Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 20 - Sang Pelaku


__ADS_3

Malam sebelum pernikahan Jia Ruan dan Zhong Feng yang membuat gempar seisi Ibukota Jiayang, karena pernikahan ini sudah menjadi perbincangan hangat dari waktu ke waktu.


Sementara itu ditempat kediaman Keluarga Zhong, terlihat Zhong Feng tengah meniduri salah satu dayang Istana Jia. Pemuda itu bahkan tidak malu melakukannya didepan para pendekar berjubah kuning.


“Sekarang tidak ada lagi yang menggangguku! Pengawal malang itu akan digantung mati besok hari! Dan aku akan menjadi Kaisar Jia yang baru!” Zhong Feng menyeringai dan mengambil sebuah pisau kecil sebelum membunuh dayang yang menangis tidak berdaya itu.


“Tuan Muda Zhong, ayah anda telah kami bunuh bersama ibu tiri anda. Jadi sekarang apa yang akan anda lakukan pada anggota keluarga yang lain?” Terlihat salah satu petinggi Rumah Gaya Bulan yang bernama Jian Gu angkat bicara.


“Bunuh mereka semua, arwah mendiang Ibuku tidak akan tenang sebelum seluruh Keluarga Zhong terbunuh! Hanya aku yang boleh menyandang nama Zhong, dan Kekaisaran Jia ini akan menjadi persembahan untuk beliau!” Zhong Feng menginjak perut dayang yang baru dia tiduri dan menatap seluruh pendekar yang ada di penginapan Keluarga Zhong.


“Malam ini kita akan melakukan kudeta! Saat pergantian hari, berarti kita akan melakukan tengah malam nanti!” Zhong Feng memakai kembali pakaiannya dan tersenyum lebar, “Aku akan menuju tempat calon mertuaku, aku akan memberinya pelajaran bersama dayang yang melarikan diri dariku!”


Selepas kepergian Zhong Feng, Jian Gu menyuruh para pendekar berjubah kuning yang merupakan pembunuh Rumah Gaya Bulan untuk memberitahu rencana ini pada pemimpin Rumah Gaya Bulan dan dua petinggi yang lain.


Sedangkan dialun-alun Ibukota Jiayang terlihat Ling Zhen tidak berdaya, dengan rantai yang mengikat tubuhnya. Bahkan kondisinya sekarang sangat memprihatikan.


‘Menyedihkan, hanya karena ingin mengetahui orang-orang yang berhubungan dengan Sekte Pemuja Iblis, kau rela diperlakukan seperti ini...’ Rubah Putih datang menghampiri Ling Zhen dan tersenyum mengejek.


“Untuk mewujudkan ambisiku, luka seperti ini adalah harga yang murah. Lagipula ini sama sekali tidak menyakitkan dibandingkan malam itu...” Ling Zhen tertawa lirih dan menatap tajam Rubah Putih.


‘Alasanmu bukan hanya itu bukan? Kau menyukai perempuan yang telah menjadi tunangan orang lain itu, kan?’ Rubah Putih menebak dan mengeledek Ling Zhen.


“Aku sama sekali tidak peduli dengannya. Kau datang kemari bukan hanya untuk mengeledekku bukan? Cepat beritahu aku lokasi mereka semua!” Ling Zhen menyeringai, sedangkan Rubah Putih menguap lebar sebelum melompat ke kepala Ling Zhen.


‘Aku menemukan markas Rumah Gaya Bulan dan beberapa anggota Sekte Pemuja Iblis. Malam ini mereka akan melakukan pergerakan...’ Rubah Putih mulai menceritakan semua yang dia ketahui saat menjelajahi seisi Ibukota Jiayang, dan itu membuat nafas Ling Zhen naik turun saat mendengarnya.


____

__ADS_1


Bersamaan dengan Rumah Gaya Bulan dan Sekte Pemuja Iblis yang akan melakukan kudeta, Ling Zhen dan Rubah Putih juga melakukan pergerakan secara tersembunyi.


Sedangkan Jia Ruan sibuk mencari tahu kebenaran tentang tuduhan yang dijatuhkan pada Ling Zhen dan Jia Zheng sibuk mengurus pernikahan putri semata wayangnya.


Jia Ruan berjalan keluar kamarnya dan mengendap-endap menuju ruangan ibunya yang ada dilantai teratas.


Dilantai atas Istana Jia terlihat Yuan Mei sedang berbincang dengan dayang yang menjadi korban pelecehan seksual.


