Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 101 - Xue Lianhua


__ADS_3


[Xue Lianhua] [Mantan Matriark Sekte Lembah Perawan] [Sumber : Pinterest.]


Ling Zhen berbisik mesra ditelinga Xue Lianhua lalu memberi gigitan kecil yang membuat badan wanita cantik itu menggeliat.


“Gege...” Xue Lianhua nampak malu karena Ling Zhen menyentuh tubuhnya bahkan pemuda itu melakukan hal yang lebih intim saat kedua telapak tangannya yang besar dan keras menyentuh kedua gundukan kenyal miliknya yang telah dijaga dan tidak pernah disentuh tangan lelaki.


“Aduh!” Xue Lianhua yang panik memberontak, Ling Zhen menatapnya keheranan.


“Lian‘er, kita sudah sah untuk apa merasa malu?” Ling Zhen menatap Xue Lianhua penuh makna memandang segala kecantikan wanita itu.


“Aku malu, aku tidak pernah melakukan ini. Sebelumnya tidak ada lelaki yang pernah menyentuh kulitku, aku risih saat kau menyentuh tubuhku, Gege.” Xue Lianhua berjalan mundur sambil memalingkan wajahnya, Ling Zhen mendekati wanitanya dan memeluk pinggang ramping Xue Lianhua menggunakan tangan kanannya.


“Kita akan melakukannya pelan-pelan, Lian‘er. Dan aku menjamin, kamu akan menikmatinya.” Ling Zhen berbisik mesra dan mulai mendekap tubuh Xue Lianhua penuh kelembutan.


“Apa aku membuatmu takut?” Ling Zhen bertanya dan memperhatikan sikap kikuk Xue Lianhua saat tubuh wanita itu dipeluk dirinya. Ekspresi Xue Lianhua begitu alami dan sangat menggoda.


Wanita yang tumbuh dengan baik ini benar-benar sempurna dimatanya malam ini.


Xue Lianhua menggelengkan kepalanya pelan, “Sedikit...”


“Jangan tegang, Lian‘er.”


Ling Zhen menggigit lembut telinga kiri Xue Lianhua dan membisikkan sesuatu, kembali Xue Lianhua menganggukkan kepalanya.


Lalu Ling Zhen membalikkan badan Xue Lianhua dan mendekap tubuhnya erat. Sedetik kemudian Ling Zhen mendaratkan kecupan lembut dan mulai memperdalam kecupannya yang berubah menjadi ciuman.


Xue Lianhua gelagapan menerima aksi Ling Zhen karena bagaimanapun ini adalah pengalaman pertamanya. Jantungnya berdegup kencang dan wajahnya bersemu merah saat kedua telapak tangan Ling Zhen menyentuh bagian-bagian sensitif dalam tubuhnya.


Dalam posisi berdiri Xue Lianhua tidak sadar saat belakang kakinya menyentuh ujung ranjang. Ling Zhen mendorong tubuhnya pelan dan senyuman tipis terukir diwajah tampan pemuda itu.


Xue Lianhua tergolek pasrah saat melihat Ling Zhen tersenyum padanya. Pemuda itu mendekatinya sambil melepaskan pakaiannya, lalu merangkak naik keatas ranjang menindih tubuhnya.


Ling Zhen mengendalikan permainan dimana pemuda itu dengan lihai menikmati setiap inchi tubuh Xue Lianhua dan memperlakukan wanita yang ditindihnya dengan penuh kesabaran.


Lama kelamaan Xue Lianhua terbuai dan tidak menyadari kain yang menutupi tubuhnya telah terlepas sepenuhnya. Ling Zhen juga melepaskan kain terakhir yang menutupi tubuhnya dan itu membuat kedua mata indah Xue Lianhua terbelalak.


Ling Zhen tersenyum tipis dan kembali menindih tubuh Xue Lianhua penuh kelembutan, “Lian‘er, aku mencintaimu.”

__ADS_1


Ling Zhen mengecup kening Xue Lianhua, lalu kedua tangannya meremas bukit kembar yang membusung indah. Dari segala arah Ling Zhen membelai dan meremasnya, terkadang lembut dan terkadang kasar.


