
Farel berjalan menuju kamar sebelah untuk berganti pakaian dan merapikan dirinya. Saat masuk kedalam kamar seperti biasanya ada sahabatnya Rico yang setia menemaninya.
"Sudah siap bos Q." Ucap Rico yang menoleh kearah Farel.
Saat Rico menoleh dan melihat kearah wajah dan bibir Farel, Rico langsung tertawa dengan kerasnya. Penata rias yang ada di sebelahnya pun ikut bingung mendengar Rico tertawa dan tanpa sadar ikut melihat kearah wajah Farel yang seperti itu penata rias itu pun ikut tertawa.
"Apa yang kalian lihat sampai membuat kalian tertawa seperti itu?." Tanya Farel heran.
"Maaf pak, habis pak Farel lucu." Jawab penata rias sambil menahan tawanya.
"Memang apa yang lucu?." Tanya Farel penasaran.
"Hahahaha.... Kamu tu Rel, kayak gak ada waktu saja, bisa sabar kan nunggu habis acara resepsi, tu lihat bibir mu." Ucap Rico memberikan kaca kepada Farel.
Farel pun menerima kaca dari Rico lalu melihat wajahnya, betapa malunya dirinya saat melihat wajahnya yang berantakan pada daerah bibirnya yang belepotan terkena lipstik Ranty. Dengan cepat Farel pun membersihkan bekas lipstik itu dari bibirnya.
__ADS_1
"Sudah cukup tertawa mu apa kamu mau aku potong gaji mu Ric, dan kamu apa kamu juga mau aku laporkan kepada Lesti untuk memotong gajimu juga." Ucap Farel sambil menunjuk Rico dan penata rias itu.
"kebiasaan kalau sudah kepepet seperti ini mengancamnya mesti potong gaji, gak ada yang lain apa? kasih hadiah kek atau kenaikan gaji. Sudah buruan ganti baju sana nanti acara resepsi mu jadi molor." Ucap Rico.
Farel hanya bisa menuruti perkataan Rico karena sudah terlanjur malu dengan perbuatannya itu.
Di kamar sebelah Ranty yang sedang di rias mendapatkan tatapan dari Lesti seakan dia penuh tanya kepadanya. Ranty yang menyadari nya hanya memberi senyum agar sahabatnya itu lebih penasaran.
"Kamu kenapa?kalau memang penasaran ya buruan tanya gak usah menatap ku seperti itu. Menakutkan tahu." Ucap Ranty mendekati Lesti.
"Ha... Ha... Ha.... Kamu kayak gak pernah melakukannya saja dengan mas Rico. Ya seperti apa yang dilakukan suami istri lah. Lagian aku kan sudah halal." Ucap Ranty bangga.
"Dasar teman ku ini gak tahu malu." Ucap Lesti menggoda.
"Memang ngapain juga malu, Aku kan melakukannya di dalam kamar gak di luar itu pun dengan suami ku sendiri." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Maksud ku ceritain detail nya aku ingin tahu kamu ngapain saja?, kamu kan belum pengalaman jadi aku bisa kasih saran atau berbagi pengalaman dengan mu." Ucap Lesti.
"Ya ampun aku kira apa. Gak perlu aku bisa belajar sendiri! hal seperti itu gak perlu saran." Ucap Ranty meninggalkan Lesti dan kembali duduk di depan meja rias.
"Bercanda sayang."
"Oh iya mbak tolong buat teman ku yang cantik ya, buat sampai suaminya gak bisa memalingkan tatapannya dari dirinya." Ucap Lesti kepada penata rias.
"Siap bu Lesti akan saya buat bu Ranty dari cantik menjadi lebih cantik lagi." Jawab penata rias.
Mereka semua saling berbicara sambil menunggu penata rias menyelesaikan merias dan membantu Ranty untuk mengenakan pakaian pengantin nya. Lesti pun beberapa kali menerima panggilan telepon untuk memastikan persiapan yang ada di gedung sudah selesai sebelum pengantin datang.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1