Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 62...


__ADS_3

"Kamu istirahat dulu saja pasti kamu capek." Ucap Ibu Dewi senang.


"Iya bu." Jawab Ranty lalu berjalan menuju kamar.


"Ran." Panggil pak Purnama.


"Iya Yah." Jawab Ranty.


"Nanti malam kamu undangan pak Farel dan anaknya untuk makan malam bersama kita." Ucap Pak Purnama.


"Untuk apa Yah?." Tanya Ranty.


"Ya Om Farel bakalan di intrograsi sama ayah lah mbak, masa' gak tahu." Ucap Edi.


"Kamu undang saja dia ke sini, ayah mau menanyakan sesuatu kepada dia." Ucap Pak Purnama.


"Iya Yah nanti aku hubungi mas Farel. Sekarang Ranty masuk kedalaman kamar dulu." Ucap Ranty.


"Cieh yang sekarang sudah manggil dengan sebutan mas Farel.... He... He... He...." Ucap Edi menggoda Ranty.


Ranty yang mendengarkan godaan Edi langsung melempar bantalan kursi yang ada di samping pintu kamarnya dan beruntungnya lemparan Ranty tepat sasaran ke wajah Edi.


"Rasain itu." Ucap Ranty senang dan langsung masuk kedalam kamar.


Setelah masuk kedalam kamar Ranty langsung membersihkan dirinya masuk kedalam kamar mandi. Karena waktu sholat dhuhur hampir selesai, Ranty pun langsung melaksanakan sholat dhuhur dan langsung di lanjut sholat asyar. Saat hampir selesai melaksanakan sholat ibu Dewi masuk kedalam kamar untuk menanyakan sesuatu, dia pun duduk di sebelah putri nya yang baru saja selesai melaksanakan sholat.


"Ada apa bu?." Tanya Ranty.


"Untuk makan malam nanti kita pesan saja ya, Ibu lihat di dalam lemari es mu tidak ada bahan untuk di masak." Jawab ibu Dewi.


Sambil tersenyum lebar. "Maaf bu Ranty lupa untuk belanja kemarin. Kalau gitu biar Ranty pesan saja, memang ibu dan ayah mau makan apa untuk makan malam nanti?." Tanya Ranty sambil mengambil hpnya.


"Lho kok tanya ibu sama ayah mau makan apa, kita kan mengundang calon suami mu setidaknya kamu harus memesan makanan yang di sukai olehnya kok nanya ibu dan ayah mau makan apa." Ucap Ibu Dewi.

__ADS_1


"Memang harus ya bu? Mas Farel orangnya gak ribet masalah makanan, jadi aku pesan makanan kesukaan ayah saja ya." Ucap Ranty sambil melihat hpnya untuk menghubungi Lesti.


"Terserah kamu lah."


"Ibu senang kamu sudah bisa melupakan masa lalu mu dan mau menerima lelaki lain untuk menjadi suami mu. Apa kamu sudah siap dengan ini semua nak?." Tanya ibu Dewi.


"Insyaallah sudah siap bu. Untuk saat ini aku gak mau menyakiti atau di sakiti, terutama menyakiti Rafi,.......... (Ranty menceritakan tentang kejadian saat di lamaran Farel)aku yakin dengan pilihan dan keputusan ku kali inu." Ucap Ranty setelah menceritakan semua.


"Kamu sudah dewasa jadi kamu bisa mengambil keputusan yang bijak." Ucap Ibu Ranty mengingatkan.


"Oh iya bu, Ranty mau cerita kemarin aku bertemu dengan mas Rasid." Ucap Ranty.


"Apa! Dia sudah menemui mu, apa sih mau nya." Ucap Ibu Dewi kesal.


"Apa dia menemui ibu juga?." Tanya Ranty heran.


"Iya kalau gak salah dua minggu yang lalu dia sempat ke rumah, tetapi ibu gak mau menemuinya dan sempat ibu dengar dari teman-teman ibu arisan kalau Rasid sudah cerai. Ibu minta kamu hati - hati dengan nya, kalau bisa kamu harus menceritakan ini kepada Farel supaya gak ada kesalah fahaman di antara kalian." Ucap Ibu Dewi.


"Iya bu." Jawab Ranty.


Malam hari semua makanan sudah siap di meja makan. Kali ini Ranty memesan makanan kesukaan Pak Purnama dan Rafi dari restoran Lesti. Sate ayam dan kambing, gulai, cap cai, perkedel kentang, ayam goreng dan tidak lupa spageti makanan kesukaan Rafi. Tak lama Farel dan Rafi pun datang menerima undangan dari pak Purnama.


"Ting tong." Suara bel berbunyi.


Ranty yang mendengar suara bel pintu berbunyi dan mengetahui kalau yang berada di balik pintu adalah Farel dan Rafi langsung berjalan menuju pintu dan membukakannya.


"Assalamualaikum." Ucap salam Farel dan Rafi.


"Waalaikumsalam." Jawab Ranty.


"Masuk mas."


"Iya makasih. Permisi pak, bu." Ucap Farel.

__ADS_1


"Ayo masuk nak Farel." Ucap Ibu Dewi yang mempersilahkan masuk.


Farel dan Rafi masuk kedalam dan duduk di ruang tamu yang di sana ada Pak Purnama yang sedang duduk santai sambil menikmati segelas kopi.


"Duduk pak Farel." Ucap Pak Purnama.


"Ini yang namanya Rafi?." Tanya Pak Purnama.


Rafi hanya menganggukkan kepalanya karena merasa takut melihat pak Purnama yang baru dia lihat. Ranty yang tahu ketakutan dan kebingungan Rafi akhirnya memperkenalkan pak Purnama kepada Rafi.


"Sayang ini ayah bunda, ayo salim dulu." Ucap Ranty yang menyuruh Rafi.


Rafi pun langsung berjalan menghampiri pak Purnama dan Ibu Dewi. Rafi menyalimi tangan mereka berdua dan langsung duduk di antara mereka berdua.


"Kamu kelas berapa sekarang." Tanya Pak Purnama.


"Rafi kelas satu sekarang....." Ucap Rafi yang bingung mau memanggil apa.


"Panggil kakong saja Rafi." Ucap Ibu Dewi yang berada disebelahnya.


"OK uti." Jawab Rafi.


"Oh iya sebelum aku berbicara dengan mu, kita makan dulu, biar tidak terlalu malam." Ucap Pak Purnama.


"Oh iya bun Om Edi mana kok gak keliatan dari tadi?." Tanya Rafi kepada Ranty yang sedang menyiapkan piring.


"Oh iya sampai lupa sama tu anak, kamu panggil Om Edi di dalam kamarnya sayang." Ucap Ranty.


"OK bun." Ucap Rafi.


Rafi langsung memanggil Edi yang berada di dalam kamar, setelah semua berkumpul mereka pun makan malam bersama.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2