Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 23...


__ADS_3

Ranty sudah sampai di sebuah restoran tempat yang di sampaikan oleh Lesti. Ranty langsung duduk di tempat yang sudah di pesan oleh Lesti. Tak lama Lesti pun datang setelah pegawai nya memberitahukan bawa Ranty sudah datang.


"Hey, assalamualaikum." Sapa Lesti.


"Waalaikumsalam, kamu sudah dari tadi datang kesini Les?." Tanya Ranty.


"Iya sudah dari tadi pagi." Jawab Lesti.


"Maksudnya?."


"Iya aku dari pagi disini, inikan kantor ku. Oh iya mau pesan sekarang atau nunggu Fitri." Ucap Lesti.


"Fitri juga kesini?." Tanya Ranty senang.


"Iya kemarin aku menghubunginya mengajak ya untuk ketemuan disini." Jawab Lesti.


"Kita pesan minum dulu yuk sambil menunggu Fitri datang."


"OK."


"Kamu mau pesan apa?."


"Samain sama seperti kamu, Les."


"OK, Rena sini." Panggil Lesti kepada salah seorang pegawai nya.


"tolong buatkan minuman yang biasa aku minum terus sama cemilan yang ini." Ucap Lesti sambil menunjuk beberapa jenis cemilan yang ada di buku menu.


"Ini restoran mu Les?."


"Alhamdulillah, iya Ran kan tadi sudah aku bilang kalau ini kantor ku."


"Gratis dong kalau aku makan disini."


"Iya gampang , kalau kamu mau bungkus juga gak apa kok." Ucap Lesti.


"Oh ya, aku mau tanya gimana kabar mu, apa kamu sudah menikah? Kabar yang aku terima terakhir kamu sudah bertunangan dengan Mas Rasid? Soalnya terakhir kita ketemuan kamu gak cerita banyak." Tanya Lesti penasaran.


Saat akan menjawab pertanyaan Lesti, tiba - tiba pelayan membawakan semua pesanan yang kami pesan.


"Permisi bu ini pesanan yang ibu pesan. Apa masih ada yang lain yang ibu inginkan?." Tanya salah satu pelayanan restoran milik Lesti.


"Ini saja dulu kami masih menunggu satu orang lagi nanti kalau sudah datang kami akan memanggilmu." Jawab Lesti.


"Baik bu silahkan menikmati." Ucap pelayanan dan langsung pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Setelah pelayanan itu pergi Ranty dan Lesti melanjutkan pembicaraan mereka.


"Ayo lanjutkan ceritanya." Ucap Lesti.


"Sebentar aku haus Les, sabar dong." Ucap Ranty sambil menyeruput minuman nya.


"Aku bingung harus cerita dari mana karena panjang ceritanya. Akan aku ceritakan intinya saja ya biar gak panjang - panjang karena aku sudah melupakan dan tidak mau mengingat nya lagi." Ucap Ranty sedih.


"Iya."


"Kamu tanya kabar ku kan sekarang aku baik - baik saja seperti yang kamu lihat dan aku belum menikah masih ting - ting." Ucap Ranty.


"Terus hubungan mu dengan Rasid gimana?." Tanya Lesti.


"Kami sudah putus dan acara lamaran batal." Jawab Ranty.


"Maksudnya."


"Ya acara lamaran kami batal. Semuanya terjadi satu hari sebelum hari lamaran di adakan. Bayangin aja perasaan ku dan kedua orang tua ku menanggung malu karena dia." Ucap Ranty yang mulai sedih mengingat kejadian itu.


"Terus kamu gak tanya kenapa dia membatalkan itu dan tanggapan orang tua mas Rasid gimana, bukannya mereka suka dan sayang sama kamu Ran?." Tanya Lesti yang ikut sedih.


"Alasannya orang ketiga dan kedudukan, dia lebih memilih anak komandannya yang bisa menaikkan pangkatnya dari pada aku yang setia menunggu dan mendukung nya. Saat itu pun orang tua mas Rasid gak bisa banyak membantu dan bicara karena keputusan semua ada di tangannya." Jawab Ranty.


"Kurang ajar laki - laki itu. Apa setelah kejadian itu kamu belum bisa membuka hati untuk lelaki lain Ran?." Tanya Lesti.


"Ya sudah gak usah bahas itu terlalu menyakitkan buat kamu, aku yang mendengar cerita mu saja menjadi kesal." Ucap Lesti ikutan marah.


"Iya. Kok Fitri lama sekali, aku sudah lapar." Ucap Ranty.


"Itu dia." Ucap Lesti yang melihat Fitri sedang mendorong troli bayi masuk kedalam restoran.


"Assalamualaikum, maaf bu lama." Ucap Fitri.


"Waalaikumsalam." Ucap Ranty dan Lesti.


