
Setelah Farel mendengarkan cerita dan penjelasan Ranty serta melihat hasil test darah nya yang mengandung narkotika dia tidak percaya kalau dirinya telah dijebak oleh Monik dengan cara memberikan dia sebuah kopi.
"Maafkan aku sayang aku benar-benar tidak tahu tentang hal ini dan aku lebih percaya ucapan Monik dari pada mendengarkan ucapan mu." Ucap Farel sambil meremas rambut serta kepalanya.
Ranty langsung menarik dan menggenggam tangan Farel untuk menguatkan dia. "Sekarang mas Farel kan sudah tahu siapa di balik semua ini, mas Billy juga sudah bertindak dan Monik akan di pindahkan ke kantor cabang Malang disisa masa magang nya. Sekarang mas Farel harus fokus dengan penyembuh mas Farel akibat pengaruh kopi itu." Ucap Ranty.
"Makasih ya sayang, aku benar-benar minta maaf aku gak bisa menepati janjiku untuk tidak menyakiti hati mu." Ucap Farel menyesal dan langsung memeluk Ranty.
Ranty pun membalas pelukan Farel dengan pelukan hangat nya.
**********
Monik terkejut karena hari itu dia mendapatkan kabar kalau ada beberapa anak magang yang akan di pindahkan ke kantor cabang dan namanya termasuk salah satu dari anak magang yang akan di pindahkan.
Monik ingin meminta bantuan kepada Farel agar dia tetap ditempatkan di kantor pusat, tetapi mulai dari kemarin HP milik Farel tidak dapat di hubungi. Monik pun langsung pergi ke lantai tujuh kantor Farel, saat Monik bertanya kepada Shanty sekertaris Farel, dimana Farel? dia mengatakan untuk beberapa hari ini Farel tidak akan masuk kerja dan saat Monik menanyakan alasannya Shanty hanya menjawab tidak tahu.
Karena kesal dan tidak mendapatkan jawabannya Monik pun terpaksa menghubungi Ranty untuk menanyakan Farel dimana karena hanya dialah yang mengetahui keberadaan Farel dimana. Monik pun langsung mengambil HP-nya dari dalam saku baju lalu menghubungi Ranty. Beberapa kali Monik mencoba menghubungi Ranty tetapi tidak ada jawaban atau Ranty mengangkat telepon dari dirinya.
Saat Monik mencoba menghubungi Ranty, tiba-tiba Monik melihat Rico berjalan menuju lift, Monik pun langsung memanggil dan menghampiri Rico. Rico yang mendengar panggilan Monik pun berbalik kearah Monik yang sedang menghampiri nya. Saat itu Rico mencoba menghadapi Monik dengan tenang agar Monik tidak curiga kalau dirinya sudah mengetahui semua apa yang terjadi terhadap Farel.
"Kak Rico tunggu." Panggil Monik sambil berlari menghampiri Rico.
__ADS_1
"Ada apa?." Tanya Rico.
"Emm.....Kakak tahu gak Kak Farel kemana aku cari dari tadi kok gak ada." Tanya Monik hati-hati.
"Untuk apa kamu mencarinya. Lagian kamu magang di sini bukan di divisi ini, tetapi divisi pemasaran, mending kamu magang yang benar gak usah aneh-aneh." Ucap Rico.
"Aku cuma mau memberikan kopi ini seperti biasanya. Ini juga ada kopi untuk kak Rico." Ucap Monik dengan nada polosnya.
"Gak perlu kamu memberikan kopi ini lagi kepada kami berdua, karena kopi mu ini bukan kopi melainkan racun." Ucap Rico dan menekan kata racun pada bagian akhir kalimatnya.
Wajah Monik pun langsung terlihat pucat dan tegang pikirannya mulai gak karuan karena rencananya sudah ketahuan.
"Racun apaan sih kak ini beneran kopi, jangan asal nuduh deh." Ucap Monik.
Monik pun terdiam perasaannya mulai kacau dan kesal, kedua tangannya terus saja meremas celana panjangnya. Tak mau berfikir terlalu panjang akhirnya Monik langsung menghubungi Desta untuk mencari informasi apa yang telah terjadi.
***********
Di rumah Farel sudah nampak segar walau itu baru sehari. Dia menikmati libur kerja dan tidak memikirkan hal yang membuat kepalanya sakit. Di temani oleh Ranty, Farel menikmati hari itu begitu menyenangkan.
"Sayang enak ya kalau tiap hari seperti ini." Ucap Farel sambil tiduran di pangkuan Ranty.
__ADS_1
"Ya itu maunya mas Farel." Ucap Ranty.
"Kita liburan bertiga yuk. Kita kan belum Honey moon juga." Ucap Farel manja.
"Ide yang bagus itu mas, kita atur jadwal dulu ya biar gak ganggu sekolah Rafi." Jawab Ranty.
Farel pun menganggukkan kepalanya mengiyakan jawaban Ranty.
"Sayang." Panggil Farel.
"Iya." Jawab Ranty.
"Apa aku gak perlu di rehab di tempat rehabilitasi khusus narkoba?." Tanya Farel
"Tadi aku sudah tanya dokter Bram, kata beliau gak perlu karena kandungan narkotika yang ada di tubuh mas gak banyak, jadi cukup di rehab di rumah saja. Apa mas mau di rehab di tempat rehabilitasi?." Tanya Ranty.
"Ya gak mau lah! Nanti kalau aku kangen sama kamu atau Rafi gimana?." Ucap Farel.
"Ya kalau gak mau, mulai sekarang mas jangan asal terima pemberian orang yang sekiranya orang itu mencurigakan seperti Monikdan mas harus dengarkan kalau ada orang yang dekat dengan mas Farel memberikan nasihat." Ucap Ranty.
"Iya Bu bos." Ucap Farel sambil memberikan hormat nya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA