Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 35 - Jari Jempol, Telunjuk Dan Tengah


__ADS_3

“Seranganmu tidak terlalu buruk, sayangnya belum dapat membunuhku!”


Wang Di mengangkat tangannya, seketika muncul sekitar sepuluh ular berwarna merah yang terbentuk dari aura tubuhnya.


“Tidak kusangka, ada pendekar bumi di keluarga Wang. Apa kau datang sendiri dan tidak bersama temanmu?” Ling Zhen melebarkan aura Phoenix sambil mengalirkan tenaga dalam pada kedua kaki dan tangannya.


Wang Di tertawa mengejek, “Justru aku yang tidak menyangka akan bertemu pendekar bumi disini. Tenang saja, aku datang sendiri karena bagaimanapun aku sudah cukup untuk menghabisi semua orang di kota ini!”


Ling Zhen menyemburkan api dari mulutnya sebelum melesat cepat ke arah Wang Di.


“Kalian pergilah ke Paviliun Bulan Biru dan mulailah rencana kita!” Wang Di berteriak pada seluruh prajurit militer keluarga Wang dan pendekar Benteng Serakah.


Ling Zhen yang hendak melepaskan cakaran pada Wang Di, justru mengarahkannya ke halaman depan kediaman Walikota.


Wang Di dengan mudah menahan cakaran kaki Ling Zhen dalam wujud Phoenix, lalu memerintahkan sepuluh ular berwarna hitam untuk menyerang.


Ling Zhen mendecakkan lidahnya saat mengetahui dirinya tidak dapat menghentikan pergerakan prajurit militer keluarga Wang dan pendekar Benteng Serakah.


‘Saat seperti ini justru aku berharap padamu, Senior Yue.’ Ling Zhen berharap Yue Rou dapat melindungi Bibi Qian dan anggota Paviliun Bulan Biru yang ada di Kota Wuzhen.


“Jangan alihkan pandanganmu!” Dengan tenaga dalam yang mengalir ditelapak tangannya, Wang Di melepaskan pukulan bertubi-tubi pada tubuh Ling Zhen.


Menanggapi serangan tersebut, Ling Zhen melapisi sekujur tubuhnya dengan api Phoenix, hingga setengah wajahnya terlihat terbakar.


“Sepuluh Ular Hitam Kematian!” kedua telapak tangan Wang Di menepuk sebelum sepuluh ular berwarna hitam bergerak diudara dengan kecepatan tinggi.


Kedua sayap api berwarna merah dibelakang punggung Ling Zhen melebar sebelum membakar sepuluh ular yang hendak menggigit tubuhnya.


“Dapat menghentikan seranganku?” Wang Di mengangkat alisnya, kemudian kembali menepuk kedua telapak tangannya, dan beberapa detik kemudian mulai muncul beberapa bayangan Wang Di.

__ADS_1


Sekitar dua puluh Wang Di terbang mengelilingi Ling Zhen, mereka semua terlihat sama dan nyata bahkan memiliki serangan yang sama.


“Mari kita lihat seberapa jauh kau bertahan!” Dua puluh Wang Di mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada telapak tangannya hingga aura berwarna hitam pekat menyelimuti tangan mereka.


Bersamaan dengan Wang Di yang melakukan serangan, Ling Zhen melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar dan melakukan ledakan ketika dua puluh bayangan Wang Di mendekatinya.


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Ledakan itu menggema diudara dan menghancurkan sembilan tubuh bayangan Wang Di.


“Tidak kusangka kau dapat menghancurkan sembilan bayanganku dalam sekejap!” Seluruh bayangan Wang Di yang tersisa berbicara dan melakukan formasi penyerangan.


Bayangan Wang Di yang tersisa menyeringai bersamaan sebelum semuanya bergerak menyerang Ling Zhen.


“Tarian Api Phoenix!”


Dengan kelincahan terbangnya, Ling Zhen bergerak menghindari pukulan bayangan Wang Di dan melepaskan pukulan serta cakaran kakinya.


Wang Di yang asli menunjukkan dirinya sebelum menyemburkan air dari dalam mulutnya ke arah Ling Zhen.


Kedua sayap Ling Zhen melindungi tubuhnya, namun tidak dengan wajahnya. Melihat air yang memadat hendak menerjang dirinya, Ling Zhen juga melakukan hal yang sama.


Benturan air itu membuat Kota Wuzhen terlihat seperti diguyur hujan deras. Bahkan belum sampai sedetik setelah melakukan gencatan serangan, Ling Zhen dan Wang Di kembali melakukan pertukaran serangan.


Ling Zhen menghabisi satu demi satu bayangan Wang Di, sebaliknya Wang Di memberikan serangan mematikan yang membuat pergelangan tangan Ling Zhen terkilir.


“Seharusnya aku dapat mematahkannya, tulangnya sangat keras!” Wang Di merapatkan giginya sebelum melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar hingga muncul sepuluh tombak yang melayang diudara.


Ketika tangan Wang Di berayun, sepuluh tombak besar berwarna hitam melesat ke arah Ling Zhen.

__ADS_1


“Matilah burung kecil!”


Wang Di mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada seluruh tubuhnya untuk melakukan serangan selanjutnya. Sementara Ling Zhen mengolah pernapasan sebelum membuat ledakan beruntun selama tiga kali.


“Seni Napas Phoenix...” Ling Zhen menatap tajam sepuluh tombak yang hendak menghunus tubuhnya.


“Ledakan Sembilan Phoenix!” Tiga kali Ling Zhen menggunakan jurus ini untuk menghancurkan seluruh tombak besar berwarna hitam yang hampir menghujam tubuhnya.


Saat sepuluh tombak berwarna hitam hancur, Wang Di muncul diantara puing-puing pecahan tombak aura itu dan siap melepaskan serangannya.


Dengan cepat Ling Zhen mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada kedua telapak tangannya.


Kedua sayap api melindungi tubuhnya saat pukulan Wang Di yang membentuk serigala api menghantam perutnya.


Ling Zhen memuntahkan darah segar berjumlah besar bersamaan dengan beberapa bagian tulang rusuknya yang patah.


Namun setelah menerima serangan ini, Ling Zhen bisa melihat Wang Di telah menggunakan segenap kemampuannya sama seperti dirinya.


“InI giliranku...” Ling Zhen batuk darah setelah bergumam pelan. Kemudian terbang dengan kecepatan tinggi mendekati Wang Di.


“Tiga Cakar Api Surgawi!”


Jari jempol, telunjuk dan tengah Ling Zhen membentuk cakar yang diselimuti api. Cakar ini menembus jantung Wang Di yang tidak berkutik sedikitpun karena tidak dapat mengimbangi kecepatan Ling Zhen.


“Bocah-” Belum sempat Wang Di menyelesaikan perkataannya, dia memuntahkan darah berjumlah banyak. Sesaat kemudian matanya mendelik bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh kebawah.


Ling Zhen merapatkan giginya dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Paviliun Bulan Biru.


‘Sial! Dia benar-benar melakukannya!’ Ling Zhen menoleh ke belakang menatap tubuh Wang Di yang membentur tanah.

__ADS_1


__ADS_2