
IW 149 - Sekali Dayung, Dua Putri Duyung.
“Katakan padaku mengapa kau menyembunyikan pengasuh Jia Ruan? “ Pertanyaan Jia Lun membuat Ling Zhen mengerutkan keningnya.
“Nyonya Jia, apa maksudmu? ” Ling Zhen balik bertanya dan membuat Jia Lun tertawa renyah.
“Apa maksudku? Aku mendengar kau dan Nyonya Zhang berbincang. Aku mengetahui keberadaan Jia Ruan. Kau tidak melihatnya di pelelangan bukan?” Ekspresi Jia Lun penuh kemenangan saat melihat kedua mata Ling Zhen melebar.
Jia Lun berjalan mendekati Ling Zhen dan memegang pusaka yang masih tegak berdiri, “Tidur denganku, maka aku akan memberitahumu lokasi keberadaan Jia Ruan. ”
Ling Zhen menelan ludah saat telapak tangan Jia Lun membelai pusaka perkasa dari segala arah. Mulut Ling Zhen mendesis saat bibir Jia Lun memberikan gigitan kecil pada dadanya.
“Anak muda, tolong selamatkan aku...” Jia Lun memegang wajah Ling Zhen dan mencium bibirnya penuh kerakusan. Ling Zhen terkejut namun beberapa detik kemudian dia membalasnya.
Ling Zhen bisa merasakan Jia Lun tersiksa. Wanita ini terlihat seperti burung yang dikurung didalam sangkar. Ling Zhen meraba tubuh Jia Lun saat keduanya mulai hanyut dan melupakan sekitarnya bahwa ada Zhang Xue yang tengah pingsan akibat pergumulan hebat yang dilakukan Ling Zhen.
Jia Lun melepaskan ciumannya, “Kau menginginkanku bukan? Jika iya, bunuh Jia Bao dan semua petinggi Aliansi Bulan Darah. Aku tidak tahan.”
Ling Zhen menelan ludah melihat mata satu Jia Lun dan bibir indah yang merekah, “Nyonya Jia, kita berdua belum mengenal terlalu jauh.”
“Kau telah membunuh Gong Wang dan suami Nyonya Zhang. Aku ingin kau melakukan itu juga pada suamiku. Aku akan memberikan cinta dan tubuhku padamu sama seperti yang dilakukan Nyonya Zhang. ” Jia Lun memegang telapak tangan Ling Zhen dan menuntunnya untuk memegang dua aset paling berharga dan langka.
“Nyonya Jia, aku mengerti perasaanmu. Untuk saat ini, lupakan siapa kita berdua. Aku akan memikirkannya. ” Ling Zhen menatap mata Jia Lun penuh makna, begitu sebaliknya.
Keduanya saling memeluk dan meraba tubuh satu sama lain sebelum mengecup penuh kerakusan bibir masing-masing. Gaun permaisuri Kekaisaran Jia ini dilucuti Ling Zhen dengan penuh gairah. Telapak tangan Ling Zhen menjelajahi tubuh Jia Lun penuh gairah.
Jia Lun terkejut saat pakaian atasnya sudah diturunkan kebawah dan Ling Zhen sudah mencium kedua aset indahnya penuh kerakusan. Membelai, meremas dan menggigit dari segala arah membuat sesuatu disana semakin basah.
__ADS_1
“Anak muda, kau sangat mahir. Aku belum pernah merasa seperti ini ooooh! Sssshh! ” Jia Lun tersenyum menatap Ling Zhen dan membenamkan wajah pemuda itu pada dadanya.
Kini tubuh Jia Lun berbaring dibawah dengan Ling Zhen yang berdiri diatasnya. Jia Lun tidak tinggal diam dan meremas sesuatu yang sudah membesar sebelumnya. Gesekan yang menimbulkan suara menggairahkan membuat Ling Zhen menaik tubuhnya dan menurunkannya.
“Ahhh! Anak muda, ini nikmat! ” Jia Lun tidak percaya akan mendesahh hebat melakukan ini. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Hanya menggesekkan saja Jia Lun sudah sebasah ini.
Ling Zhen berhenti dan mencium perut Jia Lun kebawah dan mengecup kedua paha mulusnya secara bergantian sebelum berhenti menatap mahkota Jia Lun yang langka.
“Emmmsss... Aaaahhh!” Jia Lun menggelinjang hebat dengan pelayanan Ling Zhen sebelum akhirnya tubuhnya bergetar hebat dan merasakan kenikmatan.
Ling Zhen tersenyum, “Maaf Nyonya Jia. Aku tidak bisa melakukan itu. ” Ling Zhen menatap tubuh Jia Lun yang bergetar hebat dibawah.
