
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Ranty sudah selesai dengan pekerjaannya dan waktunya untuk pulang. Saat itu Ranty bertiga dengan dokter Lana dan dokter Pras di dalam ruangan itu, dokter Lana di ruangan itu juga bersiap untuk pulang sedangkan dokter Pras baru saja datang karena mendapatkan jadwal shift malam.
"Sudah mau pulang dok?." Tanya dokter Pras.
"Iya dok." Jawab Ranty dan Lana bersamaan.
"OK, aku balik dulu ya nanti kalau ada apa-apa kamu bisa langsung menghubungi ku, Assalamualaikum." Ucap Ranty lalu pergi meninggalkan ruang dokter.
"Waalaikumsalam." Jawab dokter Pras.
"Eh.... Tunggu dok aku bareng ke parkiran juga. Duluan ya Pras, hubungi aku juga kalau ada apa-apa. Assalamualaikum." Ucap dokter Lana lalu pergi meninggalkan dokter Pras dan mengejar Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab dokter Pras sambil menggelengkan kepalanya.
Di luar Ranty yang akan masuk ke dalam lift terhenti karena dokter Lana memanggilnya. Ranty pun menunggunya agar dokter Lana bisa ikut masuk bersama dengannya. Saat hendak masuk perasaan Ranty sepertinya sedikit ada yang mencurigakan karena dari tadi pagi Ranty merasa ada yang mengikuti dan mengawasi dirinya.
Saat di dalam lift Dokter Lana yang melihat Ranty sedikit aneh pun bertanya.
"Kamu kenapa Ran?." Tanya dokter Lana.
"Perasaan ku sedikit aneh saja, sejak tadi pagi aku rasa ada yang mengikuti atau mengawasi ku." Jawab Ranty.
"Memang siapa yang mau mengikuti wanita yang sudah menikah." Ucap dokter Lana.
"Kamu." Ucap Ranty sambil menunjuk dokter Lana.
"Dasar kamu ini tahu saja." Ucap dokter Lana.
Mereka sampai tempat parkiran dan sama-sama mengucapkan salam karena Ranty akan berjalan menuju mobilnya sedang dokter Lana akan menuju mobilnya juga.
Sesampainya di dalam mobil Ranty masih merasa kalau dirinya sedang di ikutin dan di perhatikan oleh seseorang. Ranty memutuskan untuk segera pergi ke kantor Farel untuk menyampaikan kepada suaminya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Ranty sampai ke kantor suaminya. Setelah sampai dia langsung memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam kantor Hermawan Group. Saat sedang menunggu di depan pintu lift tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkannya sambil memegang pundaknya.
"Astagfirullah." Ucap Ranty terkejut sambil memegang dadanya.
"Halo dok maaf membuat mu terkejut." Ucap Monik yang berhasil mengejutkan Ranty.
"Ya Allah Nik kaget aku, apa yang kamu lakuin di sini?." Tanya Ranty heran.
"Aku ke sini sedang mengurus beberapa surat untuk magang di kantor Hermawan Group bersama dengan teman ku. Oh ya dok kenalin ini Desta." Ucap Monik menjelaskan dan memperkenalkan Desta.
"Desta." Ucap Desta memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Ranty." Jawab Ranty sambil membalas uluran tangan Desta. Jm8
"Mbak Ranty mau ke kantornya kak Farel ya?." Tanya Monik.
"Iya." Jawab Ranty singkat.
"Aku lama gak ketemu dengan kak Farel, boleh ikut gak mbak ke kantornya untuk menyapa." Ucap Monik.
"Biar dia menunggu ku di kantin saja." Ucap Monik sambil memberikan isyarat.
"Iya mbak Ranty biar aku menunggu di kantin saja." Ucap Desta.
"Ya sudah kalau teman mu gak keberatan menunggu mu di sana. Ayo." Ucap Ranty mengajak Monik.
Ranty dan Monik pun masuk ke dalam lift, sebelum masuk Monik sempat mengedipkan mata dan tersenyum kepada Desta yang dia tinggal.
Di dalam hati Monik senang karena rencananya akan segera di mulai tanpa sedikit pun Ranty menyadari. Di dalam lift agar Ranty tidak curiga Monik selalu berbicara menceritakan tentang kuliah dan kenapa dia pindah magang di kantor Hermawan Group.
"Gitu mbak kenapa aku pindah magang di sini." Ucap Monik menceritakan.
__ADS_1
"Menurut ku bagus sih jadi kamu gak jauh - jauh dari rumah. Orang tua juga gak akan kawatir." Ucap Ranty.
Monik pura-pura paham dan menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti dengan ucapan Ranty. "Mbak Ranty gak marah kan kalau aku magang di kantor ini, aku bakalan sering ketemu dengan kak Farel lho?." Tanya Monik memancing.
"Buat apa aku marah dengan anak kecil." Ucap Ranty sambil mencubit hidung Monik.
"Cih lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan." Ucap Monik dalam hati.
"Aku percaya dengan mas Farel, dia gak akan melakukan apa yang akan membuat ku sakit hati karena itu janjinya. Tapi aku perlu berhati - hati kepadamu." Ucap Ranty sambil menunjuk kepada Monik.
"Memang aku kenapa, aku juga sudah gak mikirin kak Farel lagi." Ucap Monik mulai sedikit hati - hati.
"Sudah gak usah di bahas lagi, ayo kita keluar apa kamu gak mau bertemu dengan mas Farel." Ucap Ranty.
Monik pun menganggukkan kepalanya dan keluar lift mengikuti Ranty.
Saat akan menuju ruangannya Farel, Ranty sempat berpikir ada yang mencurigakan dengan sikap Monik kenapa tiba-tiba dia magang di kantor Hermawan Group dan beberapa hari ini dia selalu merasa dirinya di awasi oleh seseorang. Bila ada pengawal yang mengawasinya pastinya Farel atau Rico akan memberitahu ya. Hal itu membuat kecurigaan tertuju kepada Monik.
**********
Merekau berdua sudah berada di depan ruangan Farel saat Monik hendak masuk ke dalam Ranty langsung mencegah dan menariknya.
"Kenapa lagi mbak." Tanya Monik kesal.
"Tunggu nik, jangan masuk dulu gak sopan kita tanya bu Shanti dulu apa mas Farel ada di ruangan atau gak, kalau di dalam dia lagi ada tamu atau gak jadi jangan langsung masuk begitu saja." Jawab Ranty.
"Biasanya aku langsung masuk kak Farel juga gak pernah marah, mbak Ranty kan ibu bos punya hak juga kan." Ucap Monik.
"Iya aku tahu aku punya hak untuk langsung masuk, tapi 3 litu gak sopan, lain kali jangan begitu atau gak akan aku perbolehkan kamu berkunjung ke sini lagi." Ancam Ranty.
"Awas kamunya, lihat saja habis gini kamu gak akan bisa macam-macam seperti ini." Batin Monik kesal.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA