Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 131 - Guyuran Hujan


__ADS_3

Dibawah guyuran hujan terlihat seorang gadis cantik berumur dua puluh dua tahun berlari dari kejaran sejumlah pria yang merupakan seorang pendekar.


“Nona Li! Apa kau berpikir dirimu bisa melarikan diri dari kami?!” Terlihat seorang pria membawa golok tajam menyeringai dan menatap gadis itu.


“Jangan sakiti tubuhnya! Li Hua adalah permata gadis bangsawan! Kita harus membawanya dalam keadaan baik pada Yang Mulia Bao!” Salah satu pendekar menegur temannya itu.


“Aku mengerti! Tetapi sangat disayangkan jika kita langsung membawanya ke Yang Mulia Bao bukan?!” Pendekar itu justru menatap tajam Li Hua yang tersandung.


“Betapa bodohnya kepala keluarga Li membiarkan gadis secantik ini keluar dari Kota Limeng seorang diri!” Pendekar tersebut kembali berkata.


Beberapa saat kemudian hujan reda dan dalam sekejap Li Hua sudah dikepung dari berbagai arah. Li Hua sendiri tidak menyadari jika dirinya berlari mendekati sungai.


“Tidak ada jalan keluar! Sebaiknya kau menuruti perkataan kami! Lagipula kau akan menikmatinya nanti!” Salah satu pendekar melepaskan aura pembunuh untuk mengintimidasi Li Hua.


Namun saat pendekar tersebut melepaskan aura pembunuh dirinya terkejut saat merasa aura yang lain. Aura ini nyata milik seorang pendekar, tetapi aura pekat itu sangat berbeda.


Pendekar itu menyapu seluruh area disekitarnya. Dia menemukan seorang pemuda sedang duduk bersila diatas air sungai. Pemuda itu hanya mengenakan kain yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan duduk bersila dengan santainya tanpa mempedulikan hujan.

__ADS_1


“Hei, lihat. Apa orang itu gila?” Salah satu pendekar menunjuk pemuda itu.


‘Kenapa aku harus berakhir seperti ini? Mereka merencanakan pembunuh pada Ayahku, aku harus mencegahnya.’ Li Hua dengan kegelisahan dan ketakutan menyapu seluruh pandangannya mencari celah.


Namun pandangannya berhenti dan menatap ke satu arah yakni aliran sungai. Dimana seorang pemuda tampan dengan tubuh atletis sedang duduk bersila dan tidak merasa terganggu sedikitpun.


‘Siapa pemuda itu? Wajahnya tidak asing. Apa aku mengenalnya?’ Li Hua memperhatikan dengan seksama sebelum kedua matanya melebar, ‘Bukankah dia... Tuan Ling?’


Pemuda itu membuka matanya secara bertahap dan tersenyum tipis menoleh kearah Li Hua.


“Lama tidak berjumpa, Nona Li. Apa yang kau lakukan ditengah hutan seperti ini?” Pemuda itu berkata dengan suara dingin. Setelah itu dia berdiri dan melompat.


“Tuan Ling!” Li Hua tidak percaya jika pemuda itu adalah Ling Zhen. Sebuah pertanyaan muncul dalam benaknya. Apa yang dilakukan Ling Zhen ditengah hutan seperti ini? Mengapa pemuda itu tidak mengenakan pakaian atasnya? Apa dia tidak sadar dibawah sana terlihat bagian yang menonjol dan membuat Li Hua tersipu malu?


“Sepertinya kau baik-baik saja Nona Li. Beruntung aku berada disini. Jika tidak...” Ling Zhen tidak melanjutkan perkataannya dan menatap tajam seluruh pendekar yang mengenakan jubah Aliansi Bulan Darah.


“Satu jari kalian menyentuhnya! Aku akan membunuh kalian semua!” Ling Zhen tersenyum dingin dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar.

__ADS_1


Ling Zhen membentuk sebuah pedang tak kasat mata dan menghilang dari pandangan semua pendekar yang hendak menculik Li Hua.


“Tuan Ling!” Li Hua bersemu merah pipinya melihat Ling Zhen berada dihadapannya.


Ling Zhen tersenyum tipis dan menyentuh kepala Li Hua lembut, “Pejamkan matamu sebentar.” Li Hua menuruti perkataannya dan memejamkan matanya.


Yang Li Hua dengar selanjutnya adalah teriakan para pendekar yang mengepungnya. Sedangkan tangan Ling Zhen masih menyentuh kepalanya.


Beberapa saat suasana menjadi hening dan sunyi. Tidak ada suara teriakan ataupun bau amis darah yang menyengat. Li Hua sebenarnya ketakutan, namun keberadaan Ling Zhen membuatnya tidak merasakan takut sedikitpun.


“Jangan buka matamu.” Li Hua kembali mendengar suara Ling Zhen. Dia menuruti perkataan Ling Zhen dan memejamkan matanya selama beberapa menit sebelum akhirnya Ling Zhen menyuruh dirinya untuk membuka mata.


“Buka matamu, Nona Li.” Yang pertama kali Li Hua lihat adalah wajah tampan Ling Zhen yang begitu dekat dengannya.


“Jelaskan padaku, mengapa dirimu bisa ada disini?” Ling Zhen khawatir karena tindakan gegabah Li Hua bisa saja membuat gadis itu mengalami pengalaman pahit.


“Aku...” Li Hua menelan ludah dan memalingkan wajahnya melihat Ling Zhen yang meminta penjelasan.

__ADS_1


Li Hua menceritakan mengapa dirinya bisa ada di hutan ini dan dikejar-kejar pendekar dari Aliansi Bulan Darah.


__ADS_2