Xue Lianhua menahan desahannya dengan sekuat tenaga, namun serangan yang diberikan Ling Zhen membuat Xue Lianhua kewalahan hingga suara desisan lemah dan desahan merdu terdengar beberapa kali. Ling Zhen terus memberi kecupan dan gigitan pada kedua gundukan kenyal yang membusung indah dan membuat tubuh Xue Lianhua menggelinjang hebat.


“Gege... Ah... Geli!” Kedua tangan Xue Lianhua memegang kepala Ling Zhen dengan gemetaran, “Pelan!”


Ling Zhen tidak menggubris ucapan Xue Lianhua dan terus memberikan kenikmatan pada wanita yang telah resmi menjadi istrinya ini.


“Lian‘er, kau sangat cantik malam ini...” Ling Zhen menatap nanar tubuh polos Xue Lianhua yang tergolek lemah dibawahnya.


“Gege...” Xue Lianhua gelagapan mendengar ucapan manis Ling Zhen, lalu memalingkan wajahnya. Dan beberapa detik kemudian Xue Lianhua memekik.


“Akh-’


Tubuh Xue Lianhua bergetar hebat saat salah satu jari Ling Zhen memasuki tubuhnya. Xue Lianhua menutup wajahnya dengan telapak tangan karena merasa malu namun Ling Zhen menahannya.


“Jangan ditutupi, biarkan aku melihatnya.” Wajah Xue Lianhua begitu menggoda malam ini, wanita berusaha memalingkan wajahnya namun Ling Zhen tetap bisa melihat berbagai macam ekspresi cantik itu.


“Gege, aku malu...” Xue Lianhua yang sudah larut dalam permainan Ling Zhen tidak ingin pemuda itu melihat wajahnya, namun sayang Ling Zhen sudah melihat semua ekspresinya.


Ling Zhen tersenyum saat melihat wajah cantik itu mendesah dan menikmati permainannya.


Xue Lianhua menjerit tanpa sadar dan dengan segera Ling Zhen berhenti melakukan aksinya. Lalu penuh kelembutan Ling Zhen mengecup rambut Xue Lianhua dan mulai memposisikan dirinya.


Xue Lianhua bergidik ngeri dan reflek menutupi kedua pahanya menggunakan tangan.


“Gege...” Xue Lianhua duduk dan terlihat ketakutan, “Aku belum pernah melakukan ini, aku takut.”


Ling Zhen tersenyum lembut. Wanita dihadapannya ini adalah idaman para pria di Kekaisaran Jia. Sosok Matriark Sekte Lembah Perawan ini telah menjadi istrinya dan kini dirinya akan mengambil sesuatu paling berharga dan dijaga sosok Matriark Sekte Lembah Perawan ini.


“Lian‘er, tatap mataku. Semua akan baik-baik saja, memang ini sedikit sakit. Tetapi kita akan melakukannya pelan-pelan, percaya padaku...” Ling Zhen membuka kedua paha Xue Lianhua lalu menindih tubuh ramping wanita itu dengan lembut sambil memposisikan miliknya memasuki tubuh Xue Lianhua.


Ling Zhen mengecup kening Xue Lianhua lalu berbisik lirih ditelinga wanita itu sambil memberikan gigitan kecil dileher jenjang yang putih itu.


Xue Lianhua mendesah pelan dan tak lama matanya terbelalak saat melihat Ling Zhen mulai memposisikan bagian pribadinya diatas perutnya.


“Apa kamu siap?” Ling Zhen bertanya, kedua bola matanya menatap Xue Lianhua penuh makna sayang.


Xue Lianhua yang awalnya ragu berubah menjadi tenang. Wanita itu memejamkan matanya sesaat dan mengangguk lembut.

__ADS_1


Ling Zhen mulai meletakkan bagian pribadinya ketempat seharusnya. Kedua telapak tangan Xue Lianhua mulai meremas apa yang bisa dia remas diatas ranjang, sementara wajahnya menegang penuh kekhawatiran.


