Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 151 - Hadiah Sang Pemberontak


__ADS_3

IW 151 - Hadiah Sang Pemberontak


Situ Tang menjaga jarak, namun belum sempat dirinya melangkah Ling Zhen sudah mencekik lehernya dan tersenyum dingin.


“Matilah!”


“Argh-”


Mulut Situ Tang penuh akan darah sebelum tenggorokannya dihancurkan oleh Ling Zhen. Kematian Situ Tang membuat seluruh pendekar Aliansi Bulan Darah berkeringat dingin.


“Mulai dari sini, siapapun yang ingin melanjutkan pertempuran maka akan mati!” Ling Zhen berseru lantang dan menatap dingin seluruh pendekar Aliansi Bulan Darah serta Rumah Golok Perawan.


Bukan tanpa alasan Ling Zhen mengatakan hal tersebut karena dia memang berniat merekrut beberapa anggota untuk masuk ke dalam Pedang Raja.


Ling Zhen membunuh Hei Yuan dalam satu kali tebasan Pedang Pencabut Nyawa sebelum akhirnya dia melepaskan Aura Kematian dan menatap dingin semua pendekar yang berhenti bertarung.


Jia Bao terduduk lemas saat mengetahui bagaimana Jun Ho mati. Terlebih seluruh petinggi Aliansi Bulan Darah mati ditangan Ling Zhen. Mengingat tidak ada jawaban dari pendekar Aliansi Bulan Darah, akhirnya Ling Zhen membunuh semuanya.


Tubuh Ling Zhen berlumuran darah karena setiap dia mengayunkan Pedang Pencabut Nyawa, dia selalu mengayunkannya secara agresif dan dipenuhi tenaga dalam.


Pedang Pencabut Nyawa sendiri menghisap jiwa para pendekar. Setelah membinasakan pendekar Aliansi Bulan Darah yang ada di Ibukota Jiayang, Ling Zhen bisa merasakan perasaan haus darah dari Pedang Pencabut Nyawa pada seluruh pendekar Rumah Golok Perawan.


Ling Zhen menggelengkan kepalanya, “Sepertinya tidak ada pilihan lain.” Sambil mengalirkan tenaga dalam pada Pedang Pencabut Nyawa, mulut Ling Zhen mendesis sebelum akhirnya membunuh pendekar Rumah Golok Perawan satu demi satu.


Guang Liang dan Zheng Li sontak saja mencoba berbicara kepada Ling Zhen, namun upaya keduanya tidak membuahkan hasil mengingat Ling Zhen sudah melepaskan satu tebasan yang dipenuhi aura hitam pekat kearah mereka berdua.


Nyawa Guang Liang dan Zheng Li berakhir ditangan Ling Zhen begitu juga dengan Luo Feng dan Meng Du. Ling Zhen benar-benar menghabisi semua pendekar Rumah Golok Perawan tanpa sisa.


“Ini lebih mengerikan dari yang aku kira. Aura pembunuh yang kudapatkan sangatlah tidak wajar. Aku bahkan bisa gila dan bisa saja tidak mempertahankan kewarasanku ini.” Ling Zhen memegang kepalanya yang berdenyut serta merasakan semacam emosi yang penuh akan kemarahan didalam dirinya.

__ADS_1


Perhatian Ling Zhen fokus terhadap tumpukan mayat yang berserakan disekitar Istana Jia. Para penduduk banyak yang merasa mual melihat kejadian itu, walaupun dibenak mereka semua merasa bersyukur karena masa pemerintahan Jia Bao akan berakhir.


Tetapi semua orang yang melihat kejadian ini menjadi takut mengingat Ling Zhen melakukan pembantaian tanpa pandang bulu pada pendekar Aliansi Bulan Darah ataupun Rumah Golok Perawan.


“Lihat, pembunuh itu tersenyum setelah membantai semua pendekar dikubu Kaisar Bao.”


“Siapa pemuda itu? Apa dia memiliki hubungan dengan keluarga Jia?”


“Bukankah Kaisar Bao masih hidup? Lihat dia hendak melarikan diri!”


Para penduduk berbeda komentar setelah melihat langsung pertempuran sepihak dimana Ling Zhen melakukan pembantaian mengerikan.


‘Aku bisa mengerti reaksi mereka. Sekarang tinggal orang itu...’ Ling Zhen bergerak dengan kecepatan tinggi dan berdiri tegak dihadapan Jia Bao.


“Kau!Bagaimana kau bisa ada didepanku?!” Jia Bao tidak menyangka Ling Zhen akan berurusan dengannya.


“Apa yang kau inginkan? Aku bisa memberikan semuanya! Harta? Tahta? Wanita? Kau tinggal memilihnya!” Jia Bao berharap Ling Zhen tergiur dengan ucapannya. Namun Ling Zhen sama sekali tidak peduli dengan semua itu.


Mendengar ucapan Jia Bao membuat Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan tertawa, “Harta? Tahta? Wanita? Aku memilikinya. Bagaimana jika aku mengatakan ini padamu...” Ling Zhen tersenyum menyeringai dan berbisik ditelinga Jia Bao sambil menghunuskan pedangnya pada perut Jia Bao.


“Aku menginginkan istrimu itu... ”


Mata Jia Bao melebar menatap Ling Zhen penuh kebencian sebelum akhirnya dia menyadari jika perutnya tertusuk Pedang Pencabut Nyawa.


“Argh! Perutku! Kau keparat! Aku bersumpah akan membunuh-” Saat Jia Bao melontarkan sumpah serapah mulutnya ditusuk oleh Ling Zhen.


“Hah? Membunuhku? Kau terlalu tinggi memandang dirimu!” Ling Zhen menatap dingin Jia Bao sebelum memotong perutnya menggunakan pedang.


“Tidak peduli seberapa kuat orang dibelakangmu! Aku akan membunuh mereka semua!”

__ADS_1


Kematian Jia Bao menandakan berakhirnya kekuasaannya. Kini seluruh anggota Aliansi Bulan Darah yang berada di Ibukota Jiayang telah musnah. Ling Zhen ingin mengorek informasi lebih luas mengenai beberapa pendekar yang menjadi incarannya.


‘Perintah Tiga Raja dan sepertinya pendekar di aliran putih masih ada... Aku terlalu berambisi sampai lupa menanyakan pada mereka.’ Ling Zhen membatin sembari menatap mayat Guang Liang dan petinggi Rumah Golok Perawan.


Sebelum pergi Ling Zhen membakar mayat para pendekar Aliansi Bulan Darah dan Rumah Golok Perawan menggunakan api berwarna hitam. Api itu melahap tubuh mereka semua sebelum akhirnya lenyap tidak meninggalkan bekas apapun termasuk tulang belulang.


“Perempuan itu mengetahui keberadaan Tuan Putri manja itu, aku akan menanyakannya nanti.” Ling Zhen menatap Istana Jia sebelum pergi menuju tempat kediaman pendekar Rumah Golok Perawan untuk mengambil semua berkas yang ada disana termasuk yang ada didalam Istana Jia.


Ling Zhen bertindak layaknya seorang pemberontak dan melepaskan intimidasi kepada setiap pejabat ataupun jenderal Kekaisaran.


“Aku akan meladeni kalian semua jika kalian menatapku seperti itu!” Ling Zhen menatap dingin kearah para pejabat Kekaisaran maupun jenderal Kekaisaran Jia sebelum akhirnya melepaskan Aura Kematian yang begitu pekat.


“Berikan semua berkas dokumen berharga milik kalian. Aku sarankan agar kalian memberikannya secepat mungkin sebelum aku berubah pikiran.” Perkataan dari Ling Zhen membuat semua orang di Istana Jia berkeringat dingin.


“Ba-baik!“ Jenderal Kekaisaran Jia menjawab dan segera mengambil berkas yang dimaksud Ling Zhen bersama dengan para pejabat Kekaisaran Jia.


‘Aku merasakan hawa keberadaan perempuan itu. Apa dia sengaja? Suaminya mati dan dia tetap berada didalam kamar...’ Ling Zhen merasakan hawa keberadaan Jia Lun dan mendekati sebuah kamar pribadi Jia Lun dan Jia Bao.


Apa yang Ling Zhen temukan saat membuka pintu kamar tersebut adalah sosok wanita berwajah keibuan dan tubuh matang sedang duduk diatas ranjang tersenyum nakal kearahnya.


“Aku tahu kau akan memenangkan pertempuran itu. Apa kau ingin mengambil hadiahnya? Aku siap kapanpun itu.” Dengan lekuk tubuh yang menggoda, Jia Lun sengaja menaruh kaki kanannya diatas kaki kirinya untuk memperlihatkan kedua paha mulusnya.


“Aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu.” Ling Zhen menutup pintu kamar dan berjalan menuju kamar mandi mengingat tubuhnya yang berlumuran darah.


___


Pengin update sehari satu chapter?


Vote Koinnya guys, biar ada penghasilan authornya wkwkwk.

__ADS_1


Besok lagi ya, tapi... (Boong)


__ADS_2