
Rico yang berada di luar ruangan terkejul melihat Farel keluar memapah Monik dan meninggalkan Ranty terdiam di dalam ruangan kerjanya. Farel yang melihat Rico juga tidak menghiraukan keberadaan sahabatnya itu, dia tetap pergi bersama dengan Monik.
Di dalam ruangan Ranty hanya bisa diam tidak menyangka kalau suaminya lebih memilih membela wanita lain dari pada istrinya sendiri. Rico berjalan menghampiri shanty sebelum masuk ke dalam ruangan kerja Farel, dia meminta Shanty yang berada di situ untuk pergi menemui sekretarisnya terlebih dahulu sebelum Rico menyuruhnya kembali Shanty tidak boleh kembali ke tempatnya. Setelah Rico menyampaikan hal itu, barulah Rico masuk ke dalam ruang kerja Farel.
Perlahan Rico berjalan menghampiri Ranty yang terdiam di depan meja kerja Farel dan dia mulai bertanya.
"Ran kamu gak apa-apa?." Tanya Rico.
Ranty menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan membuat perasaannya sedikit tenang.
"Maaf ya mas membuat ribut di kantor." Ucap Ranty.
"Gak masalah kok. Kamu baik-baik saja kan?." Tanya Rico.
"Iya aku baik-baik saja." Jawab Ranty.
"Oh iya mas, pasti mas Farel akan lama kembali ke ruangannya, bolehkah aku menitipkan makan siang dan kunci mobil ini kepada mas Rico." Ucap Ranty.
"Boleh sini nanti akan aku berikan kepada Farel kalau dia sudah kembali ke sini." Jawab Rico.
"Makasih mas, aku kembali ke rumah sakit dulu untuk kerja." Ucap Ranty sambil berjalan meninggalkan ruangan Farel.
Saat Ranty masih di depan pintu ruangan, Rico menyuruhnya untuk pergi ke rumahnya menemui Lesti, mungkin dengan menceritakan masalahnya perasaan akan jauh lebih tenang.
"Ran." Panggil Rico
"Iya mas." Jawab Ranty sambil berbalik kearah Rico.
"Lesti sekarang ada di rumah beberapa hari ini perasaan dan moodnya kurang baik, bisa gak kamu temani dia." Ucap Rico.
__ADS_1
Ranty hanya menganggukkan kepalanya karena tahu apa yang dia maksud dari ucapannya itu.
"Makasih ya mas." Jawab Ranty.
"Kalau sudah sampai tolong kamu suruh Lesti untuk menghubungi ku." Ucap Rico.
Ranty pun pergi meninggalkan Rico yang berada di dalam ruangan kerja Farel setelah menjawab ucapan Rico dengan menganggukkan kepalanya.
**********
Farel dan Monik sudah sampai di lantai bawah tempat di mana Monik magang, Farel mengajak Monik ke ruang rapat agar lelusa berbicara saat itu.
"Kaki mu apa sudah gak sakit lagi?." Tanya Farel.
"Sudah gak sesakit yang tadi sih kak." Jawab Monik.
"Memang kenapa kak? aku hanya memberikan Kakak kopi saja kok." Ucap Monik.
"Kalau aku bilang cukup ya cukup! ini terakhir kalinya kamu memberikan ku kopi dan aku gak mu kamu menemui ku lagi faham." Ucap Farel pergi meninggalkan Monik.
Di saat itu Monik hanya bisa menahan emosi dan amarahnya walau rencananya gagal tapi dia merasa senang karena saat di ruang kerja Farel, Farel lebih memilih menemaninya ke bawah dari pada mendengarkan Ranty dan memberikan penjelasan kepada Ranty.
Setelah mengantarkan Monik turun ke bawah, Farel buru-buru kembali ke ruang kerjanya. Saat dia kembali Farel melihat meja kerja Shanty sudah kosong tetapi pintu ruang kerja miliknya terbuka, Farel pun langsung masuk ke dalam ruangannya dia mengira kalau Ranty masih menunggunya di dalam. Saat masuk ke dalam Farel hanya melihat Rico yang sedang duduk menunggu dirinya.
"Mana Ranty Ric?." Tanya Farel.
"Oh....aku kira kamu sudah lupa sama istri mu." Jawab Rico mengejek.
"Aku serius tanya Ric." Ucap Farel.
__ADS_1
"Aku juga serius jawab, aku heran sama kamu kenapa kamu lebih memilih Monik si ulat keket itu ketimbang istri mu?." Tanya Rico.
"Aku gak mau ada keributan jadi aku memilih mengantarkan Monik dulu, baru akan aku jelaskan semuanya kepada Ranty." Jawab Farel.
"Kamu salah seharusnya kamu memilih memberi penjelasan kepada Ranty, kamu bisa kan menyuruh Monik untuk pergi sendiri tanpa mengantarnya, dasar bodoh." Ucap Rico kesal.
Farel terdiam lalu duduk di sebelah Rico. "Aku bingung Ric." Ucap Farel.
"Memang kamu gak ada rasa curiga terhadap Monik Rel dengan apa yang terjadi terhadap mu?." Tanya Rico.
Farel hanya menggelengkan kepalanya. "Aku juga gak tahu aku merasa ada yang aneh saja setiap aku berada di dekat Monik." Jawab Farel.
"Sebenarnya aku gak mau terlalu ikut campur urusan rumah tangga mu. Oh iya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu. Kamu pernah menyuruh ku untuk menyelidiki tentang orang yang mengikuti dan mengawasi Ranty ada atau tidak kan." Ucap Rico.
"Iya gimana hasilnya?." Tanya Farel.
"Ternyata memang ada orang yang mengikuti Ranty dan dirimu. Aku curiga kalau orang yang mengikuti kalian itu adalah orang suruhan Monik dan hebatnya mereka setiap kali orang kita akan menangkap selalu saja lepas dan hilang." Jawab Rico.
"Siapa lagi musuh ku." Ucap Farel.
"Dasar bodoh, bukan orang dekat yang kamu curigai tetapi masih memikirkan musuh yang lain. Aku akan suruh orang untuk mengawasi Monik lagi. Kamu selesaikan urusan mu dengan Ranty beri dia penjelasan yang jelas dan minta maaf lah. Oh iya Ranty juga menitipkan itu untuk mu jangan lupa di makan suruh nya." Ucap Rico menunjuk meja yang diatasnya terdapat kantong berisi makanan dan kunci mobil.
"Tunggu Ric, kamu tahu di mana Ranty sekarang?." Tanya Farel kepada Rico yang hendak keluar ruangan Farel.
"Mana aku tahu itu kan istri mu." Jawab Rico singkat lalu pergi meninggalkan Farel.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1