Beberapa detik setelah Ling Zhen menenangkan Xue Lianhua akhirnya wanita itu berteriak kesakitan.


“Aaakkkhh!”


Refleks Xue Lianhua menangis saat merasakan rasa sakit bercampur perih. Ling Zhen sudah melakukannya dengan lembut namun wanita itu terlihat begitu tegang hingga akhirnya tanpa sadar berteriak.


Xue Lianhua merasakan sakit yang menerpa tubuhnya, tetapi disaat yang bersamaan dia merasa bahagia. Tangisan kebahagiaan yang bercampur dengan rasa sakit itu membuat Xue Lianhua berusaha untuk menahan semuanya karena tidak ingin mengecewakan Ling Zhen.


“Ugh...”


Ling Zhen meringis untuk sesaat saat merasakan miliknya dicengkeram dengan sangat erat, kemudian dengan lembut dia mengecup bibir Xue Lianhua, sedangkan telapak tangannya menyeka air mata wanita itu.


Xue Lianhua mengatur nafasnya dan berharap miliknya segera terbiasa menerima hujaman lembut Ling Zhen.


Terdengar desisan yang menggoda saat Ling Zhen mencoba menggerakkan tubuhnya. Kening, pipi dan leher Xue Lianhua dikecup Ling Zhen saat pemuda itu mulai menghentakkan tubuhnya kebawah secara perlahan. Membenamkan miliknya secara penuh kedalam tubuh Xue Lianhua.


Percikan darah menjadi saksi bisu Ling Zhen merenggut kesucian yang dijaga Xue Lianhua. Kedua insan itu melakukan semuanya dengan normal. Ling Zhen melakukannya dengan lembut dan menikmati setiap sensasi tubuh Xue Lianhua yang mencengkeram erat miliknya.


Hingga akhirnya Xue Lianhua mulai terbiasa dengan permainan Ling Zhen. Keduanya mengakhiri malam pertama dengan Xue Lianhua yang duduk diatas pangkuan Ling Zhen.


“Gege, kenapa wajahmu memerah?” Xue Lianhua bertanya dengan deru nafas yang memburu.


Ling Zhen memeluk pinggang ramping Xue Lianhua lalu menggigit leher jenjang wanita itu.


“Kau sungguh menggoda, Lian‘er...” Ling Zhen kembali menggerakkan tubuhnya membuat Xue Lianhua memekik, “Aku ingin lagi.”


Xue Lianhua hanya pasrah dan menerima semua perlakuan Ling Zhen padanya. Wanita ini begitu pasif bahkan hanya menurut saat Ling Zhen terus melanjutkan malam pertama mereka berdua.


Hingga akhirnya tengah malam telah terlewati, Ling Zhen begitu menikmati tubuh Xue Lianhua sampai melupakan waktu. Pemuda itu berhenti setelah melihat wajah Xue Lianhua yang begitu kelelahan.


Ling Zhen menuntaskan hasratnya dan mengakhirinya dengan satu kali sentakan yang kuat dan memeluk pinggang ramping wanitanya. Xue Lianhua dengan tenaga terakhirnya memeluk tubuh Ling Zhen dan membenamkan wajah pemuda itu kedadanya saat cairan hangat masuk kedalam tubuhnya. Dan ini sudah kesekian kalinya Ling Zhen melakukan pelepasan didalam.


“Gege... Malam ini cukup... Aku sangat lelah...” Xue Lianhua tertidur pulas tanpa tenaga yang tersisa meladeni permainan Ling Zhen. Wanita itu terbaring lemah diatas tubuh Ling Zhen, sementara Ling Zhen memegang rambutnya dan tersenyum.


“Terimakasih Lian‘er...” Ling Zhen menyadari Xue Lianhua sangat kelelahan mengikuti kemauannya. Namun dia tidak menyangka jika Xue Lianhua menerima dan menuruti semua kemauannya.


Setelah itu Ling Zhen memakai pakaiannya dan berjalan menuju kamar yang ditempati Que Mi.

__ADS_1


__ADS_2