
Sinar matahari mulai terlihat, perlahan Ling Zhen membuka matanya dan melihat Ji Yanran yang tertidur memeluknya. Senyuman tipis menghiasi wajahnya sebelum Ling Zhen membalas pelukan Ji Yanran dan mengecup keningnya lembut.
Ji Yanran tersenyum dan memeluk Ling Zhen lebih erat, “Zhen‘gege, hari ini perwakilan dari keluarga Wang akan datang ke kota ini. Dan mereka memiliki niat tersembunyi...”
Ling Zhen bangkit dan menarik napas panjang menatap jendela, “Ceritakan padaku, Ran‘er, aku adalah suamimu. Dan kau adalah istriku, bergantung padaku karena kau adalah wanitaku.”
Dengan tenang dan tatapan dingin, Ling Zhen berbicara. Melihat itu, jantung Ji Yanran berdetak kencang karena bagaimanapun pemuda dihadapannya terlihat sangat diandalkan.
Ji Yanran menceritakan pada Ling Zhen tujuan Wang Tao yang membawa pengawal dari keluarga Wang hanya untuk melakukan ancaman padanya sekaligus pembantaian sepihak jika dirinya menolak.
Ling Zhen membelai rambut Ji Yanran dan membenamkan kepala perempuan itu kedadanya.
“Ran‘er, apa yang terjadi jika aku membunuh seluruh keluarga Wang?” Ling Zhen bertanya.
Mendengar itu Ji Yanran segera bangkit dan menatap Ling Zhen dalam, “Zhen‘gege, apa kau akan membunuh orang tak bersalah juga?”
Ling Zhen mengepalkan tangannya, “Bukan itu tujuanku, aku hanya akan membunuh akar dari kebusukan ini! Aku akan memastikan mereka mati dengan cara yang paling menderita!”
Ji Yanran bisa melihat sekarang sosok Ling Zhen yang tenggelam karena dendam. Memang membunuh keluarga Wang akan membuat Kekaisaran Qing kearah yang lebih baik, tentu banyak masyarakat yang terbebaskan dari tirani keluarga Wang, tetapi menurut Ji Yanran membunuh bukanlah cara yang baik untuk balas dendam.
“Aku tidak menyangka kau dapat memiliki pemikiran seperti itu, Ran‘er. Aku yang terlalu muda atau kau yang terlalu dewasa. Kau hebat, karena dapat memaafkan mereka yang telah membunuh orang tua, saudara dan keluargamu.” Ling Zhen hendak meninggalkan kamar, namun Ji Yanran menahannya.
“Ada apa? Apa kau ingin menyambut Wang Tao dan membiarkan para bedebah sialan itu berbuat semaunya!” Pandangan Ling Zhen dan Ji Yanran berbeda sehingga keduanya sekarang terlihat bersitegang.
“Apa kau cemburu? Kenapa kau marah padaku?” Ji Yanran menarik tangan Ling Zhen sebisanya.
“Aku adalah suamimu sekarang!” Ling Zhen menatap tajam Ji Yanran yang terdiam, “Dengar, aku tidak ingin kau menyesali keputusanmu! Dunia ini lebih kejam dari yang kau kira! Saat kau memilih tidak untuk membunuh mereka, maka banyak orang diluar sana menderita!”
__ADS_1
Ji Yanran sadar dengan perkataan Ling Zhen, tetapi dia tidak menyangka Ling Zhen akan berbicara keras padanya hingga membuat dirinya gemetaran.
“Pejamkan matamu!” Ling Zhen menatap tajam Ji Yanran. Bahkan ucapannya itu membuat Ji Yanran segera menutup matanya.
“Seseorang harus melakukannya! Seseorang harus mengotori tangannya!” Ling Zhen menghela napas panjang setelah berkata demikian, lalu memeluk Ji Yanran dengan erat.
“Ran‘er, selama ini kau sudah menderita. Bukankah aku sudah katakan padamu, bergantung lah padaku...” Ling Zhen membelai rambut Ji Yanran dan menatap mata yang terpejam.
Ji Yanran meneteskan air matanya dan membalas pelukan Ling Zhen sebelum mengeluarkan seluruh kemarahannya selama ini.
“Zhen‘gege, aku akan menceritakan tentang ini...” Saat Ji Yanran menceritakan tentang Festival Naga, Ling Zhen mendengarnya dengan seksama.