Saat bertanya tentang identitas pelaku, Yuan Mei melihat dayang itu ketakutan hingga seluruh tubuhnya menggigil.


Namun setelah berbincang singkat, akhirnya dayang itu membuka suara dan memberitahu Yuan Mei nama dari pelaku pelecehan seksual.


“Aku berjanji, apapun yang terjadi akan melindungimu dan menghukum pelaku berdosa ini!” Yuan Mei memegang bahu dayang itu dan berharap jika dirinya dapat mengetahui nama pelaku pelecehan seksual dan memberikan hukuman berat pada pelaku sesungguhnya.


“Dia adalah...” Dayang itu menelan ludah dan memejamkan matanya, “Tunangan Tuan Putri!”


Saat Yuan Mei dan dayang itu terdiam, pintu ruangan terbuka dan puluhan pengawal istana yang berjaga mati dengan cara mengenaskan.


“Selamat malam, Bibi Yuan.” Zhong Feng menyeringai dan menatap Yuan Mei dengan tatapan ganas, “Sepertinya malam ini aku akan mengantarmu ke tempat anggota Keluarga Yuan yang lain.”


Perkataan Zhong Feng membuat mata Yuan Mei melebar. Karena bagaimanapun insiden tiga tahun yang lalu menyebabkan kematian kakek dan nenek Jia Ruan, dan pembantaian Keluarga Yuan masih membekas dihatinya.


“Dasar tidak tahu diri!” Yuan Mei hendak menampar Zhong Feng namun tangannya dengan mudah ditangkap Zhong Feng sebelum tubuhnya dikunci.


“Diam dan perhatikan calon menantumu yang baik hati ini...” Zhong Feng menyentuh leher Yuan Mei sebelum tatapan matanya terarah pada dayang yang ketakutan saat melihatnya.


Dayang itu berlari keluar ruangan dengan ketakutan, sementara Zhong Feng tertawa keras melihatnya.

__ADS_1


“Berniat melarikan diri dariku? Tidak semudah itu!” Zhong Feng mengambil sejumlah pisau kecil dari jubahnya, lalu melemparnya dengan dialiri tenaga dalam pada dayang itu.


Dayang yang hampir keluar pintu ruangan seketika terbunuh saat sejumlah pisau kecil menembus tubuhnya. Bahkan yang lebih mengenaskan Zhong Feng melepaskan sejumlah tendangan pada punggung dayang tersebut.


“Apa kau tidak punya perasaan?! Tindakanmu sangat keji!” Yuan Mei berteriak dan menatap Zhong Feng penuh kebencian.


“Hahaha, aku keji? Apa matamu buta, calon ibu mertuaku? Aku adalah pria tertampan di Kekaisaran Jia!” Zhong Feng tersenyum lebar dan berjalan mendekati Yuan Mei, “Tidak, mungkin saja aku adalah pria tertampan di Benua Lima Warna!”


Yuan Mei meludahi wajah Zhong Feng setelah mendengar ucapan pemuda itu.


“Cuih! Bagiku kau lebih buruk dari kotoran kuda!” Mendengar hinaan Yuan Mei, mata nanar Zhong Feng menatap Yuan Mei penuh siasat sebelum tangannya menampar wajah istri dari Jia Zheng itu.


Yuan Mei meneteskan air mata mendapatkan perlakuan keji ini.


“Aku sebenarnya tidak tega melakukan ini padamu, tetapi kau yang memaksaku...” Zhong Feng mendekati Yuan Mei dan menjambak rambutnya.


“Lepaskan aku! Sakit!” Bersamaan dengan teriakan Yuan Mei, dorongan pada pintu ruangan itu membuat Zhong Feng menoleh dan terkejut karena Jia Ruan berdiri mematung dengan tubuh gemetar.


“Feng‘gege, apa yang kau lakukan?” Jia Ruan tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat, “Kenapa kau membunuh dayang ini?! Kenapa kau memperlakukan Ibunda seperti itu?!”


Jia Ruan berteriak pada Zhong Feng, namun dengan cepat pemuda itu bergerak dan membungkam mulut Jia Ruan dengan tangannya.


“Diam! Kau cukup melihatku bersenang-senang bersama Ibundamu itu!” Zhong Feng menyeringai lebar dan tertawa.


Namun sesaat sebelum tangan Zhong Feng menjambak Jia Ruan, kaca ruangan pecah dan dinding ruangan ikut retak bersamaan dengan api yang membakar bangunan.


“Zhong Feng, katakan padaku dimana orang yang bernama Lin Zi!”

__ADS_1


__ADS_2