Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 16...


__ADS_3

Di ruang makan


"Apa kamu yakin mau kembali ke apartemen?." Tanya Billy.


"Iya mas aku yakin." Jawab Farel.


"Apa kamu gak nyaman di rumah Rel, gara - gara sering lihat aku mesra - mesraan sama Ayana di depan mu?." Tanya Billy.


"Ya gak lah mas. Aku cuma kangen dengan suasana di apartemen, ya kan Raf." Jawab Farel.


"Iya pakdhe, Rafi pingin pulang kasihan papa kalau sendirian disana." Ucap Rafi.


"Ya sudah kalau itu keinginan kalian, tapi kalau ada apa - apa langsung hubungi aku ya." Ucap Billy.


"Siap Pak bos." Ucap Farel da Rafi bersamaan.


"Ya sudah waktunya berangkat sekolah, Om antar kalian ya." Ucap Farel kepada Rafi dan Yoga.


"Siap Pa."


"Siap Om."


"kalau gitu buruan pamit dulu sana sama Pakdhe dan Budhe dulu dan kamu juga Yog pamit dulu sama papa dan mama mu dulu." Ucap Farel kepada Rafi dan Yoga.


"OK." Ucap Rafi dan Yoga bersamaan.


Setelah berpamitan dan bersalaman kepada Billy dan Ayana mereka pun berangkat ke sekolah diantar oleh Farel. Di dalam mobil Rafi dan Yoga saling bermain dan bercanda dan saat bercanda Farel pun terkadang ikut menggoda anak dan keponakan nya.


"Papa nanti pulang sekolah jemput kita kan?." Tanya Rafi.


"Iya insyaallah papa jemput, kalau papa gak repot ya." Jawab Farel.


"Nanti kalau papa jemput antar kita ke rumah sakit."Ucap Rafi.


"Aku penasaran Om sama dokter Ranty. Setiap kali Rafi cerita dia mesti bilang kalau dokter Ranty itu cantik, baik, lucu, jadinya Yoga penasaran seperti apa." Ucap Yoga.


"Ya nanti setelah pulang sekolah, kita mampir ke rumah sakit dan ingat papa gak janji ya." Ucap Farel kepada mereka.


"Siap Pa." Jawab Rafi.


"Siap Om." Jawab Yoga.


"Ini kesempatan bagus untuk lebih mengenal Ranty. Makasih ya anak - anak jadi ada alasan untuk bertemu dengannya." Batin Farel.


Tak lama pun mereka sampai ke sekolah setelah berpamitan dan bersalaman Rafi dan Yoga pun turun dari mobil Farel. Setelah mengantar Rafi dan Yoga ke sekolah Farel langsung berangkat menuju kantornya Hermawan Group.


Setengah jam perjalanan akhirnya Farel sampai ke kantor dia langsung berjalan menuju ke ruangannya, sebelum masuk Farel menghampiri Shanti sekretaris nya menanyakan jadwal dan beberapa berkas yang akan dia periksa.


"Kamu siapkan proposal yang kemarin dan kosongkan jadwal ku dari jam dua belas sampai jam dua siang kalau bisa jadwal meeting atau ada orang yang akan bertemu dengan ku jam segitu pending, rubah jam atau atur jadwal baru saja." Ucap Farel.


"Baik pak." Ucap Shanti sopan.

__ADS_1


Setelah memberikan tugas kepada Shanti Farel pun langsung masuk kedalaman ruangannya untuk memeriksa pekerjaannya.


"Tok... Tok... Tok...." Suara pintu diketok.


"Masuk." Ucap Farel.


"Jegrek." Suara pintu dibuka.


"Assalamualaikum, sibuk bos." Ucap Rico.


"Waalaikumsalam, kamu Ric."


"Ini hasil meeting kemarin kamu cek dulu setelah kamu cek dan mendapat Acc dari kamu kita langsung kerjakan projek ini." Ucap Farel.


"Kamu sudah menjenguk anak Anton?." Tanya Rico yang duduk di depan Farel sambil melihat beberapa berkas yang ada di meja Farel.


"Belum. Niat ku sih nanti, setelah menjemput Rafi dan Yoga kita akan ke rumah sakit." Ucap Farel.


"Ngapain ngajak anak - anak?." Tanya Rico heran.


"Rafi sama Yoga ingin bertemu dengan Ranty." Jawab Farel santai.


"Cieh sudah panggil nama sekarang, sudah mulai akrab nih." Ucap Rico.


"Apaan sih." Ucap Farel.


"Kenapa gak cerita - cerita kalau ada kabar terbaru tentang hubungan mu dengan dokter Ranty?." Tanya Rico.


