. Dia menatap punggung Ling Zhen yang kian menjauh.


“Lain kali aku akan melakukannya...” Jawab Yue Rou sambil menggendong Ling Nue ditangannya.


Chu Xiulan tersenyum, “Kau terlalu serius, Yue Rou.” Wanita ini memperhatikan Ling Qiuyu yang tertidur tenang dalam gendongannya.

__ADS_1


“Apa yang kalian berdua bicarakan, Kakak Xiuxiu, Kakak Rourou?” Xue Lianhua berrtanya karena mendengar ucapan vulgar dari Yue Rou dan Chu Xiulan.


“Sebaiknya kita mengobrol didalam.” Chu Xiulan tersenyum sambil berjalan memasuki Istana Chu disusul Yue Rou dan Xue Lianhua dari belakang.


__ADS_2