
Waktu sudah menunjukkan waktu sholat dhuhur, mereka langsung berjalan menuju mushola yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat. Setelah sholat mereka langsung melajukan permainan yang Rafi inginkan. Setelah puas bermain mereka pun langsung pulang.
Farel sangat senang dan lega setelah menyampaikan keinginannya kepada Ranty. Farel sempat takut dan khawatir bila setelah menyampaikan keinginannya tersebut sifat dan sikap Ranty akan berubah ternyata tidak, sikap Ranty pun sama seperti biasa cuma dia lebih santai dan tidak terlalu formal saat berbicara. Farel sangat bersyukur bisa dipertemukan oleh seorang wanita yang akan menjadi istri dan ibu buat Rafi.
"Ranty." Panggil Farel.
"Iya." Jawab Ranty.
"Apa hari ini kamu senang?." Tanya Farel.
"Iya aku senang, kaget dan bingung." Jawab Ranty sambil tersenyum.
"Maaf ya sudah membuat mu terkejut dan bingung sekali lagi makasih sudah memberikan aku kesempatan untuk dapat mengenal mu lebih jauh. Dan terima kasih banyak kamu mau mengabulkan permintaan Rafi yang aneh itu." Ucap Farel.
"Iya pak sama-sama, aku juga terima kasih banyak. Aku akan segera memberikan jawaban kepada bapak, tetapi bapak jangan kecewa kalau jawaban yang aku berikan tidak sesuai dengan keinginan pak Farel." Ucap Ranty.
"Iya aku terima, aku harap jawaban mu tidak mengecewakan kita semua." Ucap Farel.
Ranty pun langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh iya Ran, kamu bisa gak menghubungi Edi dan bilang kalau hari ini kamu gak bisa pulang dan akan menginap." Ucap Farel.
"Apa?." Ucap Ranty yang terkejut.
"Maaf aku belum sempat bilang, tadi mama ku oma dari Rafi menghubungi ku, mama menyuruh ku untuk datang ke rumahnya. Mama mengadakan acara ulang tahun untuk Rafi di rumah Malang jadi sekarang kita langsung kesana saja." Ucap Farel.
"Tapi besok aku ada jadwal praktik pagi." Jawab Ranty.
"Tenang saja aku sudah menghubungi dokter Wawan kalau kamu besok gak bisa praktik dan masuk kerja, jadi tugas mu besok di hendel oleh dokter Lana. Nanti di rumah mama kamu jugs gak sendirian, mas Billy dan sekeluarga juga ada, Rico dan Lesti juga datang dan ada beberapa keluarga lain yang di undang juga ke sana."Ucap Farel.
"Tapi.... " Ucap Ranty yang terhenti karena Farel langsung menyela ucapan Ranty.
"Dengar dulu mas, kamu lihat masa aku datang ke rumah orang tua mu hanya menggunakan pakaian ini, aku sama sekali tidak membawa pakaian ganti." Ucap Ranty.
"Tenang saja kamu pakek baju apa saja tetap cantik kok." Ucap Farel sambil mencubit pipi Ranty.
"Iya mas Farel bisa genit juga ya, ingat dibelakang ada Rafi." Ucap Ranty malu.
"Itu lihat Rafi lagi tidur." Ucap Farel.
__ADS_1
Ranty pun langsung menoleh ke belakang dan melihat Rafi sedang tertidur nyenyak karena kecapean bermain. "Pantas saja gak terdengar suaranya, ternyata tidur." Ucap Ranty.
"Nanti kalau kita sudah sampai kota kita mampir ke toko baju untuk membeli beberapa pakaian, kalau gak kamu pinjam saja Lesti atau Ayana saja." Ucap Farel.
"Ya gak mungkin juga lah mas, masa aku pakai baju Lesti yang sedang hamil apa lagi baju bu Ayana. Terus apa aku harus pinjam dalamnya juga? Kan gak mungkin." Ucap Ranty.
"Iya iya, duh calon istri mas kok cerewet juga baru tahu aku." Ucap Farel.
"Ingat aku belum kasih menjawab mas, jadi jangan terburu - buru mengatakan aku calon istri kalau jawaban nya tidak aku takut mas akan kecewa." Ucap Ranty tegas.
"Iya iya, tapi aku yakin jawaban mu gak akan mengecewakan ku dan Rafi, kalau aku gak mengatakan kamu calon istri ku takut nya kamu diambil orang." Goda Farel.
"Barang kali aku." Ucap Ranty sambil tertawa.
Pipi Ranty langsung memerah mendengar ucapan Farel. Ranty pun langsung memalingkan pandangan nya ke arah jendela agar tidak terlihat oleh Farel.
"Ya Allah kenapa perasaan ku sangat senang seperti ini. Jika orang yang berada di sebelah ku ini adalah jodoh ku maka dekatkan lah bila bukan jodoh ku makan jauhkan lah. Amin." Ucap Ranty dalam hati.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA