
Di Lembah Dewa terlihat dua perempuan berparas cantik menawan sedang mengumpulkan tanaman. Dalam beberapa bulan terakhir kedua perempuan nampak semakin cantik dan mempesona.
“Mi‘er, dengan semua sumber daya disini bukan tidak mungkin kita bisa membangkitkan Lembah Perawan Suci. Tetapi aku masih tidak menyangka karena akan menjadi istri dari lelaki yang lebih muda dariku...” Perempuan cantik dengan tubuh menawan yang tertutupi gaun itu menatap perempuan yang lebih muda darinya. Perempuan itu tak lain adalah Xue Lianhua.
“Senior Xue, aku bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan Saudara Ling...” Gadis muda yang tak lain adalah Que Mi memetik Bunga Mutiara Salju dan menaruhnya kedalam keranjang.
“Semoga saja dia menemukan penawar Tidur Abadi...” Que Mi menghela nafas panjang setelah bergumam pelan.
Xue Lianhua jongkok dengan anggunnya disamping Que Mi sambil telapak tangannya mencabut Rumput Seribu Alam dan menaruhnya kedalam ranjang yang dipegang Que Mi.
“Aku juga berharap besar padanya.” Xue Lianhua menanggapi ucapan Que Mi.
Kemudian keduanya kembali ke rumah sederhana yang dibuat oleh Que Mi. Sementara Xue Lianhua sibuk membersihkan rumah, Que Mi membuat sebuah pil kecantikan yang akhir-akhir dia konsumsi bersama Xue Lianhua.
Que Mi mengeluarkan tanaman-tanaman yang termasuk dalam sumber daya langka di dunia. Mulai dari Bengkoang Langit, Bunga Mutiara Salju, Rumput Seribu Alam, Tangkai Pohon Dewi dan Air Bening Lima Jelita dia campurkan ke dalam tungku pengobatan yang terbentuk dari aura tubuhnya.
Dengan konsentrasi penuh dan semua kemampuannya, Que Mi membuat sebuah pil kecantikan yang dia beri nama Pil Pesona Surgawi dengan teliti.
Que Mi mulai mencampur Air Bening Lima Warna dengan Bengkoang Langit didalam tungku, setelah Bengkoang Langit hancur dan menyatu dengan Air Bening Lima Jelita, barulah Que Mi memasukkan Bunga Mutiara Salju, Rumput Seribu Alam dan Tangkai Pohon Dewi.
Dalam kurun waktu dua jam, Que Mi terus berpacu dengan konsentrasi dan dengan teliti dia meramu Pil Pesona Surgawi. Hingga akhirnya air didalam tungku yang mendidih mulai membentuk sebuah pil berwarna putih.
__ADS_1
Lama kelamaan pil berwarna putih itu menjadi merah muda. Dan setelah terbentuk sekitar sepuluh pil barulah Que Mi mengakhiri pembuatan Pil Pesona Surgawi.
“Dengan semua tanaman herbal di Lembah Dewa ini sangat membantu perkembanganku...” Que Mi menyeka keringatnya yang menetes tipis didahi, kemudian menaruh Pil Pesona Surgawi kedalam Cincin Ruang-nya.
“Senior Xue, aku akan membuat air pengobatan.” Que Mi berkata sambil menatap Xue Lianhua yang telah membersihkan rumah.
“Apa ada yang perlu kubantu, Mi‘er?” Xue Lianhua berjalan mendekati Que Mi dan mengajukan diri untuk membantu.
Que Mi memiringkan kepalanya dan berpikir, “Hmmm, Senior Xue bisa ambilkan tong yang seperti biasa. Aku ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk calon Ibu Mertuaku.”
Xue Lianhua tertawa cekikikan, “Apa kau benar-benar jatuh hati pada pemuda itu, Mi‘er?”
“Umur Saudara Ling, satu tahun lebih tua dariku. Aku sendiri belum terlalu mengenal dirinya. Tetapi berkat dirinya aku bisa berkembang pesat seperti sekarang ini. Seiring berjalannya waktu aku yakin bisa mencintainya.” Que Mi tertawa pelan menanggapi ucapan Xue Lianhua.
Selang beberapa menit Xue Lianhua datang membawa tong air, kemudian Que Mi menaruh tumbuh-tumbuhan yang termasuk dalam tanaman herbal langka dan sumber daya ke dalam tong yang berisikan Air Bening Lima Jelita.
“Senior Xue, kulitmu semakin mulus dan putih seperti salju. Aku yakin Saudara Ling akan langsung terpana setelah melihatmu...” Que Mi terkekeh sambil menggoda Xue Lianhua.
”Hentikan, Mi‘er, kau mulai berani bercanda denganku.” Xue Lianhua menegur Que Mi dengan pipi yang bersemu merah.
“Maaf, Senior Xue...” Que Mi berhenti tertawa dan mulai fokus untuk membuat air hangat.
__ADS_1
“Bukankah dirimu juga terlihat semakin menggoda, terutama dibagian ini...” Xue Lianhua memeluk pinggang Que Mi dan tangannya mulai bergerak kesana-kemari.
“Hentikan, Senior Xue!” Tangan Xue Lianhua berakhir di dua gundukan kenyal Que Mi.
Xue Lianhua tertawa mengeledek, “Lihat, kulit lehermu sangat halus dan putih. Kau mulai tumbuh dewasa, Mi‘er.”
“Senior Xue!” Que Mi memerah wajahnya. Tidak ada yang menyangka jika kecantikan nomor satu pendekar wanita Kekaisaran Jia bersikap seperti ini saat berdua dengan juniornya.
“Maaf, Mi‘er. Habis kau yang memulainya.” Xue Lianhua terkekeh. Tak lama Que Mi menatap tajam Xue Lianhua.
“Bagianku sudah selesai. Aku ingin mandi, sisanya tugas Senior Xue bukan?” Que Mi segera pergi menuju Kolam Lima Warna.
“Mi‘er, apa kau marah?” Xue Lianhua bertanya karena gadis muda itu terlihat marah kepada sikapnya.
“Aku tidak marah.” Que Mi menjawab sambil menatap dingin Xue Lianhua.
“Hehe kau marah.” Xue Lianhua memejamkan matanya dan sesaat kemudian Que Mi pergi meninggalkan rumah.
‘Dasar remaja.’ Batin Xue Lianhua melihat Que Mi.
Tak lama Xue Lianhua mulai sibuk membasuh tubuh Ibu Ling Zhen menggunakan air hangat buatan Que Mi.
__ADS_1
___
Menurut kalian gimana reaksi Xue Lianhua sama Que Mi waktu Ling Zhen datang membawa tiga istri sama satu calon ke Lembah Dewa?