"OK aku dukung, kalau perlu bantuan aku siap membantu, kok."


"Aku gak perlu bantuan mu."


"Ya mungkin Farel yang sekarang sudah kehilangan keahliannya untuk menaklukkan seorang wanita." Ucap Rico sambil tersenyum lebar.


"Enak saja. Sudah sana pergi keruangan mu atau mau aku potong gaji mu." Ucap Farel sambil melempar bolpoin ke arah Rico.


Rico pun langsung menghindar dari lemparan dari Farel.


"Duh galak amat, oh iya Rel nanti kalau kamu mau ke rumah sakit untuk mengantar Rafi dan Yoga sekalian kita jenguk anak Anton. Aku juga mau mengantar lesti periksa kandungan nya." Ucap Rico yang akan pergi keluar dari ruangan Farel.


"OK, nanti kamu kabari aku saja. Jam dua belas sampai jam dua siang aku kosongkan karena aku mau antar anak - anak ke rumah sakit." Ucap Farel.


"OK pak bos, oh iya yakin kamu gak mau bantuan ku." Ucap Rico yang berada di depan pintu untuk keluar.


"RICO KELUAR." Ucap Farel sambil teriak.


Rico yang mendengar dan melihat kelakuan sahabatnya hanya tertawa. Tak lama Rico keluar dari ruang nya, tiba - tiba pintu ruangannya terbuka tanpa melihat siapa yang membuka Farel pun langsung berteriak dan melempar bantal yang ada di belakang kursinya.


"Sudah ku bilang jangan ganggu aku Ric." Ucap Farel sambil melempar bantal.


Bantal itu pun langsung melayang tepat mengenai wajah Monik yang saat itu dia lah yang masuk ke ruang kerja Farel.

__ADS_1


"Buk." Suara bantal tepat mengenai wajah Monik.


"Aduh." Ucap Monik yang terkena lembaran bantal dari Farel.


"Kak Farel kan sakit, memang salah Monik apa sampai di lempar bental." Ucap Monik manja.


Farel pun langsung berjalan menghampiri Monik. "Maafin kakak tadi aku kira Rico yang masuk dan kamu juga salah masuk keruangan seharusnya ketuk pintu dulu." Ucap Farel dan langsung menggandengnya untuk duduk di kursi tamu ruang kerjanya.


"Maafin Monik kak." Jawab Monik.


"Kamu ada perlu apa kesini?." Tanya Farel sambil mengambilkan air minum untuk Monik.


"Kangen sama kakak." Jawab Monika manja dan langsung duduk mendekat kearah Farel.


"Stop duduk manis di situ karena hari ini aku sibuk dan gak bisa bermain - main sama kamu. Dan ingat apa yang kakak katakan kepada mu dulu, kakak hanya menganggap mu adik dan gak lebih." Ucap Farel kembali ke tempat duduknya untuk bekerja.


"Tapi kak kata mama dan tante Tika kalau." Ucap Monik dengan raut wajah berpura-pura sedih.


"Aku gak pernah bilang iya dan menyetujui nya. Kalau kamu masih mau disini duduk diam di situ dan jangan banyak tanya dan berbicara ." Ucap Farel tegas.


"Iya kak maaf." Ucap Monik.


"Aku harus cari akal buat terus dekat dengan kak Farel agar aku bisa menjadi istri dan nyonya Farel Hermawan Putra." Ucap Monik dalam hati.


"Oh ya kak siang ini makan siang bareng yuk." Ucap Monik.


"Gak bisa hari ini aku sudah janji sama Rafi dan Yoga untuk ke rumah sakit." Jawab Farel.


"Cih kenapa sih harus ada Rafi dan Yoga segala bikin rencana ku gagal." Batin Monik.


"Apa Rafi masih sakit kak kok harus ke rumah sakit segala?." Tanya Monik.


"Gak, cuma mereka ingin bertemu dokter Ranty." Jawab Farel.


"Siapa Dokter Ranty." Ucap Monik penasaran dalam hati.


"Beleh gak aku ikut? waktu Rafi sakit aku belum sempat menjenguk nya dan ini aku ada oleh - oleh waktu aku berlibur kemarin. Aku juga kangen sama Rafi kak." Ucap Monik.


"Nanti bosen kalau kamu ikut?."


"Gak akan, boleh ya aku ikut." Ucap Monik manja.


"Terserah kamu saja, kalau kamu ikut aku minta kamu harus bisa jaga sikap mu. Ingat itu!." Ucap Farel tegas.


"Iya kak."


"Yes, ini kesempatan untuk membuat kak Farel dan Rafi lebih dekat dengan ku he... he...." Ucap Monik dalam hati.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2