Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 48 - Akhir Dari Benteng Serakah


__ADS_3

Benteng Serakah yang merupakan kekuatan terbesar aliran hitam memusatkan kekuatannya di Ibukota Qinghong. Berkat bantuan Feng Shin, akhirnya tiga pemimpin sekte ini berhasil menyusup ke Ibukota Qinghong tanpa kesulitan yang berarti.


Fu Hen, Yang Miau dan Hu Jun, ketiga pemimpin tertinggi Benteng Serakah ini sekarang berdiri dihadapan Ling Zhen dan Bing Xiaoya.


“Jadi gadis ini yang memiliki Tubuh Yin? Jangan biarkan dia kabur! Karena Senior Wu akan senang dengan hadiah ini!” Salah satu dari Tiga Raja Serakah yang bernama Fu Hen menjilat pedangnya dan menyeringai.


‘Tubuh Yin?’ Ling Zhen mengangkat alisnya sebelum menyambut tebasan tajam Fu Hen. Dari samping serangan cambuk mengejarnya.


“Saudara Hu, tangkap gadis itu hidup-hidup!” Sekarang Yang Miau yang ikut menghadang Ling Zhen.


“Aku berharap bisa mencicipi tubuh gadis ini!” Hu Jun menyeringai dan mulai melepaskan sejumlah tebasan golok kepada Bing Xiaoya.


“Dengan berkumpulnya, seluruh anggota Benteng Serakah di tempat ini, maka ini akan lebih mudah bagiku untuk membunuh kalian semua!” Ling Zhen menggigit jari jempolnya lalu meneteskan darah pada Rantai Raja Neraka, seketika Rantai Raja Neraka bergerak cepat membunuh pendekar Benteng Serakah.


Fu Hen mengayunkan pedangnya dari jauh menciptakan ratusan tebasan api berbentuk sabit, sementara Yang Miau memainkan cambuknya yang dialiri tenaga dalam untuk mengikat Ling Zhen.


Pergerakan Ling Zhen begitu lincah membuat keduanya kewalahan, namun Fu Hen dan Yang Miau mendengar tentang Ling Zhen yang membutuhkan penawar Racun Darah Buas dari Feng Shin, sehingga keduanya berniat memancing amarah Ling Zhen dengan provokasi.


“Aku dengar kau adalah suami dari Nona Ji. Sekarang salah satu perwakilan Sekte Pemuja Iblis yang kami kagumi sedang menuju kesana...” Fu Hen berkata dengan nada mengejek dan tidak berniat memperlambat tempo serangannya, “Hari ini Kota Jihao akan menjadi lautan darah! Aku akan memberimu penawar Racun Darah Buas dan membiarkanmu pergi dari sini jika kau tidak menghalangi kami untuk menangkap gadis itu!”


Ling Zhen menatap dingin Fu Hen yang terus memprovokasinya, “Kau pikir dirimu sedang berbicara dengan siapa?! Berniat memancing amarahku? Kau berhasil melakukannya, jadi aku tidak segan lagi!”


Tiba-tiba Ling Zhen menghilang setelah mengayunkan Pedang Sembilan Naga. Cipratan darah memenuhi udara saat tangan kanan Fu Hen putus seketika, “Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Kobaran Darah Semesta!”


Mata Fu Hen melebar, tubuhnya berkeringat dingin menyadari nyawanya terancam. Dihadapannya sekarang dia bisa melihat Ling Zhen memiliki kemampuan berbeda dari Pendekar Bumi Tahap Puncak biasanya.

__ADS_1


Fu Hen mengerang kesakitan dan memusatkan tenaga dalam pada tangan kanannya yang putus.


“Kita harus mengulur waktu sampai Saudara Hu menangkap gadis itu!” Yang Miau mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada cambuknya sebelum cambuknya berubah bentuk menjadi ular berwarna hitam yang ganas.


Cambuk Yang Miau mengejar Ling Zhen diudara, selain dipenuhi racun, cambuk milik Yang Miau dapat membunuh Pendekar Suci Tahap Puncak kebawah jika terkena serangannya.


“Menarik...” Ling Zhen berputar diudara menghindari cambuk Yang Miau, lalu menggerakkan Rantai Raja Neraka untuk menahannya.


Mata Yang Miau melebar, lidahnya berdecak, lalu mulai memutar otaknya karena tidak menyangka semua rencana yang telah disusun dengan sangat rapi berantakan karena sosok Ling Zhen yang misterius.


Ling Zhen menatap Rantai Raja Neraka miliknya yang saling melilit dengan cambuk milik Yang Miau, pandangan matanya terarah pada pendekar Benteng Serakah yang menang jumlah dan berhasil membunuh setengah jumlah dari pendekar Lembah Hujan.


“Tarian Api Phoenix!” Ling Zhen bergerak lincah diudara melewati Fu Hen dan Yang Miau, lalu melesat cepat mendaratkan cakaran kaki yang berapi-api pada pendekar Benteng Serakah yang mengepung Kaisar Qing dan keluarganya.


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Ling Zhen bergerak cepat membunuh setiap pendekar Benteng Serakah, pertempuran ini sudah mendekati akhir setelah banyak pendekar Lembah Hujan yang berguguran. Terlebih para tokoh utama dari kedua belah pihak sedang bertarung sengit.


Ling Zhen ingin menghabisi anggota pendekar Benteng Serakah sebanyak mungkin, hingga akhirnya tubuhnya dipenuhi aura pembunuh yang mengerikan. Bahkan perwakilan Sekte Pemuja Iblis, Xin Jian, tertawa melihat aksi Ling Zhen.


Ling Zhen melihat mayat pendekar Lembah Hujan yang telah gugur karena melindungi Kaisar Qing, “Kematian kalian tidak sia-sia, aku akan memastikan Benteng Serakah akan berakhir hari ini!”


Setelah berkata demikian, Ling Zhen kembali bergerak menuju tempat Fu Hen dan Yang Miau yang sibuk memulihkan tenaga dalam mereka.


“Pemuda yang mengerikan. Aku tidak menyangka dapat melihat orang yang memiliki aura pembunuh mendekati Senior Wu!” Fu Hen melepaskan aura pembunuh yang dia miliki.

__ADS_1


Yang Miau secara diam-diam hendak mengganggu pertarungan Bing Xiaoya dan Hu Jun, namun Ling Zhen yang mengetahui hal itu segera menggerakkan Rantai Raja Neraka untuk menahan setiap serangan cambuk milik salah satu dari Tiga Raja Serakah itu.


Ling Zhen menyadari kondisi Mata Dewa tidak berlangsung lama sehingga dia berniat menghabisi Fu Hen dan Yang Miau secepatnya.


“Aliran Sembilan Naga Pertama ~ Satu Auman Halilintar!” Dengan cepat Ling Zhen mengaliri Pedang Sembilan Naga dengan tenaga dalam sebelum menebaskannya.


Kemudian dia beralih ke teknik lainnya setelah melihat Fu Hen dan Yang Miau kehilangan konsentrasi mereka.


“Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Hitam Putih Kehampaan!” Menyadari pergerakan Fu Hen melambat, Ling Zhen segera mengakhiri nyawa salah satu dari Tiga Raja Serakah itu dengan tebasan pedangnya.


Melihat Fu Hen mati seketika ditangan Ling Zhen, ekspresi Yang Miau memburuk.


“Senior Wu! Kenapa dia lama sekali!” Yang Miau mengumpat saat melihat Ling Zhen terbang kearahnya. Secara membabi-buta dia memainkan cambuk kesayangannya.


“Cakar Raja Phoenix!” Ling Zhen dapat menghindari setiap cambukan yang dipenuhi tenaga dalam, sebelum mendaratkan cakar kaki yang dipenuhi api pada jantung Yang Miau.


“Matilah!” Ling Zhen menatap tubuh Yang Miau yang terhempas kebawah. Kemudian dia mengalihkan pandangannya menatap Bing Xiaoya, terlihat gadis itu berimbang melawan Hu Jun.


Namun selang beberapa saat, aliran napas Bing Xiaoya tidak stabil karena Hu Jun jauh lebih kuat darinya. Segera Ling Zhen membantu Bing Xiaoya, namun saat dirinya sudah berada didekat Bing Xiaoya, seketika sebuah tombak berukuran besar menghancurkan tanah yang dia pijak dan menembus tubuh Hu Jun.


“Saudara Ling! Dia!” Bing Xiaoya dengan napas tidak teratur menatap pria berjenggot panjang yang masuk kedalam kubah penghalang.


Ling Zhen mengernyitkan keningnya, “Serangan ini milik siapa...” Kata-kata Ling Zhen terhenti karena melihat sosok yang hampir membunuhnya dua belas tahun lalu.


“Keparat ini akhirnya menunjukkan diri!”

__ADS_1


__ADS_2