
Saat mereka akan naik kedalam mobil tiba-tiba ada lelaki yang mendekati mereka dengan memanggil nama Ranty. Farel pun melihat lelaki itu sebelum lelaki itu mendekati mereka Farel meminta Rafi untuk masuk kedalam mobil agar bisa beristirahat.
"Ranty." Panggil Rasid.
"Iya pak ada yang bisa saya bantu." Ucap Ranty dengan nada yang kurang suka kepada Rasid.
"Siapa itu Ran?." Tanya Farel.
Rasid yang mendengar pertanyaan Farel langsung memperkenalkan dirinya kepada Farel tanpa menunggu Ranty menjawab.
"Perkenalkan saya Rasid." Ucap Rasid sambil mengulurkan tangannya.
Farel yang mengetahui nama yang paling di benci oleh Ranty pun menyadari kenapa dari tadi sikap Ranty berubah saat Ranty dan Rafi kembali dari toilet. Dengan tenang Farel pun menyambut uluran tangan Rasid untuk memperkenalkan dirinya.
"Saya Farel, suami dari Ranty ada apa Pak Rasid memanggil istri saya?." Tanya Farel.
__ADS_1
Ucap Farel membuat Ranty terkejut, Ranty mulai berfikir apa Farel tahu kalau yang berdiri di depannya adalah Rasid mantan tunangan Ranty. "Ya Allah kok malah jadi begini, kenapa sih orang aneh ini tiba-tiba muncul dan bikin masalah." Batin Ranty.
Ranty pun memutuskan untuk mengikuti permainan Farel yang mengatakan bahwa dia istrinya.
"Oh maaf pak Farel bukan maksud saya mengganggu istri bapak, saya hanya menyapa saja karena sudah lama tidak bertemu teman saya Ranty." Jawab Rasid.
"Sekarang bapak sudah melihat dan menyapa istri saya kan. Maaf bukannya saya tidak memperbolehkan untuk mengobrol sepertinya waktunya kurang tepat anak kami sudah capek, jadi kami ingin segera pulang ke rumah." Ucap Farel.
"Oh kalau begitu saya mohon maaf karena mengganggu perjalanan anda pulang." Ucap Rasid.
"Sudah tahu pakek nanya." Ucap Ranty pelan.
"Maaf pak Rasid kayaknya gak ada yang perlu lagi kita obrolin. Ayo mas kita pulang kasihan Rafi." Ucap Ranty langsung berjalan dan masuk kedalam mobil.
"Maaf pak kami pulang dulu. Assalamualaikum." Ucap Farel yang ikut masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." Jawab salam Rasid.
Setelah Farel dan Ranty masuk kedalam mobil, Farel langsung melajukan mobilnya. Sedangkan Rasid memandangi kepergian Ranty. Di dalam hati Rasid masih tersimpan rasa sayang dan cinta kepada Ranty. Ada rasa ingin memiliki lagi Ranty karena saat ini Rasid sudah sendiri dan bercerai dengan istrinya.
Di dalam mobil mereka semua hanya diam, Rafi tertidur karena kecapean. Ranty bingung karena keadaan yang baru saja terjadi, Ranty melihat kearah kaca pintu mobil dia takut melihat Farel yang dari tadi hanya diam dan fokus menyetir mobil.
"Aku gak marah kok, jadi kamu gak perlu takut." Ucap Farel yang mencairkan suasana.
"Maaf ya mas, bukannya aku gak mau cerita, jujur aku gak mau membahas orang itu." Ucap Ranty sedih.
"Iya aku tahu makanya aku tadi langsung bilang kalau kamu istri ku, biar dia tidak terlalu banyak bertanya, cuma aku minta mulai sekarang jangan ada yang di sembunyikan dari aku, dan juga sebaliknya aku." Ucap Farel sambil menggenggam tangan Ranty.
"Iya mas, makasih banyak."
Tak lama akhirnya mereka sampai di apartemen setelah sampai di parkiran Ranty dan Farel mengambil oleh - oleh yang mereka beli dari Malang. Karena Rafi tidur Farel pun harus menggendongnya, Ranty membantu membawakan beberapa barang milik Farel sebelum mereka menuju apartemen mereka.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA