Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 92...


__ADS_3

Ranty langsung kembali ke dalam kamar karena sudah tidak terlalu banyak tamu yang datang sedangkan Farel masih asik mengobrol dengan teman dan menyapa para tamu yang masih berada di sana. Di dalam kamar Ranty langsung membersihkan diri karena saat itu waktu datang bulannya sudah selesai, dia pun langsung mensucikan diri dengan cara mandi besar (menurut agama islam). Setelah selesai membersihkan diri dan ritual mandi besarnya, Ranty pun langsung melaksanakan sholat asyar. Di saat Ranty sedang menjalankan sholat, Farel masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya sedang melaksanakan sholat ada perasaan senang melihat istrinya sholat karena waktu halangan nya sudah selesai dan Farel bisa meminta haknya yang sudah lama tertunda.


Farel tersenyum lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Saat Farel sedang di dalam kamar mandi Ranty pun selesai sholat dengan cepat Ranty menyiapkan pakaian ganti, baju koko dan sarung untuk Farel melaksanakan sholat. Farel keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dengan cepat Farel memakai baju yang di siapkan Ranty lalu melaksanakan sholat. Sedangkan Ranty duduk di sofa sambil memeriksa pesan yang ada di hpnya. Setelah selesai sholat Farel langsung mengganti pakaiannya dan berjalan kearah istrinya sang sedang asik bermain hp. Y


"Sayang." Panggil Farel.


"Hem...." Jawab Ranty singkat.


Karena merasa tidak dihiraukan Farel langsung mengambil hp milik Ranty dan meletakkan di atas meja. Ranty yang menyadari kalau suaminya marah, Ranty pun langsung mulai mendekat dan memberi ciuman mesra di pipi Farel.


"Muah. Apa masih marah?." Tanya Ranty.


"Gak." Jawab Farel.


"Hari ini tamu mu sudah pergi kan?jadi apa boleh aku meminta hak ku sekarang?." Tanya Farel.


"Boleh, tapi sekarang kan masih..... " Ucap Ranty terpotong karena perbuatan Farel yang membuat Ranty terdiam.


Farel tidak menghiraukan ucapan Ranty dengan lembut membelai wajah Ranty. Dengan tatapan penuh hasrat Farel langsung mencium mesra bibir milik istrinya. Beberapa detik kemudian ciuman mereka mulai memanas Farel begitu bernafsu mencium Ranty, sedangkan Ranty mulai mengimbangi ciuman suaminya. Ranty mulai melingkarkan tangannya ke leher Farel agar posisi mereka lebih nyaman, Farel pun lebih mempererat pelukannya. Saat adegan panas itu berlangsung tiba-tiba hp milik Ranty berbunyi yang membuat mereka menghentikan aktivitas nya.


"Kenapa sih selalu saja ada gangguan setiap kali kita lagi bermesraan." Ucap Farel sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar karena kesal.

__ADS_1


"Maaf ya, boleh kan aku mengangkat teleponnya, aku janji deh gak akan ada gangguan lagi kali ini." Ucap Ranty.


"Ya kamu angkat saja mungkin itu panggilan penting." Ucap Farel.


"Makasih sayang." Ucap Ranty sambil mencium bibir Farel sekilas.


Ranty pun langsung mengangkat panggilan telepon itu, di lihatnya layar hpnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya. Ternyata dokter Pras yang meneleponnya, Ranty pun langsung mengangkat karena dokter Pras gak akan pernah menghubungi kalau tidak dalam keadaan darurat.


"Halo, Assalamualaikum." Ucap Ranty.


"......... " (percakapan dimulai)


Ranty pun langsung berbicara cukup serius dengan dokter Pras untuk beberapa menit membahas tentang keadaan pasien. Farel yang berada di sebelah Ranty mendengar dan menyimak pembicaraan mereka. Farel melihat raut wajah Ranty yang mulai terlihat serius membahas itu. Setelah pembicaraan itu Ranty langsung mematikan sambungan telepon dan raut wajahnya berubah terlihat sedih dan kawatir.


"Kenapa sayang, ada masalah serius?." Tanya Farel.


"Iya mas." Jawab Ranty yang terlihat sedih.


"Memang ada apa?." Tanya Farel lagi dengan nada pelan.


"Sebelum aku minta maaf mas kalau hari ini aku harus meninggalkan mas Farel. Karena ada keadaan darurat di rumah sakit yang harus segera ditangani maka dari itu dokter Pras mengabari ku." Jawab Ranty.

__ADS_1


"Memang gak ada dokter lain yang bisa menangani?." Tanya Farel.


"Ada dokter Lana dan dokter Wawan. Sekarang ini dokter Lana harus pulang karena ibunya tiba-tiba mendadak pingsan di rumah, sedang dokter Wawan masih di luar kota karena mengikuti seminar menggantikan aku dan mau gak mau aku harus ke rumah sakit sekarang, gak mungkin juga aku harus menyuruh dokter Pras yang menanganinya." Jawab Ranty.


Farel yang mendengar jawaban Ranty terlihat kesal tetapi dia menyadari tentang pekerjaan istri yang menuntut Ranty harus siap sedia apabila ada keadaan darurat dia pun harus bersedia untuk datang. Dengan berat hati Farel pun mengizinkan Ranty untuk berangkat ke rumah sakit.


"Kalau memang seperti itu keadaannya mau gimana lagi. Aku izinkan kamu pergi tapi ingat setelah selesai tugas kamu masih ada tugas di rumah." Ucap Farel.


"Kamu masih harus melayani aku sampai aku puas." Bisik Farel menambahkan ucapan nya.


"Iya siap pak bos." Ucap Ranty sambil buru - mengganti pakaiannya.


Ranty pun langsung berjalan ke arah koper yang berada di dekat meja rias, dari awal datang ke rumah ini Ranty belum sempat memasukkan pakaiannya kedalam lemari karena kesibukannya menyiapkan acara resepsi pernikahannya. Tanpa malu kepada Farel Ranty langsung melepaskan seluruh pakaian yang di gunakannya memperlihatkan keindahan tubuhnya kepada Farel. Farel yang melihatnya sudah tidak tahan dan berjalan menghampiri Ranty. Ranty yang melihat Farel langsung menghindar.


"Tolong dong mas. Bukannya aku gak mau. Tetapi di rumah sakit keadaan lebih serius dari pada ini. Aku harus buru - buru." Ucap Ranty sambil memakai baju.


"Astagfirullah, iya maaf sayang habisnya kamu begitu menggoda. Ya sudah ayo aku antar kamu ke rumah sakit." Ucap Farel berjalan mengambil kunci mobilnya.


"Gak perlu mas antar aku berangkat sendiri, mas Farel di rumah saja masih banyak keluarga di rumah gak enak kalau salah satu dari kita gak ada di rumah. Aku akan baik-baik saja dan setelah urusan ku di rumah sakit selesai semua aku akan segera pulang." Ucap Ranty lalu mengambil kunci mobil dari tangan Farel.


Farel pun mengantar Ranty sampai ke parkiran mobil, sebelum Ranty berangkat dia tidak lupa meminta ijin, berpamitan dan mencium tangan Farel. Ranty pun menitipkan salam kepada Farel untuk di sampaikan kepada keluarga kalau dirinya pergi ke rumah sakit karena ada keadaan darurat.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.


__ADS_2