Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 148 - Efek


__ADS_3

IW 148 - Efek


“Tuan Muda, kau menginginkan apa? Harta, tahta, wanita? Aku bisa membantumu mendapatkan semua itu! ” Gong Wang berkeringat dingin melihat Ling Zhen menatap tajam dirinya.


“Aku menginginkan nyawamu. ” Ling Zhen menjawab sambil mencekik leher Gong Wang dan menghancurkannya tanpa ragu.


Setelah membunuh Gong Wang dan suami Zhang Xue, Ling Zhen menatap para petinggi Rumah Golok Perawan. Zheng Li, Luo Feng dan Meng Du, itukan nama ketiga petinggi Rumah Golok Perawan.


“Jika kalian bertiga ingin hidup, maka turuti perintagku ini. ” Ling Zhen dengan cepat melepaskan Aura Raja Neraka dan memanipulasi aura mengerikan itu menjadi sebuah rantai. Rantai itu tertancap dijantung Zheng Li, Luo Feng dan Meng Du.


“Tuan, apa yang kau lakukan?! ” Luo Feng menjaga jarak dan merasakan sakit disekitar tubuhnya saat rantai aura yang dilepaskan Ling Zhen menyatu dengan tubuhnya. Kondisi Zheng Li dan Meng Du kurang lebih sama.


“Besok kumpulkan semua anggota Rumah Golok Perawan ditempat ini tanpa terkecuali. Aku ingin kalian berguna untukku, karena aku akan memulai pertempuran dengan Aliansi Bulan Darah. ” Mendengar perkataan Ling Zhen membuat wajah Zheng Li, Luo Feng dan Meng Du memburuk.


Ketiganya tidak dapat membantah selain membungkuk dan memberi jawaban, “Baik, Tuan. Kami akan melaksanakan perintahmu. ”


Ling Zhen tersenyum menyeringai dan memegang dadanya. Dia merasakan panas memenuhi tubuhnya, Ling Zhen berniat melampiaskan efek perangsang dengan membunuh suami Zhang Xue dan Gong Wang namun kenyataannya obat perangsang yang diberikan Zhang Xue pada minuman hangat melebihi perkiraannya.


“Sekebal apapun tubuhku terhadap racun, aku tidak akan kebal menahan hasrat ini. ” Ling Zhen mencari Zhang Xue dan menemukan wanita paruh baya itu sedang berada di panggung pelelangan.


“Bocah nakal, kenapa wajahmu merah? ” Zhang Xue menatap Ling Zhen tajam dan menyadari efek obat perangsang yang dia berikan telah bekerja.


Ling Zhen menarik tubuh Zhang Xue dengan kasar dan mencium paksa bibir manis wanita paruh baya itu, “Emmsssshh... ” Suara kecupan dari mulut Zhang Xue terdengar.


Ling Zhen melepaskannya, “Nyonya, kau harus bertanggung jawab. Kau paham maksudku bukan? ” Ling Zhen menatap Zhang Xue penuh birahi.


Begitu juga dengan Zhang Xue yang sudah penasaran dengan keperkasaan Ling Zhen, “Bukankah kau akan melakukan itu hanya dengan wanita yang kau sukai? ”


“Jangan menggodaku, Nyonya. ” Ling Zhen meraba pinggul Zhang Xue dan turun kebawah meremas bongkahan padat yang menggairahkan.


“Aaahhh! ” Zhang Xue terkejut, “Kau telah membunuh suami bodohku. Katakan padaku apa aku masih pantas untukmu? ”


“Nyonya, kau pandai merayu. Kau masih cantik dan menggoda.” Ling Zhen memegang telapak tangan Zhang Xue dan menuntunnya untuk memegang sesuatu dibalik celananya, “Kau membuatnya bangun dan kau harus bertanggung jawab untuk menidurkannya. ”


Tanpa basa-basi Ling Zhen membawa Zhang Xue menuju sebuah ruangan nnomor satu. Ruangan tertutup itu masih ada Jia Lun yang sedang membersihkan pahanya yang penuh cairan.


Jia Lun terkejut saat mendengar suara pintu ditutup dan dia lebih terkejut saat melihat Ling Zhen dan Zhang Xue saling berpelukan dan mencium satu sama lain.

