
Sekarang giliran ibu Cici dan ibu Tika yang datang menjenguk Ranty, mereka berdua membawa beberapa makanan untuk Ranty dan juga Farel. Setelah berbincang dan mengetahui keadaan Ranty saat ini, ibu Cici berpamitan karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.
"Maaf ya sayang mama harus pamit, ada kerjaan." Ucap ibu Cici.
"Iya ma, makasih banyak sudah menjenguk Ranty. Salam buat ayah Agus." Jawab Ranty.
"Iya nanti mama sampaikan. Mama pamit dulu, mbak Tika aku balik dulu ya, maaf gak bisa menemani mbak Tika lama di sini. Assalamualaikum." Ucap Ibu Cici.
"Waalaikumsalam." Ucap Ranty sambil mencium tangan ibu Cici yang akan pergi.
"Iya mbak gak apa. terima kasih sudak ke sini menjenguk anak kami. Waalaikumsalam." Ucap ibu Tika sambil mengantarkan ibu Cici sampai depan pintu kamar.
Setelah ibu Cici pulang, Farel pun kembali dari kantin setelah membeli jus dan segelas kopi. Farel melihat kamar di dalam sana hanya ada Ranty dan mamanya saja.
"Assalamualaikum." Ucap Farel.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty dan ibu Tika.
"Ibu kemana ma? Apa sudah pulang?." Tanya Farel sambil menyerahkan tiga gelas jus kepada Ranty dan ibu Tika.
"Ibu Cici sudah pulang Rel, ada pekerjaan yang harus dia selesaikan katanya, jadi dia gak bisa lama beranda di sini." Jawab ibu Tika.
"Oooo, ya sudah kalau gitu jus yang untuk ibi buat kamu saja sayang."
"Mama kalau capek istirahat di ruang sebelah saja ma, biar aku yang menjaga Ranty." Ucap Farel.
Ibu Tika menganggukkan kepalanya. "Iya kamu tenang saja mama baik-baik saja kok." Jawab ibu Tika.
"Apa kalian sudah memberi kabar dan menghubungi Rafi Rel? Karena saat mama dan papa pulang ke rumah kemarin, mama belum sempat melihat keadaan Rafi dan waktu pagi tadi mama hanya sebentar bertemu dengan Rafi itu pun saat dia akan berangkat ke sekolah." Ucap ibu Tika.
"Sudah ma, tadi pagi Ranty sudah menghubungi Rafi dan memberitahukan kepadanya tentang keadaan Ranty saat ini dan Alhamdulillah nya Rafi bisa menerima keadaan saat ini kalau adiknya sudah tidak ada. Ranty bersyukur memiliki anak yang mengerti keadaan orang tuanya." Jawab Ranty.
"Ya syukur kalau gitu, mama sempat takut karena hal ini akan membuat Rafi kecewa." Ucap ibu Tika.
"Rafi itu kuat ma, dia sama seperti Farel." Ucap Farel membanggakan dirinya.
"Iya iya sama kuatnya, ingat gak gimana kamu nya kemarin saat menunggu Ranty saat di operasi, nangis gak berhenti-henti." Ucap ibu Tika sedikit menyindir.
"Idih mama, kalau yang itu gak usah di omongin lah." Ucap Farel malu.
Saat mereka sedang mengobrol ringan, terdengar suara pintu di ketuk, Farel pun langsung membuka kan pintu kamar di balik pintu itu ternyata yang datang adalah pak Hermawan, Ayana dan Rafi, serta ada seorang perawat yang datang untuk mengecek keadaan Ranty dan membawakan makan siang sekaligus obat yang harus diminum siang ini.
"Assalamualaikum." Ucap mereka semua.
"Waalaikumsalam." Jawab salam Farel, Ranty dan ibu Tika.
__ADS_1
Mereka pun langsung masuk dan di ikuti oleh seorang perawat yang membawakan makanan serta yang akan mengecek keadaan Ranty.
"Assalamualaikum, selamat siang." Ucap seorang perawat.
"Waalaikumsalam." Jawab Ibu Tika dan Ranty.
"Masuk sus." Ucap Ranty.
"Gimana bu keadaannya apa ada keluhan?." Tanya seorang perawat itu sambil menaruh makanan serta obat yang dia bawa di meja sebelah tempat tidur Ranty.
