
Wang Tao berkeringat dingin melihat wajah Ling Zhen, bahkan semua orang yang hadir di stadion terkejut mendengar nama marga Ling Zhen, terutama keluarga Kaisar Qing.
Sebelum Liang Feng memulai pertandingan, dia menjelaskan aturannya namun Wang Tao mengangkat tangannya dan menyerah tanpa alasan.
Semua orang yang hadir merasa kecewa, terlebih pendekar dari Lembah Hujan. Tindakan Ling Zhen yang memilih bekerjasama dengan pendekar Lembah Hujan namun sepenuhnya bertindak sendiri, dan menyembunyikan sesuatu membuat Liang Feng menjadi waspada.
Entah karena masa lalu atau memang sifat Ling Zhen, melihat hal barusan membuat Liang Feng merasa Ling Zhen tidak mempercayai seseorangpun bahkan dirinya sekalipun.
“Dikarenakan Wang Tao dari keluarga Wang menyerah, maka kita akan beralih ke pertandingan penutup Festival Naga...” Liang Feng menarik napas panjang sebelum menyebut nama Bing Xiaoya dan Ling Zhen.
“Untuk Ling Zhen dan Bing Xiaoya, silahkan maju kedepan!” Penonton bergemuruh setelah Liang Feng menyebutkan kedua nama tersebut.
Banyak yang bertanya-tanya tentang sosok Ling Zhen, namun banyak juga yang menantikan aksi Bing Xiaoya.
“Jangan menahan diri untuk melawanku!” Bing Xiaoya berkata cukup dingin saat Ling Zhen berdiri dihadapannya.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Ling Zhen mengangkat alisnya dan menatap tajam Bing Xiaoya.
“Aku tahu kau adalah seorang pendekar bumi, terlebih telah mencapai Pendekar Bumi Tahap Puncak. Aku hanya ingin kau tidak menahan diri saat melawanku!” Bing Xiaoya yang pernah melihat Ling Zhen bertarung di Ibukota Jiayang tentu mengetahui jika dirinya tidak akan dapat mengalahkan Ling Zhen, tetapi gadis ini berharap Ling Zhen sesuai perkiraannya.
Ling Zhen tersenyum tipis, “Aku tidak terlalu mengerti, tetapi aku tidak akan menahan diri. Namun aku tidak akan melukaimu.”
Bing Xiaoya melepaskan hawa dingin yang mencekam kearah Ling Zhen, “Jangab remehkan seorang perempuan!”
“Aku tidak meremehkan!” Ling Zhen berdecak kesal setelah berkata demikian.
__ADS_1
Liang Feng menghela napas panjang mendengar ucapan Ling Zhen dan Bing Xiaoya.
“Apa kalian berdua masih ingat peraturannya?” Liang Feng bertanya pada Ling Zhen dan Bing Xiaoya untuk memastikan.
Ling Zhen dan Bing Xiaoya mengangguk pelan sebelum akhirnya Liang Feng melepaskan aura tubuhnya membentuk sebuah arena pertandingan.
“Dengan ini laga penutup Festival Naga dimulai!” Saat Liang Feng memulai aba-aba pertandingan, hawa dingin yang menusuk diudara membekukan tanah dan sekitarnya.
Ling Zhen tersenyum tipis melihat tanah disekitarnya membeku. Saat tanah yang membeku hampir menyentuh kakinya, seketika api membara disekitarnya.
“Seni Napas Phoenix...” Dengan halus Ling Zhen mengolah pernapasan, lalu Ling Zhen melepaskan sejumlah aura tubuhnya dalam jumlah besar.
“Ledakan Sembilan Phoenix!” Walau bukan dalam wujud Phoenix, Ling Zhen dapat melepaskan teknik Ledakan Sembilan Phoenix.
Tanah dan bebatuan hancur disekitar arena saat tapak jarak jauh Bing Xiaoya dapat Ling Zhen hindari. Serangan selanjutnya, Bing Xiaoya melompat keatas memancing Ling Zhen untuk mengejarnya dan berharap dapat bertarung melawan Ling Zhen dalam wujud Phoenix.
Namun harapan Bing Xiaoya sirna, karena Ling Zhen terlihat tidak menggunakan Phoenix, justru Ling Zhen terbang mengejarnya dengan kecepatan tinggi.
“Aku tidak perlu mengalahkanmu dengan kekuatan itu...” Ling Zhen sudah berada didekat Bing Xiaoya dan bersiap melepaskan tapak tangan yang bertenaga.
Bing Xiaoya segera menyambutnya, namun serangan selanjutnya membuat Bing Xiaoya karena Ling Zhen menggenggam tangan kanannya.
“Kau terlihat sombong dan arogan, Saudara Ling!” Bing Xiaoya melepaskan hawa dingin lebih besar dari sebelumnya, sementara Ling Zhen menahannya dengan api Phoenix.
Ling Zhen tersenyum tipis, “Ini percaya diri dan bukan kesombongan. Aku melakukan ini, karena aku mempunyai tujuan yang berarti!”
__ADS_1
Satu gerakan jari Ling Zhen begitu lembut dan saat jari telunjuk Ling Zhen dan Bing Xiaoya bertemu, seketika tubuh Bing Xiaoya mendadak lemas.
“Kau menyerap energi tubuhku?” Bing Xiaoya mengangkat alisnya dan terkejut, namun Ling Zhen lebih terkejut.
“Aneh? Aku pikir dapat membuatmu pingsan melalui kuncian dadakan ini?” Saat Ling Zhen kebingungan, Bing Xiaoya melepaskan pukulan yang mengenai perut Ling Zhen dengan sangat telak.
Dan yang terjadi selanjutnya adalah pria paruh baya yang merupakan kakek dari Bing Xiaoya turun ke arena pertandingan.
“Saudara Liang, aku menghentikan pertandingan ini. Kemenangan ini milik pendekar muda, Ling Zhen." Pria paruh baya yang bernama Bing Lao ini mendekati Bing Xiaoya dan membisikkan sesuatu ditelinga cucunya itu.
Bing Xiaoya tersentak kaget mendengarnya, entah apa diucapkan Bing Lao namun terlihat wajah cantik bersemu merah dari balik penutup wajah.
“Bukankah ini terlalu mudah? Yang benar saja!” Ling Zhen sebenarnya tidak menerima kemenangan seperti ini, tetapi dia tidak terlalu peduli dengan yang terjadi karena sekarang perhatiannya fokus pada Feng Shin yang sedang menjaga keluarga Kaisar Qing.
Belum sempat Liang Feng mengumumkan Ling Zhen sebagai pemenangnya, puluhan orang dari keluarga Hei menjauh dari bangku penonton dan membentuk formasi mengelilingi stadion.
Puluhan orang itu memiliki kemampuan Pendekar Bumi Tahap Puncak, mereka semua melepaskan seluruh kekuatannya untuk membuat sebuah penghalang yang tidak dapat ditembus dari dalam.
Sosok Hei Jian tertawa lantang, “Mari kita mulai pembantaiannya!”
Mata Liang Feng melebar, begitu juga dengan Bing Lao, dalam sekejap Hei Jian sudah berada didekat mereka berdua.
“Aku ingin melihat seberapa banyak darah yang berceceran hari ini!” Liang Feng dan Bing Lao menoleh kesamping melihat sosok Hei Jian yang berubah wujudnya menjadi pria paruh baya dengan rambut berwarna merah terang.
“Xin Jian!” Seketika Liang Feng dan Bing Lao mengambil posisi bertahan.
__ADS_1