
“Tangan kanan Ratu Chu, Yue Rou. Apa kau mengingat Cambuk Iblis dari Bendera Iblis Hitam?” Pria itu melempar cambuknya ke atas sebelum cambuk itu memancarkan aura berwarna hitam pekat.
Yue Rou melebar matanya mendengar ucapannya, “Cambuk Iblis, Jiu Hen.” Tentu dia mengingat sosok pendekar yang memiliki julukan Cambuk Iblis itu.
Jiu Hen adalah nama dari pendekar yang menyerang Ling Zhen dan Yue Rou. Saat mengetahui identitasnya, Yue Rou terkejut karena bagaimanapun dia mengingat seluruh petinggi Bendera Iblis Hitam telah mati bahkan pemimpin mereka. Namun dihadapannya sekarang sosok pria yang dikenal sebagai Cambuk Iblis masih hidup.
“Dari reaksimu barusan, kau pasti bertanya-tanya mengapa aku masih hidup?” Jiu Hen terkekeh sambil mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada cambuk kesayangannya.
“Petinggi dan pemimpin Bendera Iblis Hitam tidak ada yang mati. Kami semua melakukan tipu daya dan mengikuti rencana beliau. Cepat atau lambat, Ibukota Chudong akan mengalami pergejolakan hebat. Tidak ada yang bisa kau lakukan, Yue Rou.” Jiu Hen tersenyum menyeringai saat cambuk miliknya menyerang Yue Rou.
Tanpa bergerak sedikitpun, Jiu Hen hanya memperhatikan pergerakan Yue Rou dan mencari kelemahannya.
Ling Zhen memberi tanda pada Yue Rou dan berkata, “Senior Yue, aku akan menggunakan Tanda Mata Dewa. Kita harus bekerjasama, aku akan menggunakan Rantai Raja Neraka dan kemampuan Phoenix untuk melawannya.”
Yue Rou mengangguk dan mulai melepaskan aura pembunuh berjumlah besar yang mengarah langsung pada Jiu Hen.
Merasakan aura yang mencekam dan begitu pekat, Jiu Hen tertawa lantang, “Hahaha, apa kau berpikir bertarung bersama bocah ini dapat mengalahkanku?!”
Yue Rou tersenyum tipis melihat Jiu Hen tidak merasa terintimidasi sedikitpun, “Kita lihat saja, apa yang bisa kau lakukan?”
Setelah melihat Ling Zhen sedang melakukan konsentrasi secara penuh, Yue Rou bergerak dengan tebasan pedangnya yang indah dan menyambut cambuk api Jiu Hen.
Yue Rou dan Jiu Hen bertukar serangan dengan hebat, walau terlihat kesusahan Yue Rou lebih mendominasi serangan.
Permainan pedangnya dapat membuat Jiu Hen yang sedari tadi meremehkan, justru memasang ekspresi terkejut.
“Ada apa Senior Jiu? Sepertinya kau kaget dengan bocah yang dahulu lemah dan sekarang dapat mengimbangimu!” Yue Rou tersenyum sambil memainkan kedua pedangnya lebih lincah dari sebelumnya.
Jiu Hen semakin waspada saat merasakan samar-samar aura yang keluar dari dua pedang Yue Rou. Terlebih saat kedua pedang itu memancarkan cahaya berwarna-warni.
Yue Rou dengan permainan pedangnya yang semakin lincah segera melepaskan sebuah tebasan yang menghempaskan tubuh Jiu Hen.
“Jurus Pedang Ganda - Merak Mengoyak Keindahan!”
Bersamaan dengan tubuh Jiu Hen yang terhempas, Ling Zhen sudah memasuki kondisi Tanda Mata Dewa.
Rantai Raja Neraka bergerak dengan cepat dari arah samping dan berbenturan langsung dengan cambuk milik Jiu Hen.
__ADS_1
“Sungguh menarik!” Jiu Hen tertawa karena melihat serangan Yue Rou berhasil menghempaskan tubuhnya. Terlebih dia merasakan aura berbeda yang keluar dari tubuh Ling Zhen.
“Sepertinya kau memiliki pengawal yang hebat, Yue Rou!” Jiu Hen menyeringai sambil menggerakkan cambuknya penuh tenaga dalam.
Saat cambuk itu memanjang dan membentuk kepala ular yang menyemburkan api, Jiu Hen dikejutkan dengan Rantai Raja Neraka yang menahannya.
Ling Zhen tersenyum tipis sambil mengolah pernapasan, “Seni Napas Phoenix...” Dia menatap Yue Rou yang juga menatap dirinya. Keduanya mengangguk pelan sebelum bergerak seirama menyerang Jiu Hen.
“Kita serangan dia secara bersamaan, Zhenzhen!” Yue Rou mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada dua pedangnya sambil terus menebaskan pedangnya dari kejauhan.
Ling Zhen menggerakkan Rantai Neraka Suci untuk menahan serangan cambuk Jiu Hen sambil mengerahkan aura yang dia manipulasi menjadi api di kedua kakinya.
