Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 123...


__ADS_3

Di dalam kamar Ranty yang sedang duduk santai di atas tempat tidur sambil memeriksa beberapa pesan yang ada hpnya. Tak lama Farel pun masuk ke dalam kamar setelah memeriksa keadaan Rafi di kamarnya, Farel masuk sambil membawa dua gelas susu milik nya dan milik Ranty. Farel berjalan kearah Ranty dan memberikan segelas susu ibu hamil yang baru saja dia buat.


"Ini untukmu sayang, harus diminum sampai habis." Ucap Farel.


"Kapan mas Farel membeli susu ini?." Tanya Ranty heran sekaligus bangga.


"Tadi waktu kamu membantu Rafi mengerjakan PR nya." Jawab Farel.


"Kok putih, rasanya aku kurang suka. Mas aja yang minum." Ucap Ranty.


"Kok aku yang minum, ini kan susu khusus ibu hamil masa' aku yang harus minum sayang, di minum ya." Ucap Farel berusaha membujuk.


"Gak mau mas, mual. Mas Farel saja yang minum, mubazir kalau di buang." Jawab Ranty manja.


"Kenapa harus aku yang minum, ini susu buat ibu hamil lho sayang, yang lagi hamil itu kamu bukannya aku." Ucap Farel.


Dengan raut wajah sedih dan sedikit terisak. "Jadi mas Farel gak mau minum susu ini, apa gak kasian sama anak kita kalau aku muntah." Ucap Ranty.


Farel menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan agar lebih tenang. "Ya sudah akan aku minum susunya, besok kita beli susu sesuai dengan kesukaan nyonya bos." Jawab Farel.


"Makasih sayangku, oh iya, ingat ya mas! susu yang putih harus mas minum sampai habis." Ucap Ranty.


"Iya iya.... apa sih yang gak buat istri dan anak ku." Ucap Farel sambil tersenyum.


Setelah menghabiskan dua gelas susu Farel pun naik ke atas tempat tidur, dia membaringkan tubuhnya sejajar dengan perut Ranty agar bisa mencium dan mengelus perutnya. Ranty yang melihat kelakuan suaminya hanya tersenyum sambil menahan geli karena elusan tangan Farel di perutnya.


"Anak papa yang pintar ya di dalam sana jangan bikin susah bunda mu." Ucap Farel.

__ADS_1


"Iya papa." Jawab Ranty sambil menirukan suara anak kecil.


Farel yang mendengar suara Ranty seperti itu tertawa kecil menahan tawanya. "Kamu bisa saja sayang menirukan suara anak." Ucap Farel.


"Jadwal untuk kontrol kandungan kapan sayang." Tanya Farel.


"Ya Allah sampai lupa aku mas, gimana kalau besok saja? besok mas Farel juga kontrolkan jadi kita bisa sekalian ke rumah sakit, aku akan bikin janji dengan dokter Diana untuk kontrol" Ucap Ranty.


"Kok bisa lupa sih sayang?." Tanya Farel khawatir.


"Habisnya...." Ucap Ranty yang tidak diteruskan lalu menundukkan kepalanya.


Farel yang mengetahui kenapa Ranty sampai melupakan hal itu karena saat itu kondisi Farel yang saat itu tidak stabil dan perlu pengawasan ekstra sehingga Ranty lebih memilih untuk merawat dirinya dari pada kandungannya.


Farel bangun dan langsung memeluk dengan mesra Ranty dan membisikkan kata maaf dan tak terasa air matanya menetes di bahu Ranty. Ranty yang mengetahui hal itu ikut merasakan kesedihan Farel, Ranty pun membalas pelukan suaminya.


"Maaf...maaf ya sayang, terima kasih banyak." Ucap Farel tanpa melepaskan pelukannya.


"Mas......" Panggil Ranty yang mulai sesak karena pelukan Farel.


"Hem.... ya sayang." Jawab Farel.


"Bisa gak lepasin pelukan mu atau sedikit kamu longgarin aku gak bisa bernafas." Ucap Ranty merasa sesak.


"Ya Allah maaf sayang." Jawab Farel dan langsung melepaskan pelukannya.


Farel yang merasa mengantuk langsung mengajak Ranty untuk beristirahat. "Sudah malam, besok jadwal kita padat sekarang kita istirahat dulu." Ucap Farel.

__ADS_1


Ranty menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Farel. Ranty langsung berbaring untuk tidur, Farel yang berada di sebelahnya pun ikut berbaring sebelum itu Farel mencium perut dan membacakan surat Al-fatihah dan beberapa doa untuk anaknya setelah itu mereka pun tidur.


*********


"Monik tunggu." Panggil Desta sambil berlari mengejar Monik.


Desta yang berusaha mengejar Monik akhirnya bisa memegang tangannya dan berusaha tidak melepaskannya.


"Monik tolong jangan kamu lakukan itu, kamu pasti tahu akibatnya kan. Tolong Nik." Ucap Desta tanpa menghiraukan tempat Desta langsung memeluk Monik.


"Lepasin aku Desta." Ucap Moni sambil berusaha melepaskan pelukannya Desta.


"Aku gak akan melepaskannya kalau kamu tetap melakukan itu." Jawab Desta.


Monik membuang nafasnya. "Aku sudah memberitahukan apa kamu kurang faham, aku gak peduli dengan apa yang aku lakukan, yang aku inginkan hanya menghancurkan kehidupan mereka, aku gak suka melihat mereka bahagia dan aku gak akan melibatkan kamu lagi. Akan aku tanggung sendiri resikonya. Jadi lepasin pelukan mu sekarang." Ucap Monik.


"Aku mohon Nik, aku cinta kamu aku sayang kamu, aku gak mau kehilangan kamu, aku minta tolong kamu sudahi semua ini." Ucap Desta memohon.


Monik yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Desta langsung meronta dan melepaskan pelukan Desta.


"Ini kehidupan ku dan pilihan ku kamu gak usah ikut campur. Terima kasih sudah mencintai ku tapi maaf aku gak bisa membalasnya karena aku gak cinta kamu. Sudah cukup kamu mengikuti ku. Jangan ikuti aku kalau kamu masih mengikuti ku aku gak akan segan-segan berteriak agar petugas keamanan datang untuk menangkap mu." Ucap Monik bergegas meninggalkan Desta.


Setelah Monik pergi meninggalkan nya, Desta sempat terdiam untuk berfikir dan tanpa berfikir panjang Desta langsung mengambil HP-nya lalu hubungi Gladys untuk memberitahukan dan menceritakan apa yang telah dia lakukan bersama dengan monik.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


Farel


__ADS_2