“Jadi menurutmu ini bisa membuatku bekerjasama langsung dengan Kaisar Qing...” Ling Zhen tersenyum tipis setelah mendengar penjelasan Ji Yanran tentang Festival Naga.
___
Beberapa jam setelah meninggalkan Kota Jihao, sekarang Ling Zhen sedang berada disebuah hutan yang dekat dengan jalan besar dimana Wang Tao akan melewatinya.
“Jalan pikiran Senior Yue susah ditebak...” Ling Zhen menggaruk kepalanya sambil menajamkan seluruh inderanya.
Saat Ling Zhen memejamkan matanya, dia merasakan hembusan angin yang menerpa tubuhnya diiringi suara langkah kaki kuda.
Segera Ling Zhen turun dari pohon dan mendarat tepat didepan rombongan kereta kuda.
“Siapa kau?! Beraninya menghalangi jalan Tuan Muda Tao!” Salah satu pendekar yang mengawal perjalanan Wang Tao mendekati Ling Zhen.
Sebilah pedang diarahkan tepat disamping lehernya, namun Ling Zhen tersenyum tipis dan tidak merasakan ketakutan apapun saat pedang itu bersentuhan dengan kulitnya.
__ADS_1
“Apa kau siap mati?” Ling Zhen berkata dengan dingin. Tangan kanannya sudah dipenuhi aura yang membuat pisau telapak tangannya tajam.
“Hah? Suaramu tidak kedengaran-” Kepala pendekar yang menodongkan pedang padanya seketika terlepas dari tubuhnya.
Melihat itu, sekitar dua puluh pendekar yang mengawal Wang Tao segera membentuk formasi dan melepaskan aura pembunuh. Sementara Wang Tao keluar dari kereta kuda dan memperhatikan Ling Zhen yang membunuh salah satu pengawalnya.
“Setelah membunuh salah satu pengawalku, aku berikan izin padamu untuk memperkenalkan dirimu, pemuda tampan.” Dengan sombong, Wang Tao menatap rendah Ling Zhen.
“Justru aku yang harus mengatakan ini pada kalian! Karena bagaimanapun kalian semua akan mati ditanganku!” Ling Zhen melepaskan aura pembunuh yang membuat Wang Tao dan pengawalnya menelan ludah bergidik ketakutan.
Ling Zhen menghilang dari pandangan Wang Tao sebelum satu demi satu teriakan para pendekar yang mengawalnya terdengar.
Dalam sekejap sembilan belas pengawal Wang Tao tergeletak tak bernyawa. Ling Zhen muncul dibelakang Wang Tao sebelum memberikan tendangan tepat diwajah Wang Tao.
“Katakan pada seluruh anggota keluargamu ataupun orang-orang yang bekerjasama denganmu...” Ling Zhen menjambak rambut Wang Tao dan menatapnya dingin, “Ling Zhen, akan membunuh kalian semua jika diantara kalian berani mengusik Ji Yanran!”
Setelah berkata demikian, Ling Zhen memukul wajah Wang Tao berulang kali. Hingga beberapa saat tangan kanannya ditahan seseorang yang muncul dari dalam kereta kuda.
Wang Tao sudah babak belur dan terkapar ditanah, “Senior Hu Jun, kenapa anda tidak segera membantuku...”
Pendekar itu mendekati Wang Tao sebelum melepaskan tenaga dalamnya berjumlah besar, seketika empat orang muncul dari bayangannya.
“Tuan Wang, pemuda ini setara denganku bahkan melebihiku. Aku tidak ingin berurusan dengan orang yang ingin membalaskan dendam kematian keluarganya. Apa kau tidak melihat tatapan matanya?” Segera Fu Hen melompat ke atas dan terbang dengan kecepatan meninggalkan Ling Zhen.
Ling Zhen berniat mengejarnya, tetapi dia mengingat rencana yang dia susun dengan Ji Yanran, tetapi dirinya sudah menghancurkan rencana tersebut.
“Aku tidak memakai penutup wajah dan memberitahu namaku. Maaf, Ran‘er, sepertinya aku memang ingin melindungimu dengan namaku sendiri!” Sambil melepaskan aura pembunuh berjumlah besar, Ling Zhen menatap dingin empat petinggi Benteng Serakah yang kemampuannya setara dengan Wang Di.
__ADS_1
“Seni Napas Phoenix...” Ling Zhen menarik napas panjang sebelum bergerak cepat menyerang empat petinggi Benteng Serakah.
____