Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 116 - Istri Ketujuh


__ADS_3

Xue Lianhua mengobati luka Qian Yu dengan air dari Danau Pengobatan. Sungguh Xue Lianhua tidak menyangka akan menemukan seorang istri yang dipukuli dan disiksa oleh suaminya sendiri.


“Namamu Xue Lianhua bukan? Dirimu terkenal dengan julukan Dewi Salju Longxue. Jadi sekarang kau menjadi istri keempat, Zhen‘er?” Qian Yu bertanya. Dia tidak percaya Ling Zhen telah memiliki enam istri hanya dalam kurun waktu setahun. Sementara dirinya akan menjadi istri ketujuh pemuda itu.


Xue Lianhua tersenyum, “Aku tidak menyangka Bibi Qian mengetahui itu. Tetapi sekarang aku bukan lagi Dewi Salju Longxue, melainkan Xue Lianhua istri dari Ling Zhen.”


“Sepertinya kau sangat mencintainya...” Qian Yu bisa melihat Xue Lianhua menerima semua kondisi Ling Zhen dan mendukung pemuda itu.


“Bibi Qian, aku yakin dia akan membahagiakanmu. Aku sendiri tidak pantas mengatakan ini karena dia memiliki lima istri yang lain selain diriku, tetapi Gege adalah pria yang tidak pernah melakukan hal seperti mendiang suamimu. Dia memikirkan masa depan keluarganya bahkan dimataku dia berjuang terlalu keras dan selalu ikut campur masalah orang yang membuatnya tertarik. Tetapi aku menyukai sifatnya yang seperti itu.”


Qian Yu ikut tersenyum malu, “Jadi menurutmu dia sudah tertarik padaku sehingga melamarku?”


“Kemungkinan.” Xue Lianhua menjawab singkat.


Akhirnya acara pernikahan Ling Zhen dan Qian Yu digelar secara tertutup. Bahkan tidak ada sama sekali tamu undangan karena Qian Yu yang memintanya. Yang hadir hanyalah Xue Lianhua dan sosok penghulu yang memimpin acara pernikahan.


Setelah melewati berbagai proses, akhirnya Qian Yu telah resmi menjadi istri Ling Zhen. Wanita berumur empat puluh tahun itu menjadi istri ketujuh Ling Zhen.


Ling Zhen membuka telapak tangan kanannya namun tanda hati tetap berjumlah sebelas dan tidak berkurang menjadi sepuluh.


Ling Zhen mengerutkan keningnya, ‘Kenapa seperti ini? Apa Bibi Qian tidak memiliki perasaan padaku atau...’ Kata-kata hati Ling Zhen terhenti saat telapak tangan kirinya muncul sebuah tanda benang merah berjumlah satu.


‘Kenapa jadi seperti ini?’ Ling Zhen menghela nafas panjang tanpa sadar.


Qian Yu yang melihat itu kebingungan, “Ada apa Gege?” Bibir Qian Yu bergetar saat mengatakan itu.


Ling Zhen menggelengkan kepalanya, “Tidak ada apa-apa. Aku hanya memikirkan masa lalu, aku tidak menyangka kau akan menjadi istriku, Yu‘er.”

__ADS_1


Jantung Qian Yu berdebar kencang saat Ling Zhen mengatakan itu. Dia memalingkan wajahnya, dirinya sendiri tidak menyangka akan menjadi salah satu istri Ling Zhen. Terlebih umur keduanya terpaut begitu jauh bahkan Qian Yu masih menganggap Ling Zhen adalah bocah dimatanya.


Xue Lianhua mendekat dan memberikan ucapan selamat. Ling Zhen kemudian menjelaskan keinginannya kepada Xue Lianhua dan Qian Yu.


“Ikutlah dengan kami ke Lembah Dewa. Kota Jihao dan Paviliun Bulan Biru, aku yang akan mengurusnya.” Ling Zhen menatap Qian Yu yang terlihat begitu gelisah sekaligus malu.


Qian Yu menatap Ling Zhen bertanya-tanya, “Kau yang mengurusnya? Tidak, aku diberi amanah oleh Nona Ji-”


“Yu‘er, mulai sekarang kau adalah istriku dan aku adalah suamimu. Turuti perkataan suamimu ini. Aku tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi. Kau tidak perlu merasa bertanggung jawab, aku adalah suami Ran‘er, dia pasti mengerti.” Ling Zhen berdiri dan berjalan menuju halaman yang biasa digunakan untuk berlatih.