Jia Lun membuka kedua pahanya lebar, “Anak muda, aku ingin kau melakukannya sekarang? ” Suara Jia Lun terengah-engah dan berharap bisa merasakan kenikmatan yang dirasakan Zhang Xue bersama Ling Zhen.
“Aku akan melakukan itu denganmu, setelah aku membunuh suamimu. Sekarang kau adalah istri orang, Nyonya Jia.” Ling Zhen tersenyum melihat Jia Lun tidak dapat menahan gairahnya. Benar saja Jia Lun dengah cepat memeluk tubuh Ling Zhen dan hendak menindihnya namun Ling Zhen menahannya.
“Aaaahhhh! ” Jia Lun menunggu Ling Zhen menghentakkan tubuhnya memasuki tubuhnya. Namun berapa menit terlewati Ling Zhen tidak memasukkannya.
Ling Zhen sendiri susah payah menahan diri, dia memfokuskan untuk mencapai pelepasannya karena efek obat perangsang.
“Nyonya Jia mmmmhhh! ” Ling Zhen mencium bibir Jia Lun dan meremas dua aset yang bergoyang kenyal.
Jia Lun memegang pinggul Ling Zhen dan menekannya, “Mmmppphh! Ah! Tolong lakukan! Aku adalah wanitamu, sayang! Buat aku menjadi wanita seutuhnya!”
Jia Lun menatap lemas penuh harap.Naluri Ling Zhen membuat tubuhnya menghentak cepat dan membuat miliknya masuk setengahnya. Mata Jia Lun terbelalak saat merasakan perutnya penuh.
“Akh- Argh!”
__ADS_1
“Ini sangat besar- pelan-pelan sayang...” Jia Lun tersenyum lega, namun Ling Zhen mengeluarkannya.
“Ouuuh... ”
Ling Zhen kembali menggesekkan miliknya dengan milik Jia Lun sebelum akhirnya Jia Lun kembali mencapai pelepasan. Ling Zhen mencium kening Jia Lun dan membenahi pakaian wanita paruh baya itu.
“Nyonya Jia, kau ingin merasakan kebahagiaan. Apakah dengan ini kau bahagia? Aku lelaki normal dan tentu saja aku tidak akan menolak jika kau mengajakku, tetapi aku melakukan itu hanya dengan wanita yang kusuka dan wanita itu harus sendiri.” Ling Zhen berdiri dan hendak memakai kembali pakaiannya.
Jia Lun berdiri dan memeluk tubuh Ling Zhen dari belakang. Telapak tangannya memegang pusaka milik Ling Zhen yang belum mencapai kenikmatan.
“Kalau begitu bunuh suamiku itu. Aku tidak tahan dengan sikapnya. Dia menjual ku dan memperlakukanku seperti binatang. Saat bersamamu aku merasa nyaman. Tidak apa jika kau tidak mencintaiku, tetapi aku rasa diriku yang lebih pantas menjadi Ibumu ini telah jatuh hati padamu, anak muda. ” Jia Lun tersenyum dan membenamkan wajahnya pada punggung Ling Zhen.
“Anak muda, biarkan aku membuktikannya. ” Jia Lun berpindah tempat dan jongkok di hadapan Ling Zhen.
“Ini sangat besar. Dilihat darimana pun aku tidak bosan.” Jia Lun menatap keatas dan melihat Ling Zhen menatapnya tidak percaya.
“Nyonya Jia... ” Ling Zhen menelan ludah saat mulut Jia Lun memanjakan dirinya. Ling Zhen mengelus kepala Jia Lun dan memejamkan matanya menikmati sensasi tiada tara.
“Argh! ” Ling Zhen hendak menekan kepala Jia Lun namun saat dia membuka mata, dia terkejut melihat Zhang Xue sudah terbangun menatap dirinya dan Jia Lun.
Jia Lun membuka mulutnya dan meremas pusaka Ling Zhen keras sebelum akhirnya wajah dan rambutnya basah.
“Sepertinya aku harus mandi, anak muda... Ini sangat banyak... ” Jia Lun tersenyum kearah Ling Zhen namun dia terkejut melihat ekspresi mematung Ling Zhen.
Saat Jia Lun menoleh kebelakang dia terkejut melihat Zhang Xue menatap dirinya tajam.
“Dasar bocah nakal. Kau bahkan tidak puas dengan satu wanita berumur.” Zhang Xue memakai pakaiannya dan mengeluh, “Aduh sakit! Padahal aku bukan perawan, tetapi aku kesulitan berjalan! ”
__ADS_1
Ling Zhen justru tersenyum melihat sikap Zhang Xue. Bagaimanapun Zhang Xue belum resmi menjadi istrinya, tetapi Ling Zhen tidak memungkiri jika setelah dirinya menemukan Jia Ruan dan membunuh semua orang yang membantai keluarga Jia maka dirinya akan menikahi Gong Ling, Zhang Xue maupun Permaisuri Jia Lun.