“Aku mengerti Senior Yue.” Dengan kecepatan tinggi Ling Zhen bergerak menuju Jiu Hen begitu juga dengan Yue Rou.
Jiu Hen melepaskan sejumlah aura pembunuh yang begitu pekat bersama aura tubuhnya, “Walau kalian berdua bergabung sekalipun, kalian tidak akan bisa mengalahkanku!”
Jiu Hen mengaliri cambuknya dengan tenaga dalam yang lebih besar dari sebelumnya, “Putaran Kegelapan!”
Seketika cambuk Jiu Hen berputar begitu kencang diudara dan mengeluarkan aura berwarna hitam pekat.
Sebuah tebasan yang memancarkan cahaya berwarna hitam pekat bercampur merah itu berbenturan dengan cambuk Jiu Hen.
Dan Ling Zhen dari depan mengarahkan tendangannya pada kepala Jiu Hen yang terlihat menikmati pertarungan, “Ledakan Sembilan Phoenix!”
Duar!!!
Jiu Hen terkejut saat tangan kanannya menangkis tendangan kaki Ling Zhen justru merasakan tulang-tulangnya serasa seperti meledak.
“Keparat! Aku salah menilaimu! Bagaimana bisa kau mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah sesingkat ini? Ini tidak mungkin!” Jiu Hen menatap Ling Zhen dengan tatapan dipenuhi kemarahan.
Ling Zhen mengabaikan ucapan Jiu Hen dan sudah mengalirkan aura tubuhnya serta tenaga dalam berjumlah besar pada tangan dan kakinya.
“Tiga Cakar Api Surgawi!”
Jari jempol, telunjuk dan tengah Ling Zhen menembus perut Jiu Hen, namun tidak mengenai titik vitalnya karena Jiu Hen bereaksi cepat.
“Sialan! Kau benar-benar melakukannya!” Jiu Hen menggerakkan cambuknya melilit tubuh Ling Zhen.
__ADS_1
“Matilah!” Jiu Hen berteriak.
Ling Zhen tersenyum tipis saat tubuhnya dililit cambuk Jiu Hen yang berapi-api.
“Cakar Raja Phoenix!” Ling Zhen melepaskan diri dari lilitan cambuk Jiu Hen dan kembali melancarkan serangan selanjutnya, “Ledakan Sembilan Phoenix!”
Jiu Hen merapatkan giginya, ‘Sial! Bocah keparat ini-’ Belum sempat Jiu Hen kembali menggerakkan cambuknya, Yue Rou sudah melancarkan tebasan pedang yang dipenuhi energi pedang.
“Jurus Pedang Ganda - Tarian Darah Layu!”
Tebasan Yue Rou berhasil mendarat didada Jiu Hen, tebasan yang tajam itu membuat Jiu Hen memuntahkan darah segar berjumlah besar.
Jiu Hen dengan cepat melompat ke belakang sambil mengerahkan segenap kemampuannya, “Aku benar-benar meremehkan kalian! Saatnya aku akan serius!”
Dengan tatapan yang dipenuhi kemarahan, tubuh Jiu Hen dipenuhi aura berwarna hitam pekat, “Jurus Iblis-”
“Jiu Hen! Cukup! Aku sudah memenuhi kepuasanku!” Suara lantang dari kejauhan terdengar dan membuat Jiu Hen mendecakkan lidahnya sebelum pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan Ling Zhen dan Yue Rou yang berusaha mengejarnya.
Jiu Hen berhasil melarikan diri saat mengeluarkan aura pembunuh yang begitu besar untuk menekan pergerakan Ling Zhen dan Yue Rou.
“Zhenzhen, cukup. Daripada mengejar dia, aku lebih mengkhawatirkan dirimu. Kekuatanmu ini dimataku bagaikan pedang bermata dua...” Yue Rou terlihat mengkhawatirkan Ling Zhen yang memaksakan diri.
Ling Zhen berhenti dan menekan seluruh aura tubuh serta tenaga dalamnya, lalu menatap Yue Rou.
“Terimkasih telah mengkhawatirkanku, Senior Yue.” Terlihat Ling Zhen menyembunyikan sesuatu dan seperti ingin mengatakan sesuatu kembali namun dia mengurungkan niatnya.
Melihat itu Yue Rou ingin bertanya, namun dia sadar sepertinya Ling Zhen bertindak demikian karena juga ingin melindunginya.
“Sebaiknya kita bergegas!” Yue Rou berlari menuju tempat teriakan yang mereka dengar. Ling Zhen mengikuti Yue Rou dari belakang.
Sesampainya disana, terlihat dua tubuh perempuan tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang tidak ditutupi sehelai pakaian.
Yang lebih mengejutkan perut dua perempuan itu terdapat lambang bendera hitam dan lukisan darah.
“Mengerikan.!” Yue Rou mengepalkan kedua tangannya yang menggenggam pedang, kemudian menatap Ling Zhen yang memalingkan wajahnya dan terlihat tatapan pemuda itu dipenuhi kemarahan.
“Zhenzhen, kau tunggu disana.” Yue Rou berjalan mendekati tubuh kedua perempuan itu setelah melihat Ling Zhen pergi.
__ADS_1