Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 53...


__ADS_3

Lesti dan Ranty langsung masuk kedalam kamar, saat Ranty hendak ke kamar mandi tiba-tiba Lesti menghentikan langkahnya dengan menarik tangannya.


"Iya Les, aku tahu aku akan menjelaskan dan menceritakan semuanya tetapi bisakan kamu mengizinkan ku ke kamar mandi dulu aku sudah gak tahan." Ucap Ranty.


"OK, tapi setelah kamu dari kamar mandi, kamu harus menceritakan semuanya." Ucap Lesti.


"Siap bumil." Ucap Ranty dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Setelah selesai dari kamar mandi, Ranty langsung keluar dan duduk di sebelah Lesti yang sudah tidak sabar mendengarkan ceritanya.


"OK. Aku akan cerita tetapi dengan syarat kamu tidak boleh memotong cerita dan bertanya sebelum cerita ku selesai. Jika kamu potong atau bertanya aku gak akan melanjutkan ceritanya." Ucap Ranty.


"Iya iya sudah ayo buruan cerita." Ucap Lesti yang sudah gak sabar mendengarkan cerita Ranty.


Ranty pun langsung menceritakan kejadian yang terjadi, Ranty menceritakan satu persatu kejadian itu hingga selesai. Lesti yang mendengar terlihat senang karena kedua sahabatnya bisa sama - sama move on dari masa lalu mereka.


"Tapi aku masih bingung Les dengan hubungan ini, aku masih ada rasa trauma." Ucap Ranty sambil menyandarkan badannya kesadaran kursi.


"Apa yang kamu bingungkan, kamu sudah benar meminta Farel untuk menyelesaikan urusannya dengan Monik, kamu juga meminta waktu, terus apa lagi yang kamu bingungkan. Apa kamu masih takut akan terjadi hal yang sama seperti hubungan mu dengan Rasid." Ucap Lesti.


"Iya."


"Kamu gak perlu khawatir mas Farel orangnya gak seperti itu."


Ranty hanya menganggukkan kepalanya.


"Kamu pikirkan matang - matang dulu minta petunjuk kepada Allah, cuma aku ingatkan kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya."

__ADS_1


"Iya."


Setelah bercerita Ranty menanyakan tentang beberapa hal tentang keluarga Farel kepada Lesti, Lesti dengan semangat menceritakan semua hal yang berhubungan tentang Farel kepada Ranty. Tentang keluarga, kebiasaan, kesukaan, hal yang tidak di sukai dan hal yang berhubungan dengan Monik. Semua Lesti ceritakan. Karena hari sudah sore dan acara ulang tahun Rafi akan diadakan mereka langsung bergantian membersihkan diri.


Lesti dan Ranty langsung keluar kamar setelah selesai dan mereka langsung bergabung dengan ibu Tika dan Ayana yang berada di dapur sedang menata beberapa kue untuk di sajikan.


"Apa yang bisa saya bantu mbak, tante." Tanya Lesti.


"Kamu duduk saja di ruang tengah dengan suami mu, kamu kan sedang hamil." Jawab Ayana.


Lesti hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ruang tengah.


"Maaf bu kalau saya bisa bantu kan? Saya juga tidak lagi hamil." Tanya Ranty dengan pelan.


"Oh iya bisa kamu tolong bawa kue ini ke ruang tengah dan tolong berikan kepada petugas katering untuk di tata di meja." Ucap bu Tika.


"Oh iya Ran, kalau sudah balik ke sini lagi ya. Kayaknya kita butuh bantuan mu lagi." Ucap Ayana.


"Baik bu." Ucap Ranty dan langsung berjalan ke ruang tengah memberikan kue yang telah di potong untuk di tata oleh pegawai katering.


Di ruang tengah ada beberapa tamu yang sudah datang. Saat akan kembali ke dapur Ranty melihat Farel yang sedang duduk bersama beberapa kerabat yang di sebelah nya ada Monik yang selalu menempel dengan Farel. Farel yang melihat Ranty sedang menatapnya hanya tersenyum dan menunjukkan raut wajah seakan meminta maaf karena kelakuan Monik. Ranty yang mengetahui hal itu hanya membalas dengan senyuman manisnya.


Ranty kembali ke dapur dilihatnya hanya ada Ayana sedang sibuk memberi arahan kepada beberapa pegawai katering. Ranty menghampiri Ayana dan menanyakan apa masih ada yang perlu di bantu dan tiba-tiba Rafi dan Yoga berlari menghampiri mereka berdua lalu memanggil dengan sebutan yang sama.


"Bunda." Panggil Rafi dan Yoga secara bersamaan.


Mereka berdua langsung menghampiri Ayana dan Ranty, Yoga berlari dan langsung memeluk Ayana sedang Rafi berlari memeluk Ranty.

__ADS_1


"Ada apa sayang?." Tanya Ayana.


"Bun lihat ini sepatu kita kembar." Ucap Yoga sambil memperhatikan sepatunya.


"Iya iya mirip, sekarang ucapkan terima kasih, soalnya yang memberikan sepatu itu dokter Ranty." Ucap Ayana.


"Terima kasih dokter." Ucap Yoga.


"Iya sama-sama."


"Kok yang ulang tahun ada di sini. Di ruang tengah sana nanti yang mau mengucapkan selamat bingung cari - cari Rafi."


"Iya Rafi nanti kesana, cuma mau bilang nanti bunda temanin Rafi tiap lilin ya bun." Tanya Rafi.


Ranty hanya diam bingung mau menjawab apa karena saat di sana ada Ayana.


"Kamu jawab saja sesuai dengan isi hati kamu." Ucap Ayana ramah.


"Iya nanti bunda temanin Rafi tiap lilin, tapi sekarang Rafi ke sana dulu takut ada yang cari." Ucap Ranty.


"Tapi janji ya bun." Ucap Rafi.


"Iya, bunda janji."


Setelah menemui Ranty dan Ayana, Yoga dan Rafi kembali ke ruang tengah. Ayana pun mulai bertanya beberapa hal kepada Ranty.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2