Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 98...


__ADS_3

Hari itu Monik pergi bersama Desta seperti apa yang telah mereka rencana sebelumnya. Mereka sedang mengawasi rumah Rasid dan istrinya Indah.


"Apa benar ini rumahnya?." Tanya Monik.


"Iya benar." Jawab Desta.


"Kamu yakin kan?." Tanya Monik lagi.


"Aku yakin Nik, karena sudah dua bulan mereka menempati rumah ini, semenjak Rasid di pindah tugaskan ke Surabaya." Jawab Desta.


"Bagus aku bisa manfaatkan istrinya." Ucap Monik.


"Lihat saja akan aku balas semua


Jm8 Jm7 ." Ucap Monik dalam hati.


**********


Sudah hampir tiga bulan usia pernikahan Farel dan Ranty. Kehidupan mereka sangat bahagia dan tidak ada gangguan sama sekali. Setiap pagi rutinitas yang di lakukan oleh Ranty sebagai ibu rumah tangga adalah menyiapkan segala sesuatu untuk suami dan anaknya. Pagi itu setelah membangunkan Farel untuk sholat shubuh Ranty langsung masuk ke kamar Rafi dan Edi melakukan hal yang sama membangunkan mereka dan menyuruhnya sholat subuh.


Setelah bangun dan mengambil air wudhu mereka semua melaksanakan sholat berjamaah yang di pimpinan oleh Farel. Karena hari itu adalah weekend setelah sholat subuh Edi lebih memilih kembali ke kamarnya karena ingin melanjutkan tidurnya. Sedangkan Farel dan Rafi masuk ke kamar utama melanjutkan tidur mereka juga.

__ADS_1


Setelah sholat seperti biasa Ranty pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk mereka semua hari itu Ranty menyiapkan sarapan sederhana yaitu nasi goreng telur kesukaan Rafi dan ayam goreng dan tidak lupa empat gelas susu, satu gelas teh dan kopi. Setelah menyiapkan itu semua Ranty lanjut merapikan kamar Rafi sebelum dia masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Ranty masuk ke dalam kamar membawa segelas susu hangat untuk Rafi dan secangkir kopi kesukaan Farel. Ranty melihat kedua jagoan nya yang masih tidur sambil berpelukan membuatnya bahagia. Ranty berjalan kearah tempat tidur ukuran King size.


"Sayang ayo bangun sudah siang katanya mau main ke rumah nenek sama kakek hari ini." Ucap Ranty.


"Sebentar bunda masih ngantuk." Ucap Rafi yang makin mempererat pelukannya ke Farel.


"Mas ayo buruan bangun mandi. Mama Cici ingin kita ke rumahnya pagi. Kita juga harus menjemput Yoga juga karena dia juga ingin ikut." Ucap Ranty membangunkan Farel.


"Lima menit lagi ya sayang." Jawab Farel.


"Ya sudah kalau kalian gak mau bangun! Bunda pergi saja ke rumah tante Lesti." Ucap Ranty mengancam mereka berdua.


"Sayang aku juga bangun." Ucap Farel.


Mereka berdua langsung bangun mendengar ancaman Ranty.


"Rafi bangun naik ke atas, masuk ke kamar mandi beres - beres apa yang akan di bawa ke rumah kakek sekali bangunin Om Edi ajak dia sarapan kalau Rafi sudah selesai semua jangan lupa sebelum naik minum susunya dulu." Ucap Ranty.


"Siap bun." Jawab Rafi lalu meminum susu yang sudah di siapkan Ranty dan buru - buru naik ke atas.

__ADS_1


Tinggalah Farel dan Ranty di dalam kamar, saat Ranty hendak berdiri, tiba-tiba Farel menarik Ranty ke atas tempat tidur. Ranty pun langsung berbaring di sebelah Farel. Saat itulah kesempatan Farel, dengan cepat Farel menindih tubuh Ranty. Sebelum mencium Ranty Farel sempat tersenyum nakal kepadanya. Tanpa meminta ijin dengan cepat Farel mencium bibir istrinya yang merupakan candunya. Farel terlihat rakus seperti orang yang tidak pernah mendapatkan makanan. Karena perbuatan Farel, Ranty pun mulai menikmati ciuman yang di berikan oleh Farel. Tiba-tiba Rafi berteriak memanggil Ranty yang membuat Farel menghentikan permainan saat itu.


"Bunda, bundaaaa .... ". Teriak Rafi memanggilnya Ranty.


"Ganggu saja." Ucap Farel kesal.


"Mas Farel juga yang salah. Gak tahu waktu." Ucap Ranty.


"Gak tahu waktu gimana, yang jelas kalau ada kesempatan itulah waktunya, lihat tar malam." Ucap Farel.


"Iya... Iya...." Jawab Ranty sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Bunda, bunda...." Panggil Rafi lagi.


"Iya sayang bunda ke sana sekarang." Jawab Ranty dengan keras.


"Sudah, mas mandi dulu sana, baju sudah aku siapin." Ucap Ranty lalu pergi meninggalkan Farel untuk menemui Rafi


Setelah semua sudah siap mereka pun melanjutkan dengan sarapan bersama. Ranty mengingatkan kepada Edi untuk menjaga rumah selama mereka tinggal pergi. Walau ada bik Iyah dan pak Dadang yang ikut menjaga tetapi Ranty tetap mengingatkan.


Bik Iyah adalah pembantu Farel sejak Nata masih hidup, bik Iyah bertugas membersihkan dan merapikan rumah mencuci dan setrika baju. Bik Iyah tidak pernah menginap di rumah, setelah pekerjaan selesai semua dia bisa langsung pulang ke rumah. Beda dengan pak Dadang dia adalah penjaga rumah sekaligus tukang kebun. Pak Dadang akan siap siaga berada di rumah.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2