Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 41...


__ADS_3

Ranty dan Farel sudah sampai ke lantai di mana apartemen mereka berada, sebelum kembali ke apartemen nya Farel mengantarkan Ranty terlebih dahulu ke apartemen nya. Saat Ranty membuka pintu tiba-tiba Rafi yang sedang berada di apartemen Ranty langsung berlari menghampiri dan memeluk Ranty.


"Dokter Ranty." Sapa Rafi sambil memeluk Ranty.


"Halo sayang gimana kabar, dokter kangen sama kamu." Ucap Ranty yang ikut membalas pelukan Rafi.


"Rafi juga kangen sama dokter lama gak ketemu sama dokter." Ucap Rafi.


"Ehem... Ucap salam dulu gitu, assalamualaikum." Ucap Edi yang ada di sana juga.


"Waalaikumsalam." Jawab Farel dan Ranty bersamaan.


"Maaf bukannya lupa mau ucap salam keburu Rafi peluk aku duluan." Ucap Ranty.


"Ayo pulang sudah malam kasihan Om Edi setiap hari kamu repotin. Maaf ya Ed jadi merepotkan kamu terus." Ucap Farel.


"Gak apa kok Om selagi aku bisa bantu, lagian Rafi anaknya pintar dia gak nyusahin kalau di bilangin atau di suruh selalu nurut." Ucap Edi sambil mengelus kepada Rafi.


"Ayo kita pulang sudah malam." Ajak Farel.


"Sebentar Pa aku mau membereskan buku dan perlengkapan sekolah ku dulu yang ada di kamar Om Edi." Ucap Rafi yang langsung masuk ke kamar Edi untuk membereskan nya.


"Masuk dulu pak, tunggu Rafi di dalam dan saya tinggal masuk kamar saya sudah gerah ingin segera mandi." Ucap Ranty.


"Iya silahkan."


Farel pun masuk dan menunggu Rafi di ruang tamu milik Ranty, sedangkan Edi membuatkan secangkir kopi untuk Farel.


"Ini Om kopinya." Ucap Edi.


"Makasih Ed, jadi merepotkan kamu lagi." Ucap Farel.

__ADS_1


"Halah Om cuma kopi saja kok."


"Oh iya om, kalau Om suka sama mbak Ranty kenapa gak langsung bilang saja sih?." Tanya Edi.


Farel yang sedang meminum kopi ya langsung terbatuk.


"Memang kelihatan ya?." Tanya Farel balik.


"Iya." Jawab Edi dengan santai.


"Bisa bantuin aku untuk dekat dengan kakak mu dan kasih tahu apa saja tentang Ranty." Ucap Farel.


"Tentu, tapi gak ada yang gratis lho ya." Ucap Edi sambil tersenyum lebar.


"OK tenang saja aku tahu, kamu mau minta apa?." Tanya Farel.


"Untuk saat ini belum ada sih om. Yang jelas kalau Om Farel benar-benar suka sama mbak Ranty tolong yang serius dan jangan membuat dia sakit hati." Ucap Edi.


"Oh... Aku pegang ucapan Om Farel." Ucap Farel.


Setelah membereskan perlengkapan sekolah dan buku - buku nya Rafi pun keluar dari kamar Edi, karena hari mulai malam tanpa berpamitan dengan Ranty, Farel dan Rafi pun langsung kembali ke apartemen nya.


"Kami balik dulu ya Ed." Ucap Farel.


"Aku pulang dulu ya Om, salam untuk dokter Ranty." Ucap Rafi.


"OK." Jawab Edi.


"kami balik ya, assalamualaikum." Ucap Farel.


"Iya om Waalaikumsalam." Jawab Edi.

__ADS_1


Setelah Farel dan Rafi pulang Edi pun duduk santai di ruang tamu sambil menonton acara di TV. Ranty yang baru saja membersihkan dirinya keluar dari kamarnya untuk mengambil minum lalu duduk santai di sebelah adiknya.


"Capek mbak?." Tanya Edi.


"Iya, mereka sudah pulang?." Tanya Ranty balik.


"Iya barusan mbak." Jawab Edi sambil fokus menonton.


"Kalau lapar mbak makan saja di dapur ada Pizza yang di belikan olah Om Farel tadi sore."


"Pak Farel kok bisa dia yang beli?."


"Ya mana aku tahu, tiba-tiba ada yang antar Pizza ke sini, mungkin karena Rafi main ke sini jadi Om Farel beliin dan lagian aku senang kalau ada Rafi di sini jadi ada temannya, mbak Ranty tahu sendiri kan kalau dari dulu aku paling malas main keluar rumah mending teman main ke sini dari pada aku yang kesana." Ucap Edi.


"Ya... Ya... " Ucap Ranty sambil memakan Pizza yang di belikan oleh Farel.


"Mbak kelihatannya Om Farel suka deh sama mbak kenapa gak coba menjalin hubungan dengan nya, pak Farel orangnya baik, ganteng, duren (duda keren), beribawa, hot dady, seorang direktur, kaya pula." Ucap Edi sambil menyomot Pizza yang di bawa oleh Ranty.


"Terus kenapa?." Ucap Ranty asal - asal yang tidak terlalu menanggapi omongan Edi.


"Kok terus kenapa move on dong mbak... Mbak Ranty kan sudah tua, memang mau jadi perawan tua." Ucap Edi kesal.


"Sudah kamu gak usah mengurusi mbak, belajar yang benar saja." Ucap Ranty.


"Ya sudah terserah mbak saja. Tar jadi perawan tua baru tahu rasa." Ucap Edi.


Ranty hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan adiknya itu.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2