Ling Zhen mengeluarkan sebuah Pedang Sembilan Naga lalu menciptakan sebuah bayangan dari energi kehidupannya. Klon Ling Zhen memegang Pedang Sembilan Naga dan membunyikan lehernya.


“Apa perintahmu?” Klon Ling Zhen bertanya pada tubuh aslinya.


“Selama aku pergi, jaga Kota Jihao dan Paviliun Bunga Raya.” Ling Zhen menjawab lalu menoleh kearah Qian Yu.


Qian Yu terkejut melihat kemampuan Ling Zhen. Sementara Xue Lianhua mengerutkan keningnya karena Ling Zhen menggunakan energi kehidupannya kembali. Pemuda itu tidak segan-segan menggunakan energi kehidupannya untuk para istrinya dan Ibunya.


Xue Lianhua mendengar ini dari Chu Xiulan karena wanita ini yang akan bersama Ling Zhen beberapa bulan kedepan. Xue Lianhua menyadari Ling Zhen melakukan semua itu demi mendapatkan kepercayaan Qian Yu, tetapi dirinya takut Ling Zhen akan pergi meninggalkan mereka semua karena Kutukan Roh Dewa Kematian.


Ling Zhen mengerti apa yang dikhawatirkan Xue Lianhua sehingga dia tersenyum pada istri keempatnya itu saat Qian Yu memberikan beberapa catatan kepada Ling Zhen.


“Lian‘er, aku bukanlah pria sialan yang akan meninggalkan kalian semua. Aku akan tetap hidup dan mematahkan kutukan ini. Kau tidak perlu merasa khawatir.” Ling Zhen mengatakan itu dengan penuh keyakinan. Xue Lianhua tidak menjawab, sementara Qian Yu penasaran dengan ucapan Ling Zhen sehingga wanita itu bertanya kepada Xue Lianhua.


Mendengar penjelasan Xue Lianhua membuat mata Qian Yu melebar. Dia tidak mengetahui cincin yang melingkar dijari manisnya memiliki kekuatan yang seperti benda pusaka bahkan mengandung energi kehidupannya Ling Zhen.


“Bibi Qian, kau mencintai Gege bukan?” Xue Lianhua bertanya untuk memastikan.

__ADS_1


Qian Yu mengalihkan pandangannya, “Lian‘er, aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku saat ini. Disatu sisi aku merasa tidak pantas untuknya, disatu sisi aku merasa begitu bahagia sebagai seorang wanita.”


Xue Lianhua memejamkan matanya, “Kau yang tertua diantara kami berenam jadi kau harus bisa menegur Gege saat pemuda itu bertindak diluar batas. Dia itu selalu bertindak seenaknya.”


“Aku mengerti, Lian‘er.” Qian Yu menjawab.


“Dengan semua ingatanku seharusnya kau dapat membuat kelompok dagang ini lebih berkembang bukan?” Ling Zhen berkata pada klon dirinya sendiri.


“Aku mengerti itu, tetapi aku merasa malu jika harus berada diantara publik. Aku membenci keramaian.” Klon dirinya menjawab membuat Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


“Klon bertindaklah seperti klon. Kau tidak berhak memiliki perasaan yang sama denganku.”


“Baiklah, aku akan menjaga kota ini serta Paviliun Bulan Biru. Kau bisa menikmati malam pertamamu, diriku.” Klon itu tersenyum membuat Ling Zhen merasa aneh karena melihat dirinya mengatakan itu.


Setelah itu Ling Zhen menoleh kebelakang melihat Xue Lianhua sedang mengobrol dengan Qian Yu.


“Lian‘er, Yu‘er, kita berangkat.” Ling Zhen memanggil Elang Halilintar milik Chu Xiulan yang menjadi alat transportasinya.


“Kemana?” Xue Lianhua dan Qian Yu bertanya.


“Lian‘er, untuk apa kau menanyakannya? Sudah jelas kita kembali ke Lembah Dewa. Kau ikut dengan kami kan Yu‘er?” Ling Zhen menatap keatas langit dimana terlihat siluet Elang Halilintar terbang merendah.


“Aku ikut.” Qian Yu menjawab malu-malu.


“Kemasi barang-barang yang ingin kau bawa dan taruh disini, Yu‘er." Ling Zhen memberikan Cincin Ruang kepada Qian Yu.


“Baik, Gege.” Qian Yu segera masuk kedalam Paviliun Bulan Biru disusul Xue Lianhua.

__ADS_1


Ling Zhen tersenyum dan menatap telapak tangan kirinya, “Apa kau sedang mempermainkanku Dewa Kematian sialan? Kau benar-benar membuatku menjadi penggila wanita.”


__ADS_2