Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 107...


__ADS_3

Saat di perjalanan untuk menjemput Rafi dan Yoga di rumah pak Agus, Ranty terus terdiam saat perjalanan memikirkan tentang siapa yang mengikutinya, karena saat Monik masih berada di ruang kerja Farel Ranty mengurungkan niatnya untuk menanyakan dan mengatakan hal itu kepada Farel. Farel yang melihatnya istrinya diam dan melamun selama perjalanan pun heran.


"Kamu kenapa sayang?." Tanya Farel sambil fokus menyetir.


"Gak apa kok mas." Jawab Ranty.


"Gak usah bohong pasti ada yang kamu pikirkan apa ada masalah rumah sakit?." Tanya Farel.


Ranty menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Pasti karena Monik ya? Kenapa kamu ajak anak itu ke kantor kalau kamu gak suka." Ucap Farel.


"Kalau masalah Monik sih gak terlalu, cuma ada yang mau aku tanyakan dan sampaikan ke mas Farel." Ucap Ranty.


"Apa?." Tanya Farel.


"Apa mas menyuruh pengawal untuk menjaga dan mengawasi ku lagi?." Tanya Ranty.


"Gak, memang kenapa apa kamu perlu?." Tanya Farel balik.


"Gak sih." Sambil menggelengkan kepalanya.


"Lalu?." Tanya Farel.


"Cuma ada hal yang aneh saja, saat aku bekerja tadi rasanya ada orang yang mengawasi dan memperhatikan ku deh mas. Tapi saat aku menoleh dan mencarinya kok gak ada." Ucap Ranty.


"Mungkin itu hanya perasaan mu saja, biar aku minta Anton untuk memeriksa nya. Apa aku perlu meminta orang untuk mengawal mu seperti dulu lagi." Ucap Farel.


Ranty menggelengkan kepalanya. "Gak perlu mas." Jawab Ranty.


"Oh ya sayang, memang gak apa kalau Monik magang di kantor Hermawan Group?." Tanya Farel kawatir.

__ADS_1


"Sebenarnya aku kurang setuju. Walau dia bilang kalau dia sudah move on dan gak mau memikirkan mas Farel lagi tetapi ada hal yang aneh dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah." Jawab Ranty.


"Apa perlu aku meminta mas Billy untuk tidak menerima Monik dan temannya magang di kantor Hermawan Group?." Tanya Farel.


"Gak perlu mas, kita lihat saja apa yang akan di lakukan anak itu. Aku percaya kepada mu kalau mas Farel gak akan membuat ku sakit hati lagi." Ucap Ranty.


"Insyaallah, aku akan selalu menjaga kepercayaan yang sudah kamu berikan." Ucap Farel sambil mencium tangan Ranty.


**********


Setelah mengantarkan Yoga pulang ke rumahnya. Mereka bertiga pun langsung pulang ke rumah. Di perjalanan pulang Ranty melihat Rafi terlihat murung selama perjalanan.


"Anaknya bunda kenapa ya kok dari rumah nenek dan kakek mukanya di tekuk terus?." Tanya Ranty heran.


"Gak apa kok bun. Oh iya apa benar Yoga akan punya adik bun?." Tanya Rafi.


"Iya benar." Jawab Farel.


"Kapan ya? Kamu tanya sama bunda mu saja." Ucap Farel yang bingung menjawab.


"Doain aja agar papa sama bunda mu ini cepat memberi mu adik." Jawab Ranty.


"Aku selalu berdoa kok bun setiap kali selesai sholat, tapi kok lama ya Allah ngasih." Ucap Rafi.


"Rafi sabar ya Allah akan mendengarkan doa anak yang sabar dan baik." Ucap Ranty.


"Iya bun. Nanti malam boleh gak aku bobok sama bunda." Tanya Rafi.


"Bo...." Ucap Ranty terhenti.


"Ya gak boleh lah. Kalau kamu bobok sama bunda gimana bunda bisa cepat ngasih kamu adik Raf, mending nanti malam kamu minta temanin Om Edi saja untuk bobok nya." Jawab Farel memotong ucapan Ranty

__ADS_1


"Memang benar bun." Tanya Rafi.


Saat Ranty akan menjawab lagi Farel langsung menjawab pertanyaan Farel.


"Benarkan bun yang papa jelaskan tadi." Ucap Farel sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


Ranty tidak menjawab hanya tersenyum kepada Rafi dan memandang suaminya yang sedang menyetir dan duduk di sebelahnya.


**********


Di apartemen milik Desta, Monik sedang duduk santai menikmati segelas es kopi yang sering dia nikmati dulu bersama Farel. Desta pun datang menghampiri Monik lalu duduk di sebelahnya dan memberikan sebuah kantong kepada Monik.


Desta menarik nafas panjang sebelum bertanya kepada Monik.


"kamu yakin Nik?." Tanya Desta.


"Yakin lah." Jawab Monik.


Monik langsung membuka kantong itu dan mengambil sebuah botol yang berisi obat yang akan dia gunakan untuk rencana jahatnya.


"Apa obat ini reaksinya cepat saat aku memberikannya kepada kak Farel?." Tanya Monik.


"Kurang lebih tiga hari obat itu akan bereaksi. Kamu tinggal lihat dan baca saja catatan itu. Monik apa kamu sudah memikirkan hal ini, kalau kamu ketahuan keluarga Farel dan Om Agam gimana? Mereka gak akan pernah memaafkan mu lho." Ucap Desta kawatir.


"Aku gak peduli, aku akan tetap menghancurkan kehidupan mereka. Kamu gak usah mempedulikan aku. Ini uang nya." Ucap Monik sambil memberikan sebuah amplop coklat berisi uang.


Desta pun menerima uang itu dengan tatap sendu.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.

__ADS_1


__ADS_2