
“Senior Yue, apa kau melakukan perjalanan tanpa membawa uang?”
Ling Zhen memperhatikan Yue Rou yang memakan dengan lahap hidangan didepannya. Ling Zhen berniat mencari penginapan terlebih dahulu, tetapi Yue Rou mengajaknya pergi ke restoran terlebih dia yang harus membayarnya.
Yue Rou memakan daging yang dilumuri sambal dengan begitu lahap lalu menjawab, “Aku membawa uang didalam Cincin Ruang, tetapi uang itu telah habis.”
“Habis? Kau habiskan semua uang itu untuk membeli apa?” Ling Zhen mengambil gelas milik Yue Rou dan meminumnya. Dia mengira itu air putih biasa, nyatanya yang dipesan Yue Rou adalah arak.
“Aku tidak berhak memberitahumu.” Yue Rou menatap Ling Zhen dan tersenyum, “Zhenzhen, gelas yang kau minum tadi adalah arak.”
“Pantas saja rasanya berbeda...” Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan bersikap seperti biasa.
Melihat itu, Yue Rou sedikit kecewa karena dia pikir dirinya akan melihat ekspresi kaget Ling Zhen.
“Kau masih kecil, tentu tidak boleh meminum arak ini.” Yue Rou mengambil gelas Ling Zhen dan meminumnya.
‘Yang benar saja, dia meminum gelas bekas mulutku?’ Ling Zhen memperhatikan Yue Rou yang mulai menyantap hidangan diatas meja.
Yue Rou mengambil sumpit sebelum memakan sayuran yang dipesan Ling Zhen. Tanpa ekspresi bersalah, Yue Rou memakannya dengan lahap sebelum menghabiskan satu piring berisi daging sapi pedas.
__ADS_1
Ling Zhen menelan ludah melihat bagaimana Yue Rou menghabiskan semua makanan yang telah dia pesan.
“Senior Yue, jika sudah kenyang, kita cari penginapan.” Ling Zhen berdiri dari bangku dan mengambil sejumlah keping emas di Ruang Dewa.
Yue Rou memegang perutnya dan menatap Ling Zhen dengan seksama, “Zhenzhen, kau mau apakan diriku setelah menemukan penginapan?”
Ling Zhen tersedak mendengar ucapan Yue Rou. Perempuan itu sengaja membuatnya kesal, tetapi tetap saja dirinya merasa dipermalukan karena banyak orang di restoran mendengar perkataan Yue Rou.
Ling Zhen mengabaikan Yue Rou dan membayar makanan, setelah itu pergi menuju penginapan yang dia lihat dijalan.
Yue Rou mengikuti Ling Zhen dari belakang, “Kupuji keberanianmu itu karena mengabaikanku.”
“Berhenti bicara hal yang konyol. Kau membuatku malu, Senior Yue.” Ling Zhen berhenti tepat didepan penginapan. Matanya menatap Yue Rou yang berdiri disampingnya.
Yue Rou menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis, “Bukankah wajar jika laki-laki menafkahi perempuan. Jadi bayarkan milikku juga.”
“Wajar, katamu? Aku bukan suamimu dan kita baru kenal beberapa hari belakangan ini. Kau menyuruhku menafkahimu, jangan bercanda!” Ling Zhen sama sekali tidak percaya Yue Rou akan berkata demikian, tentu perkataannya itu membuat dirinya sedikit kesal.
“Sudahlah, sudahlah. Mari kita masuk. Sebagai bonus karena telah mentraktirku, aku izinkan kau tidur denganku malam ini...” Yue Rou berbisik tepat ditelinga Ling Zhen dan itu membuat tubuh Ling Zhen gemetar.
__ADS_1
“Jangan mengatakan hal yang aneh. Sudah kuduga, kau terlalu banyak minum arak.” Ling Zhen melihat pipi Yue Rou merah merona.
Saat Yue Rou hendak mengatakan sesuatu, Ling Zhen menarik tangannya dan memasuki penginapan sebelum memesan dua kamar. Namun hanya satu kamar yang tersisa di penginapan.
“Kebetulan sekali...” Yue Rou tertawa pelan. Sementara Ling Zhen berjalan menuju kamar yang dia pesan, diikuti Yue Rou dari belakang.
“Senior Yue, apa kau mabuk?” Ling Zhen bertanya pada Yue Rou yang berdiri dibelakangnya.
“Jangan remehkan aku. Hanya karena aku menggodamu, kau berpikir diriku ini mabuk?” Yue Rou tertawa mengejek Ling Zhen dan menabrak pemuda itu, “Aku hanya merasa terhibur saat menggodamu, Zhenzhen.”
Ling Zhen membuka mulutnya namun tak lama dia merapatkan giginya, ‘Sial! Apa yang dia pikirkan?’
Ling Zhen menutup pintu dan melihat Yue Rou yang menaruh dua pedang kesayangannya diatas meja sebelum berbaring diatas ranjang.
”Siapa cepat dia dapat-” Yue Rou tersentak kaget melihat Ling Zhen mendekatinya.
“Aku tidur dulu, Senior Yue.” Ling Zhen menjatuhkan dirinya tepat disamping Yue Rou dan memejamkan matanya.
“Apa kau tidak punya malu tidur disampingku?” Yue Rou memerah wajahnya. Dia yang berusaha menggoda Ling Zhen, namun sekarang dirinya terjebak dalam situasi yang membuatnya terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
Sementara Ling Zhen sengaja mengabaikan Yue Rou yang menggerutu, lambat laun dirinya tertidur lelap begitu juga dengan Yue Rou.
Malam itu, Ling Zhen tertidur lelap disamping Yue Rou. Keduanya menjaga jarak saat tertidur dan bangun pagi lebih awal untuk melihat situasi di Kota Wuzhen.