"Alhamdulillah, sudah membaik sus." Jawab Ranty.
"Ya syukur Alhamdulillah. Saya periksa tekanan darahnya dulu ya bu." Ucap seorang perawat.
"Iya silahkan." Jawab Ranty.
Perawat itu langsung memeriksa dan mengecek keadaan Ranty.
"Alhamdulillah, semuanya normal bu. Saya taruh di sebelah sana untuk makan siang dan obatnya. Tadi saya mendapat pesan dari dokter Diana kalau ibu Ranty sudah boleh pulang besok." Ucap seorang perawat.
"Alhamdulillah." Jawab beberapa orang yang mendengar.
"Besok saya infokan lagi ya bu. Tadi dokter Diana juga berpesan sebelum pulang ibu di minta menemui beliau terlebih dahulu." Ucap seorang perawat.
"Baik sus, Terima kasih banyak." Jawab Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty.
Setelah perawat itu pergi Rafi pun langsung berjalan menghampiri Ranty, naik keatas tempat tidur dan langsung memeluk bundanya.
"Bunda aku kangen." Ucap Rafi manja.
"Iya bunda juga kangen sama Rafi." Jawab Ranty.
"Kamu gak kangen sama papa juga?." Tanya Farel yang berada di sebelah mereka.
"Gak." Jawab Rafi singkat.
"Kok gitu?." Tanya pak Hermawan.
"Ya gak apa dong opa." Jawab Rafi polos.
"Lho mana Yoga? kok gak ikut ke sini?." Tanya Ranty.
"Tadinya sih mau ikut ke sini, tapi tiba-tiba dia ingat kalau ada pertandingan karate jadinya gak ikut deh." Jawab Ayana.
__ADS_1
"Bukannya Rafi juga ikut pertandingan? kenapa gak ikut juga?." Tanya Ranty.
"Gak, aku kangen bunda." Jawab Rafi.
Ranty gak mau membuat Rafi sedih dengan hal yang lain, dia pun langsung memeluk anaknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Apa kamu sudah makan?." Tanya Ranty.
"Belum bunda." Jawab Rafi.
"Kalau gitu, kita makan bareng yuk bunda suapi." Ucap Ranty.
"Kamu makan saja makan siang mu, tadi aku sudah memesan makanan untuk kita." Ucap Ayana.
Tak lama pesanan Ayana pun datang. Farel yang mendengar suara ketukan pintu segera membukakan pintu kamar untuk mengambil makanan yang telah dipesan oleh Ayana. Setelah makanan datang semua mereka pun makan bersama di kamar Ranty sambil sesekali ngobrol dan bercanda yang membuat mereka semua tertawa senang.
Karena hari sudah semakin siang, Pak Hermawan pun tidak ingin mengganggu terlalu lama di sana. Dia pun meminta ibu Tika untuk kembali ke rumah bersama dengan Rafi dan Ayana.
"Ayo kita pulang biarkan Ranty istirahat, besok juga dia sudah kembali ke rumah." Ucap pak Hermawan.
"Opa, besok kan harus Sabtu dan sekolah Rafi libur boleh ya opa, oma, budhe Rafi ingin menemani bunda di sini?." Tanya Rafi.
"Lho kok tanya oma, opa dan budhe. Tanya papa sama bunda boleh gak kamu nginep dan nemenin bunda mu di sini." Ucap ibu Tika.
"Boleh gak bun?." Tanya Rafi.
"Kalau bunda sih boleh-boleh saja, coba kamu tanya papa. Apa boleh kamu nginap di sini." Ucap Ranty.
"Boleh ya pa?." Tanya Rafi penuh harap.
Farel hanya diam dan berpura-pura berfikir untuk menggoda anaknya.
"Please." Ucap Rafi.
"Ok boleh tapi bilang dulu kalau kamu juga kangen sama papa." Ucap Farel menggoda Rafi.
"Iya aku kangen papa." Ucap Rafi.
Rafi pun langsung berlari menghampiri dan memeluknya, Farel pun langsung membalas pelukan Rafi lalu menggendongnya agar lebih mudah untuk memeluk Rafi.
"Thanks pa." Ucap Rafi.
Karena tak mau menggangu Ranty untuk beristirahat pak Hermawan, Ibu Tika dan Ayana pun langsung berpamitan kepada mereka.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.