__ADS_1


‘Mereka.’ Jia Lun bersembunyi dibelakang kain yang menutupi tempat ganti pakaian dan menyaksikan bagaimana Ling Zhen membaringkan tubuh Zhang Xue penuh kelembutan sambil melepaskan pakaian atas Zhang Xue.


“Bocah nakal, aku tidak menyangka kau sangat agresif. Aku ini sudah tua dan kau masih muda. Apa kau yakin melakukan itu denganku? ” Zhang Xue menahan tubuh Ling Zhen dan mengecup singkat bibir pemuda itu.


“Jangan bicara lagi. Kau masih cantik, sayang. ” Ling Zhen meremas gundukan kenyal Zhang Xue kuat-kuat membuat tubuh Zhang Xue menggeliat hebat.


“Kau terlalu kasar, bocah nakal! Akh! ” Zhang Xue tidak menyangka akan merasakan bergairah saat melakukan hubungan ini.


Ling Zhen hendak melepaskan pakaian atas Zhang Xue namun tangannya ditahan.


“Biarkan aku yang memuaskanmu. ” Zhang Xue menindih tubuh Ling Zhen dan mulai melancarkan aksinya. Memberikan kenikmatan kepada Ling Zhen dan membuat pemuda itu melayang.


Kedua bibir menyatu dan kedua tangan saling meraba merasakan kenikmatan masing-masing. Zhang Xue menatap kagum milik Ling Zhen yang terlepas sepenuhnya dari sarangnya.


“Bocah nakal, kau berumur sembilan belas tahun bukan? Ini terlalu besar... ” Bibir Zhang Xue terbuka dan matanya menatap sayu pusaka milik Ling Zhen yang gagah perkasa. Bukan hanya Zhang Xue saja yang terkejut dan tergoda, Jia Lun sendiri sudah basah melihat aksi Ling Zhen dan Zhang Xue ditambah saat mengetahui ukuran pusaka Ling Zhen sangat besar.


‘Sudah berapa banyak pria yang memperkosaku. Tetapi aku belum pernah melihat yang sebesar ini.’ Jia Lun memerah wajahnya saat melihat Zhang Xue memberikan pelayanan kepada Ling Zhen.


Ling Zhen mengelus kepala Zhang Xue dan tersenyum, “Nyonya, pelan! Argh! ” Ling Zhen baru kali ini merasakan pelayanan seorang perempuan yang membuat dirinya mengerang hebat. Kepalanya terasa nyeri, namun kenikmatan yang diberikan Zhang Xue membuat Ling Zhen melayang.


“Uhuk... Uhuk..! Huek!” Zhang Xue batuk dan mengeluarkan cairan dari mulutnya sebelum menelannya.


“Bocah nakal, beraninya kau melakukan itu padaku?! ” Zhang Xue biasanya akan merasa jijik dan marah saat Guang Liang menyuruhnya melakukan ini, tetapi saat Ling Zhen memaksanya, Zhang Xue justru menikmatinya.


Ling Zhen mengecup pipi Zhang Xue dan menggigit daun telinganya, “Maaf, sayang. Kau sangat pandai memanjakanku. Aku boleh meminta itu sekarang? Aku ingin merasakan kehangatan tubuhmu. ” Ling Zhen hendak membaringkan tubuh Zhang Xue namun Zhang Xue menggelengkan kepalanya.


“Aku diatas. ” Zhang Xue tersenyum, “Tanpa kau minta, aku juga ingin merasakan milikmu ini, bocah nakal. Mulai saat ini hati dan tubuhku ini hanya untukmu. Aku milikmu, Zhen‘er.”


Walaupun pakaian Zhang Xue dan Ling Zhen belum terlepas tetapi tubuh keduanya sudah siap melakukan penyatuan. Zhang Xue dengan tubuh dewasanya merangkak diatas Ling Zhen dan memegang pusaka Ling Zhen untuk bersarang di tempat semestinya.


“Ini terlalu besar. Ini lebih besar dari milik dua pecundang itu.” Zhang Xue menurunkan tubuhnya dan menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Walaupun hanya ujungnya yang masuk, tetapi kedua kaki Zhang Xue sudah bergemetar hebat.


“Engghhh! ” Suara tertahan Zhang Xue terdengar merasakan sesuatu yang memenuhi tubuhnya. Mata Zhang Xue sayu saat mengetahui milik Ling Zhen tidak masuk sepenuhnya.


Baik Ling Zhen ataupun Zhang Xue tidak menyadari jika ada Jia Lun yang melihat perbuatan mereka. Ling Zhen sendiri tidak mempedulikan sekitarnya yang ada dipikirannya sekarang hanyalah Zhang Xue.


“Sayang, milikmu sangat sempit! ” Ling Zhen memegang kedua bongkahan padat dan bulat milik Zhang Xue.

__ADS_1


“Hngggh! Ahhh! Milikmu yang terlalu besar, Zhen’er! ” Zhang Xue bergerak liar mengimbangi pergerakan Ling Zhen.


Ling Zhen tersenyum lebar dan mencium leher mulus Zhang Xue. Wanita seperti Zhang Xue yang mampu memberikan pelayan yang belum pernah dia rasakan tentu membuat Ling Zhen bersemangat.


Zhang Xue baru pertama kali merasakan kenikmatan seperti ini. Dia tidak pernah mendapatkannya dari suaminya yang telah mati ataupun Guang Liang. Bersama Ling Zhen, Zhang Xue merasakan kebebasan.


Tubuh Zhang Xue melengking berulang kali, suara desahannnya menjadi teriakan tercekat. Ling Zhen terus menggoyang pinggul Zhang Xue hingga keduanya melakukan pelepasan secara bersamaan.


Nafas Zhang Xue tidak beraturan saat mengetahui Ling Zhen membalikkan tubuhnya sehingga sekarang dirinya berada dibawah.


“Bocah nakal kita istirahat dulu... ” Zhang Xue terkejut saat Ling Zhen mulai menyatukan tubuh mereka berdua kembali.


“Akh! “


“Aku akan membuatmu terbang sayang. “ Ling Zhen memacu tubuhnya diatas tubuh Zhang Xue dan menggapai puncak kenikmatan dunia.


“Bocah ooooh, tunggu aku keluar! Ssshhhh! ”


Tubuh Zhang Xue lemas tidak berdaya setelah Ling Zhen benar-benar membawa dirinya merasakan kenikmatan puncak yang belum pernah dia rasakan.


Yang membuat Zhang Xue terkejut adalah pusaka Ling Zhen yang masih tegak berdiri. Zhang Xue ingin mempertahankan kesadarannya tetapi akhirnya dia pingsan saat Ling Zhen menggerakkan tubuhnya dari atas.


Ling Zhen membenamkan tubuhnya dalam-dalam diatas tubuh Zhang Xue yang terngkurap.


“Sepertinya aku berlebihan... ” Ling Zhen menyadari Zhang Xue pingsan. Namun dia akui baru kali dirinya mendapatkan perlawanan hebat dari perempuan selain Chu Xiulan.


Ling Zhen melepaskan tubuhnya dan berbaring sambil memegang pusakanya yang masih terbangun, “Aku benar-benar melakukannya... ”


Saat Ling Zhen memejamkan matanya dia terkejut saat menyadari ada hawa keberadaan seseorang didekat mereka berdua.


‘Sial! Aku sampai lupa dengan hawa keberadaan seseorang karena wanita ini!’ Ling Zhen menatap wajah Zhang Xue yang tersenyum lelah namun menunjukkan kepuasan.


Ling Zhen sendiri masih belum menuntaskan hasratnya. Efek perangsang masih tersisa dan membuat Ling Zhen berdiri menghampiri ruang ganti pakaian.


Namun sebelum Ling Zhen membuka kain yang menutupi ruangan itu, Jia Lun lebih dulu membukanya.


“Menarik, aku tidak menyangka akan melihat kejadian yang menggemparkan. ” Jia Lun menatap tajam Ling Zhen dan mengalihkan pandangannya dari pusaka Ling Zhen yang tegak berdiri menantang langit dan siap menghunus kedalaman jurang surgawi.

__ADS_1


__ADS_2