"Gak apa aku tahu kamu kalau keluar rumah siap - siap nya pasti lama. Oh iya kamu masih ingat gak ini siapa?." Tanya Lesti.


Fitri langsung menoleh ke sebelah melihat sahabat SMAnya. "Ya Alloh Ranty apa kabar? Kangen aku setelah lulus kenapa Hp mu gak bisa di hubungi? sudah menikah belum? gimana kabar Mas Rasid mu itu?." Tanya Fitri panjang lebar.


"Haduh cerewet nya masih belum hilang saja dari SMA. Alhamdulillah kabar ku baik, iya maaf, waktu aku pindah ke Surabaya untuk kuliah Hpku hilang jadi aku dan ganti No makanya aku gak bisa menghubungi kalian. Aku belum menikah dan masih ting ting dan untuk masalah mas Rasid kamu tanya Lesti saja karena aku sudah cerita ke dia dan gak mau cerita lagi." Ucap Ranty.


"Memang kenapa?." Tanya Fitri heran.


"Sudah nanti aku cerita kan, sekarang kita pesan makanan dulu."

__ADS_1


"Mbak minta buku menunya." Ucap Lesti memanggil pelayan.


Mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman di restoran milik Lesti. Setelah memesan makanan tak lama pesanan mereka datang, mereka makan sambil mengobrol dan bercanda, Lesti menceritakan semua cerita tentang Rasid kepada Fitri yang sangat penasaran dan sesekali Ranty pun ikut menambahkannya. Lesti dan Fitri lebih sibuk menggosib saat mereka makan sedangkan Ranty lebih memilih menjadi pendengar dan bermain dengan Raya anak Fitri yang baru berumur delapan bulan.


"Dasar brengsek itu laki - laki, dulu kan sudah pernah aku bilangin kalau mantan calon suami mu tu play boy." Ucap Fitri yang marah.


"Sudah lah gak usah bahas dia lagi, mending bahasl yang lain." Ucap Ranty.


"Memang kamu belum ada calon Ran? Apa perlu aku cariin?." Tanya Fitri yang antusias.


"Gak perlu kayak aku gak laku saja." Jawab Ranty.


Lesti yang teringat tentang kejadian di kantin rumah sakit akhirnya mulai bertanya. "Oh ya Ran kemarin Monik ngomong apa sih ke kamu sampai kamu marah ke mas Farel." Tanya Lesti.


"Dia bilang kalau aku gak boleh dekat - dekat sama pak Farel dan anak nya karena dia calon suami nya, mengancam dan mengataiku sebagai pelakor makanya aku marah banget, kenal saja baru sebentar sama pak Farel gimana bisa suka." Ucap Ranty.


"Sebentar, kok aku pernah dengar nama Farel apa itu suami dari mbak Nata sepupu ku yang sudah meninggal itu Les." Tanya Fitri.


"Iya." Jawab Lesti.


"Memang apa hubungannya Ranty dengan Mas Farel." Tanya Fitri lagi.


"Rafi anaknya pernah jadi pasien ku di rumah sakit dan Rafi sangat dekat dan akrab dengan ku begitu juga sebaliknya aku juga sayang sama dia gak tahu, Rafi itu kelihatan sangat imut dan lucu. Kalau aku dengan pak Farel tidak ada hubungan apa - apa ya mungkin sebatas teman yang baru kenal." Jawab Ranty.


"Memang kamu belum pernah ketemu dengan dia sebelum nya mungkin waktu SMA atau kuliah mungkin." Tanya Lesti


Ranty menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Lesti.


"Mas Farel merasa bersalah kemarin sempat menyuruh ku untuk menyampaikan maaf nya ke kamu, takut kalau dia minta maaf sendiri, kamu mau maafin gak?." Tanya Lesti.


"Ya aku maafin lah aslinya pak Farel gak salah, cuma aku kesal sama calon istrinya itu." Jawab Ranty.


"Memang kapan kamu mau menikah Ran?." Tanya Fitri.


"Ya kalau sudah ada jodoh nya, sudah deh gak usah bahas nikah terus, kalian ini kayak ibu ku saja." Jawab Ranty kesal.


"Kalau ada cowok yang suka kamu tetapi duda ya mungkin sama seperti mas Farel apa kamu terima?." Tanya Lesti.


"Tergantung usahanya mendapatkan dan meyakinkan aku untuk mau menerimanya dengan paket komplit dan kalau dia memang takdir dan Jodohku ya aku terima dengan ikhlas." Ucap Ranty.


Lesti dan Fitri yang mendengar pun senang, karena di dalam hari Lesti menginginkan Farel yang sudah dianggap Kakak nya mendapatkan calon istri dan calon ibu untuk Rafi yang baik


Mereka pun melanjutkan makan dan obrolan mengenai kehidupan mereka setelah lulus kuliah karena sudah lama mereka tidak bertemu.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2