Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 144...


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Monik meninggal. Farel pun mencabut semua laporan yang dia laporkan atas kasus yang di perbuatan oleh Monik, termasuk laporan terhadap Desta yang membuat Desta hanya menerima separuh hukumnya saja.


Pagi itu Ranty yang baru saja selesai bersiap untuk berangkat kerja mengingatkan kepada Farel bahwa hari ini adalah hari ke tujuh meninggalnya Monik.


"Sayang." Ucap Ranti memanggil Farel.


"Iya ada apa?." Jawab Farel.


"Ingat nanti malam acara tujuh harinya Monik, kemarin malam tante Sisil menghubungi ku, dan mengundang kita untuk ke rumah nya, apa hari ini kamu bisa?." Tanya Ranty.


"Insyaallah bisa. Nanti aku akan pulang lebih cepat agar kita bisa ke sana. Kamu hari ini gak sibuk juga kan?." Tanya balik Farel.


"Hari ini aku gak ada jadwal operasi, jadi bisa pulang lebih cepat." Jawab Ranty.


Setelah pembicaraan tersebut mereka pun berangkat kerja, seperti biasa sebelum berangkat kerja Ranty akan mengantarkan sekolah rafi terlebih dahulu, sedangkan Farel akan langsung berangkat kekantor.


**********


Sehabis magrib Farel dan Ranty langsung berangkat menuju rumah Billy terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah pak Agam. Farel dan Ranty berencana berangkat bersama dengan Billy. Tak lama akhirnya mereka sampai di rumah Billy, Rafi yang sudah tahu akan menginap di rumah saudaranya langsung berlari masuk tanpa menunggu Farel dan Ranty.


"Assalamualaikum." Ucap salam Farel dan Ranty setelah mereka masuk kedalam rumah.


"Waallaikumsalam." Jawab Billy dan Ranty.


"Sudah siap mas?." Tanya Farel.


"Siap dong." Jawab Billy.


"Kita berangkat naik mobil ku saja mas, takutnya nanti tamu yang akan datang ke acara tujuh harinya Monik banyak, sehingga parkiran penuh." Ucap Farel.


"Iya, tadi aku juga berfikir seperti itu biar lebih efisien." Ucap Billy.


"Kalau gitu kami berangkat dulu ya mbak, saya nitip Rafi." Ucap Ranty berpamitan.


"Iya kamu tenang saja, biasanya juga nitip."

__ADS_1


Ranty pun tersenyum mendengar candaan Ayana.


"Kita berangkat dulu ya sayang, kamu baik-baik di rumah, jangan terlalu capek, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku." Ucap Billy yang langsung mencium kening dan mengelus perut istrinya yang sudah tampak membesar.


"Iya mas, kamu juga hati-hati." Jawab Ayana dan mencium tangan suaminya.


"Kami berangkat dulu ya mbak, Assalamualaikum." Ucap Ranty.


Farel dan Billy pun mengucapkan salam juga.


"Waallaikumsalam." Jawab Ayana.


Mereka pun berangkat bersama ke kediaman keluarga pak Agam. Sekitar Tiga puluh menit waktu yang di butuhkan untuk sampai ke rumah pak Agam, di sana sudah banyak tamu yang datang, tempat parkir di dalam rumah pak Agam pun mulai penuh dan akhirnya Farel memilih untuk memarkirkan mobilnya di luar agar cepat pulang setelah acara selesai.


Mereka bertiga berjalan menuju rumah pak Agam, di teras rumah terlihat pak Agam yang sedang menyapa dan mempersilahkan untuk para tamu untuk masuk ke dalam rumah beliau. Saat Billy, Farel dan Ranty tiba pak Agam pun menyalami dan mempersilahkan mereka juga untuk masuk kedalam rumah. Pak Agam meminta Jaka menantunya untuk mengantarkan ke tempat yang telah di persiapkan untuk mereka.


"Mari saya anatar." Ajak Jaka.


Setelah sampai Jaka pun mempersilahkan mereka untuk duduk lalu meninggalkan mereka untuk mengurus hal yang lain.


"Alhamdulillah ya mas acaranya berjalan dengan lancar banyak yang datang untuk mendoakan Monik." Ucap Ranty yang berbeda di sebelah suaminya.


"Iya sayang, mudah-mudahan Monik Khusnul khatimah dan di ampuni dosanya oleh Alloh." ucap Farel.


"Amin." Balas Ranty.


Setelah acara selesai Billy, Farel dan Ranty pun berpamitan kepada keluarga pak Agam beserta keluarganya, Billy menghampiri pak Agam yang sedang bertemu beberapa tamu yang di ikuti Farel dan Ranty.


"Assalamualaikum." Ucap Farel memberikan salam lalu menjabat tangan pak Agam beserta ibu Sisil yang saat itu berada di sebelah pak Agam.


"Waallaikumsalam." Jawab Pak Agam dan ibu Sisil.


"Terima kasih nak Billy, Farel dan Ranty menyempatkan untuk hadir di acara tujuh harinya Monik. Sekali lagi saya mewakili Monik meminta maaf atas perbuatan yang telah di lakukan Monik saat dia masih hidup." Ucap pak Agam.


"Iya pak." Jawab Billy singkat.

__ADS_1


Billy pun langsung bersalaman dengan pak Agam dan membalas pelukan dari beliau, dan langsung di lanjutkan bersalaman dengan ibu Sisil yang berbeda di sebelahnya. Farel dan Ranty pun mengikuti Billy untuk mengucapkan salam untuk berpamitan kepada pak Agam dan ibu Sisil.


Saat perjalanan pulang di dalam mobil Farel dan Billy berbicara mengenai pekerjaan yang membuat Ranty merasa bosan.


"Gimana sudah ada perkembangan untuk program nya Ran?." Tanya Farel.


Ranty yang terdiam dan melamun pun terkejut mendengar pertanyaan Billy dan saat itu pikiran Ranty belum siap untuk menjawab pertanyaan dari kakak iparnya, Billy yang mengetahui hal itu pun mencoba mencari topik pembicaraan lain.


"Kamu lagi mikir apa, kok diam saja dari tadi?, apa jangan-jangan kamu lagi......". Ucap Billy yang sempat selesai karena dipotong oleh Ranty.


"Idih mas Billy, amit-amit....". Ucap Ranty.


"Lagian kamu juga sih dari tadi diam saja, biasanya juga ikut ngomong kalau kita lagi bicara, ya kami kira kamu kenapa-apa." Ucap Farel.


"Ih... mas Farel juga ikut-ikutan mas Billy, aku bosen mas, makanya aku diam saja, lagian yang kalian omongin sama sekali aku gak tahu. Oh ya, maaf mas tadi mas Billy tanya apa? aku tadi gak seberapa fokus menyimak pertanyaan mas Billy." Tanya Ranty.


"Gimana perkembangan program kehamilan mu? aku tanya Ayana tetapi penjelasannya terlalu panjang dan membuat aku pusing." Ucap Billy.


"Alhamdulillah, programnya lancar-lancar saja. Aku sangat bersyukur mempunyai keluarga dan suaminya yang sangat mendukung dan tidak memaksakan aku harus cepat hamil. Makasih ya sayang." Ucap Ranty sambil memegang pundak Farel.


"Iya, sama-sama sayang." Jawab Billy.


"Kenapa gak mencoba program yang lain kalau program yang kamu lakukan lama?." Tanya Billy lagi.


"Sebenarnya dokter Diana memberikan dua saran, yang pertama secara alami sambil memperbaiki kandungan ku atau program bayi tabung, dan aku lebih memilih program secara alami karena keadaan kandungan ku baik-baik saja, tetapi perlu proses dan proses itu yang sekarang ini aku jalanin. Apa bila selama setahun tidak ada perkembangan baru program bayi tabung itu yang akan aku lakukan." Jawab Ranty.


Billy pun hanya menganggukkan kepalanya. "Aku doakan lancar dan cepat, dan kamu juga Rel jaga Ranty dan terus gas pol jangan sampai kendor." Ucap Billy sambil mengangkat lengannya 💪.


"Siap pak bos, ingat Ran kata mas Billy, gas pol." Ucap Farel kepada Ranty.


Ranty yang mendengar dan melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2