Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 77...


__ADS_3

Waktu pun tiba Ranty yang sedang duduk di dalam kamar menunggu Farel mengucapkan ijab qobul. Sedangkan Farel berada di tempat yang telah di persiapan untuk acara akad nikah. Setelah semua sudah siap dan Farel berada didepan penghulu dan pak Purnama acara ijab qabul pun dimulai.


Pak Purnama


"Saudara Farel Putra Hermawan bin Hermawan Putra saya nikahkan engkau dengan anak saya Ranty Aprilia dengan mas kawin sebesar dua juta dua puluh satu ribu dan cincin berlian di bayar tunai...."


Farel dengan tarikan satu nafas langsung mengucapkan ijab


"Saya terima nikah dan kawinnya Ranty Aprilia binti Purnama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..."


"Bagaimana para saksi...?." Tanya penghulu melihat kekanan kekirinya.


"Sah....sah....sah...." Kata para saksi.


Semuanya merasa lega karena proses ijab qabul berjalan dengan lancar. Farel yang tadinya begitu gugup dan gelisah kini merasa lega dan tenang dalam hatinya.


Di dalam kamar Ranty yang mendengarkan Farel mengucapkan ijab qobul dengan lancar dan sekarang mereka akhirnya sah langsung berucap syukur dan berdoa di dalam hatinya agar pernikahan mereka di ridhoi oleh Allah.


Setelah ijab selesai, Ranty pun di dampingi oleh ke dua sahabatnya Lesti dan Fitri keluar kamar untuk menemui Farel yang sekarang telah menjadi suaminya.


Semua mata menatap kagum akan kecantikan dan keanggunan yang dimiliki oleh Ranty. Termasuk Farel yang matanya tidak berkedip melihat kecantikan dan keanggunan istrinya hingga mata nya pun sempat berkaca - kaca. Ranty pun duduk di samping suaminya Farel memberikan senyuman yang indah kepada Farel, mereka menandatangani akte nikah dengan begitu mereka adalah suami istri yang sah secara agama dan hukum. Usai menandatangani akte, Ranty mencium tangan suaminya dan Farel pun mencium kening istrinya. Mereka saling memasangkan cincin kejari mereka, Ranty memakaikan cincin kepada Farel begitu pula ssbaliknya. Usai acara itu mereka pun sungkem kepada kedua orang tua, mereka memberikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada orang tua yang telah membesarkan mereka.


Setelah acara inti selesai, dilanjutkan acara resepsi yang akan di adakan di sebuah gedung yang ada di kota Semarang. Farel dan Ranty beristirahat sebentar sebelum melanjutkan acara resepsi. Farel mengajak Ranty untuk masuk kedalam kamar sebelum Ranty darinya mempersiapkan diri mereka untuk acara resepsi.

__ADS_1


"Ran ada yang ingin aku bicarakan dengan mu, ikut aku ke kamar sebentar ya." Ajak Farel.


"Memang ada apa sih mas, kayak gak ada nanti saja, bukannya sekarang belum waktunya malam pertama kan masih siang." Ucap Lesti yang sedang asik ngobrol dengan Ranty.


"Sudahlah Les mungkin Farel sudah tidak tahan lagi." Ucap Rico.


"Apa sih, gak ada hubungannya dengan itu, tenang saja aku masih bisa tahan tunggu saja permainan ku nanti malam akan aku buat Ranty tidak bisa turun dari tempat tidur." Ucap Farel.


"Sudah - sudah jangan membahas itu, malu di kalau kedengaran orang. Memang mas Farel mau membicarakan apa? Memang gak bisa kalau di bicarakan di sini?." Tanya Ranty.


"Di kamar saja! Ayo nanti keburuan orang yang akan merias kita masuk dalam kamar." Ucap Farel sambil menarik tangan Ranty menuju kamar Ranty.


"Sabar Rel, pelan - pelan saja." Ucap Rico menggoda Farel.


"Ada apa sih mas, kenapa wajah mu terlihat sedih seperti itu, seharusnya hari ini kamu terlihat senang. Apa kamu menyesal sudah menikah dengan ku." Ucap Ranty.


"Kok bicara seperti itu sih Ran, aku sangat dan sangat senang karena menikah dengan mu dan hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk ku. Aku mengajak mu ke sini hanya ingin memberikan mu ini." Ucap Farel sambil memberikan sebuah kotak cincin.


"Apa ini mas?." Tanya Ranty sambil menerima kotak itu.


"Ini cincin milik Nata yang kamu minta, maaf aku gak bisa memberikan cincin milik Nata sebagai mahar seperti apa yang kamu minta, tetapi cincin ini tetap milik mu, semua apa yang aku miliki adalah milik mu juga. Kamu gak marah kan." Ucap Farel.


"Iya aku gak marah kok, mama kemarin juga sudah memberitahu ku masalah ini, aku gak mempermasalahkan masalah ini kok mas." Jawab Ranty dengan tenang.

__ADS_1


"Makasih ya sayang." Ucap Farel mencium kedua tangan Ranty.


Ranty menganggukkan kepalanya.


Tanpa berfikir panjang Farel langsung memeluk Ranty dengan mesra, di pandanginya wajah Ranty dengan pelan dan tanpa meminta persetujuan Ranty Farel langsung mencium bibir Ranty dengan lembut. Ranty yang mendapatkan perlakuan itu dari Farel terkejut hanya bisa diam dan pasrah. Mereka berdua sama-sama menikmati ciuman panas itu. Tiba-tiba pintu kamar di ketuk yang membuat Ranty melepaskan ciuman dan pelukan Farel. Farel pun yang sedang menikmatinya langsung terlihat kesal dan marah.


"Ganggu saja gak tahu apa lagi enak - enaknya." Ucap Farel kesal.


"Sudah sana, mas lihat siapa yang mengetuk pintu." Ucap Ranty.


Farel langsung berjalan menuju pintu kamar untuk membuka dan melihat siapa yang mengetuk pintu sedangkan Ranty duduk di depan menjadi rias untuk merapikan lipstik pada bibir yang terlihat berangkat akibat perbuatan suaminya.


Pintu pun di buka oleh Farel dan di lihatnya yang mengetuk pintu itu adalah Lesti yang mengantar penata rias yang akan merias Ranty lagi karena acara resepsi akan segera di laksanakan. Lesti dan penata rias yang melihat Farel yang terlihat sedikit berangkat hanya tersenyum dan menahan tawanya.


"Mas sudah di tunggu sama penata rias satunya di kamar sebelah untuk membantu mas Farel memakaikan pakaian dan merias mas Farel agar lebih ganteng." Ucap Lesti sambil tersenyum lebar.


"Iya makasih." Ucap Farel melangkah keluar kamar.


"Oh iya mas Farel, nanti tolong ditahan dulu ya untuk mencium, kalau Ranty sudah selesai di rias dan tolong riasannya jarang di berantakin lagi, apalagi pada bagian bibir. Bisakan bertahan sampai acara resepsi selesai." Ucap Lesti yang langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintu.


Farel yang bingung dengan ucapan Lesti langsung membalikkan badan dan hendak bertanya akhirnya mengurungkan niatnya karena pintu kamar sudah terlanjur di tutup.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2