
Setelah makan malam, Edi langsung mengajak Rafi untuk masuk kedalam kamarnya, sedangkan yang lain berada di ruang tamu.
"Saya harus memanggil apa ni ya? bapak atau nak?." Tanya Pak Purnama.
"Farel saja pak. Kalau di panggil bapak saya juga gak belum terlalu tua." Jawab Farel.
"Walau saya sudah tua dan di panggil bapak, tapi seenggaknya masih tetap ganteng kan bu?." Tanya Pak Purnama kepada ibu Dewi.
"Iya ganteng, waktu bapak masih seumur sama seperti nak Farel." Jawab ibu Dewi.
Candaan mereka membuat suasana di ruang tamu itu memuat suasana tidak terlalu menegangkan dan mencairkan suasana sebelum pak Purnama memulai pembicaraan. Karena sebelum datang Farel sudah diberitahukan oleh Ranty kalau pak Purnama ingin bertemu dan berbicara kepadanya.
"Nak Farel sudah lama kenal dengan Ranty putri saya?." Tanya Pak Purnama yang mulai serius.
"Saya sudah hampir empat bulan mengenal Ranty pak." Jawab Farel gugup.
"Apa kamu tahu latar belakang Ranty dan mau menerima kekurangan dan kelebihan putri ku ini?." Tanya Pak Purnama.
__ADS_1
"Insyaallah saya terima pak." Jawab Farel.
"Atas dasar apa kamu menginginkan anak saya sebagai istri mu?."
"Karena Rafi dan Ranty adalah wanita pertama yang saya kagumi setelah ibu saya dan sebelum saya menikah dengan almarhum istri saya. Pak Purnama pasti bingung Saya akan menjelaskan yang pertama karena Rafi, saya tidak menikah kalau anak saya tidak menginginkan dan menyetujuinya tetapi selama empat bulan ini Rafi selalu dekat dengan Ranty begitu juga sebaliknya tanpa adanya memaksa. Yang kedua, sebelum saya bertemu dengan Nata, wanita pertama yang membuat saya kagum selain ibu saya adalah Ranty, seorang gadis SMA yang saya temui kurang lebih tujuh atau delapan tahun yang lalu dan saya sangat bersyukur karena wanita yang di inginkan anak saya sebagai bunda nya adalah Ranty." Jawab Farel.
"Kok bisa kebetulan ya yah." Ucap Ibu Dewi senang.
"Mungkin sudah ketentuan dari Allah bu." Jawab Pak Purnama.
"Insyaallah hati saya sudah mantap pak, saya yakin ingin melamar anak bapak Ranty. Tetapi apa bapak dan ibu bersedia menerima saya sebagai calon suami Ranty dengan status duda dan memiliki satu anak." Ucap Farel gugup.
"Kalau saya dan Ibu insyaallah menerima, asal Ranty bersedia dan suka." Jawab Pak Purnama.
"Kalau kamu gimana Ran apa kamu bersedia menerima lamaran nak Farel sebagai suami mu?." Tanya ibu Dewi.
"Insyaallah saya menerima bu lamaran mas Farel." Jawab Ranty.
__ADS_1
Farel yang mendengar merasa senang. "Alhamdulillah." Ucap Farel yang langsung menghampiri pak Purnama dan Ibu Dewi untuk mengucapkan terima kasih dan mencium tangan mereka berdua.
Pembicaraan serius itu pun selesai. Pak Purnama dan Ibu Dewi pun memberi kesempatan mereka berdua untuk berbicara mengenai hubungan mereka selanjutnya.
"Alhamdulillah, makasih ya Ran sudah mau menerima ku. Aku akan memberitahukan kabar ini kepada keluarga ku dan aku akan segera melamar mu secara resmi." Ucap Farel senang sambil mengenggam tangan Ranty.
"Iya mas, apa tidak terlalu cepat?." Tanya Ranty.
"Menurut ku tidak karena sesuatu hal yang baik dan membahagiakan harus segera di laksanakan aku gak mau membuang - buang waktu. Aku juga gak mau terjadi hal yang tidak di inginkan maka dari itu aku ingin segera menghalalkan mu menjadi istri ku." Jawab Farel.
Ranty hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan keinginan calon suami nya.
**TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
Nb. Jangan lupa ya terus baca kelanjutannya Like, comen, kasih bintang dan VOTE. 😊😀🙏**
__ADS_1