Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 28 - Rumput Berlumur Darah


__ADS_3

Kediaman Walikota Kota Qifei terlihat ramai, terutama dihalaman depan dan ruang tengah. Para petinggi Sekte Kalajengking Hitam berkumpul diruang tengah dikelilingi perempuan paruh baya ataupun muda yang menari, sementara pemimpin kelompok ini sedang meminum arak menunggu tengah malam menghisap manis para perempuan yang berkumpul di kediaman.


Anggota Sekte Kalajengking Hitam menunggu giliran dihalaman depan setelah para petinggi dan pemimpin mereka puas bermain dengan perempuan yang menari malam ini.


Angin malam terasa begitu dingin sekaligus tenang, para perampok Sekte Kalajengking Hitam yang meminum arak menatap ke langit berharap cuaca malam ini mendukung.


“Angin malam ini terasa berbeda dari biasanya...”


“Malam ini memang berbeda, karena banyak perempuan diatas umur tiga puluh menari bersama kita!”


Para perampok yang meminum arak mulai mabuk, bahkan kebanyakan yang berkumpul dihalaman depan sudah mabuk.


Saat tidak ada angin berhembus dihalaman depan, suasana yang tenang itu dimanfaatkan Ling Zhen untuk bergerak.


Ling Zhen melihat dari atas, “Aku akan menghabisi mereka dengan cepat.” Sebelum terbang lebih rendah, Ling Zhen mengeluarkan Rantai Raja Neraka dari Ruang Dewa dan memulai aksinya.


Dengan rantai yang memancarkan aura hitam pekat, Ling Zhen menghabisi para perampok dihadapannya. Dia merenggut nyawa perampok dan mempersembahkan jiwa mereka pada Rantai Raja Neraka.


‘Aku selalu merasa Pusaka Dewa ini memiliki roh, tetapi perasaan ini...’ Ling Zhen merasakan Rantai Raja Neraka bergerak dengan sendirinya, dan menembus jantung perampok dengan mudahnya.


Ditengah-tengah kebingungan, para perampok Sekte Kalajengking Hitam berlarian ke halaman depan hingga seluruh halaman depan kediaman penuh dengan anggota Sekte Kalajengking Hitam.


Ling Zhen menggelengkan kepalanya karena merasa tindakannya terlalu menarik perhatian. Tetapi dia tidak merasa takut justru menatap semua perampok yang mengepungnya dengan santai.

__ADS_1


“Penyusup!”


“Beraninya dia membunuh teman-teman kita!”


“Pemuda ini tidak sadar jika dirinya telah masuk kedalam kandang singa!”


Mendengar ucapan para perampok membuat Ling Zhen tersenyum tipis dan menarik Rantai Raja Neraka untuk mengamati reaksi pemimpin Sekte Kalajengking Hitam.


‘Membunuh pemimpin mereka akan mempercepat masalah ini, tetapi mereka semua akan kuatasi terlebih dahulu...’ Ling Zhen membatin pelan sebelum bergerak cepat menyerang para perampok.


Rantai Raja Neraka bergerak cepat dan mengikat tubuh para perampok, lalu menghancurkannya dengan lilitan yang diselimuti api.


Melihat kemampuan Ling Zhen yang jauh diatas mereka, para perampok Sekte Kalajengking Hitam yang tersisa berniat memanggil petinggi dan pemimpin mereka tetapi pergerakan Ling Zhen begitu cepat dan membunuh semua perampok dihalaman depan tanpa membiarkan satupun perampok melarikan diri ataupun melapor.


Jubah Ling Zhen berlumuran darah, terlebih Rantai Raja Neraka. Dengan tenang, Ling Zhen melepaskan aura pembunuh ke arah ruang tengah kediaman.


Reaksi para petinggi terkejut saat halaman depan yang seharusnya berwarna hijau, menjadi merah penuh darah. Bahkan rumput berubah warnanya karena berlumur darah.


“Siapa kau?! Kau mempunyai nyali yang cukup besar karena berurusan dengan kami!” Salah satu petinggi menarik pedang dan menyerang Ling Zhen, sementara para petinggi yang lain mengamati situasi terlebih dahulu sebelum menyerang Ling Zhen secara bersamaan.


Ling Zhen menyambut tebasan pedang para petinggi Sekte Kalajengking Hitam dengan Rantai Raja Neraka.


Walau bertahan, Ling Zhen terkesan menyerang. Setelah menahan lima puluh serangan para petinggi Sekte Kalajengking Hitam, Ling Zhen menaruh Rantai Raja Neraka kedalam Ruang Dewa sebelum mengeluarkan Pedang Sembilan Naga.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, Ling Zhen sudah menghabisi seluruh petinggi dan masuk kedalam kediaman.


Matanya menatap pemimpin Sekte Kalajengking Hitam yang tidak mempedulikan kekacauan diluar. Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam justru sibuk menikmati perempuan yang menari atas perintah dan ancamannya.


“Cih, membuatku muak!” Ling Zhen menghilang sebelum berada didekat pemimpin Sekte Kalajengking Hitam dan mencekik lehernya.


“Apa maksudmu? Beraninya kau membunuh seluruh anggotaku!” Ekspresi pemimpin Sekte Kalajengking Hitam begitu merendahkan Ling Zhen.


“Aku akan memaafkanmu, jika kau menjadi pengikutku menggantikan mereka. Dan tenang saja, karena aku akan berbagi denganmu.” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam justru menyeringai dan sesekali melirik perempuan yang sedang menari dan ketakutan.


Ling Zhen menghujamkan pedangnya, namun pemimpin Sekte Kalajengking Hitam berhasil menahannya dengan sebuah pisau kecil.


“Tidak menjawab ajakanku, justru mengabaikanku! Sepertinya kau harus tahu dimana kau berpijak!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam melepaskan puluhan pisau dan melemparnya ke arah perempuan yang ada diruang tengah.


Ling Zhen menyambut setiap pisau kecil yang mengarah pada perempuan. Kemudian dia bergerak cepat memaksa sosok pria yang berniat menjadikan perempuan sebagai sandera.


Dengan satu kali tebasan yang tajam, Ling Zhen berhasil membuat pemimpin Sekte Kalajengking Hitam keluar kediaman.


“Pendekar Bumi Tahap Puncak, aku tidak menyangka akan melawan musuh sepertimu!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam terbang ke atas sebelum melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar.


Ling Zhen mengejarnya dan melepaskan aura pembunuh miliknya. Benturan kedua aura pembunuh membuat udara disekitar Ling Zhen menjadi sangat panas.


“Apa kau bisu? Kenapa tidak menjawab perkataanku?!” Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam mengalirkan sejumlah tenaga dalam pada pisau kecil yang ada ditangannya.

__ADS_1


Ling Zhen juga melakukan hal yang sama dan mulai mengalirkan tenaga dalam pada bilah Pedang Sembilan Naga.


Bahkan sebelum pedang dan pisau kecil bersentuhan, tekanan dari benturan aura membuat hembusan angin yang sangat kencang bahkan gelombang kejut yang tercipta begitu besar.


__ADS_2