Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 129...


__ADS_3

Anton dan Billy sedang berbicara dengan dua orang polisi yang sedang berada di depan ruang ICU setelah mengintrogasi Desta. Kedua polisi itu menetapkan Desta sebagai tersangka dan juga Monik. Pak Agam yang berada di sana juga ikut mendengarkan pembicaraan mereka, karena dia juga ingin tahu perkembangan kasus anaknya, pak Agam pun menghampiri mereka berempat yang sedang membicarakan hal itu.


"Selamat sore pak, maaf menggangu saya cuma mau bertanya tentang perkembangan kasus anak saya?." Tanya pak Agam.


"Sore juga pak. Untuk perkembangannya anak bapak dan juga Desta, mereka sudah di tetapkan sebagai tersangka karena kami sudah mengintrogasi Desta dan dia mengakui serta menceritakan semua perbuatannya yang di lakukan bersama dengan Monik, kami masih melakukan penyelidikan dan mengbangkan siapa saja yang terlibat karena dari rencana Monik terakhir ini Desta tidak membantu Monik menjalankan aksinya itu." Jawab salah seorang polisi.


"Apa Desta akan di bawa ke kantor polisi sekarang juga pak?." Tanya Jaka.


"Iya pak, kami akan membawa Desta untuk di mintai keterangan tentang perbuatannya dan dia akan langsung kami masukkan penjara karena semua bukti sudah mengarah kepadanya." Jawab polisi itu.


Setelah mendengar penjelasan dan jawaban polisi pak Agam langsung menghampiri Billy yang berada di situ juga. "Bill, Saya mewakili monik minta maaf Bill untuk semua yang dilakukan oleh Monik kepada Farel dan Ranty yang mengakibatkan mereka berdua mengalami semua ini." Ucap Pak Agam sambil membungkukkan badannya.


"Om Agam." Ucap Billy sambil memegang badan pak Agam.


"Kami dari awal sudah memaafkan Monik, tapi untuk kali ini proses hukum akan tetap berjalan karena perbuatan Monik sudah tidak dapat kami anggap biasa, perbuatan itu mengakibatkan Ranty mengalami keguguran dan Farel sudah meminta saya untuk mengurus semuanya. Jadi saya minta maaf untuk kali ini om." Ucap Billy.


Ibu Sisil yang mendengar tidak terima karena anaknya yang sedang koma masih harus di penjara juga.


"Nak Billy, apa nak Billy gak bisa melihat kalau Monik sekarang sedang koma dan kami juga belum tahu kapan dia akan sadar. Apa nak Billy gak kasian dengan dia." Ucap ibu Sisil.


"Saya ikut prihatin bu atas apa yang menimpa Monik, tetapi karena hal yang di lakukan Monik mengakibatkan Ranty juga mengalami keguguran. Jadi wajar kalau kami melakukan hal yang menurut kami benar." Jawab Anton tegas.

__ADS_1


"Maaf tante untuk kali ini kami akan terus melakukan proses hukum, walau keadaan Monik seperti itu." Ucap Billy menambahkan.


"Kalian jahat, apa kalian tidak kasihan kepada monik anak Tante." Ucap ibu Sisil semakin tak terkendali.


"Sudah ma tanang jangan seperti ini kita masih di rumah sakit, semua ini sudah kehendak Allah." Ucap Gladys menenangkan mamanya.


"Kami minta maaf atas apa yng di perbuatan oleh Monik dan kami sebagai keluarga besar monik menerima konsekuensi dan keputusan dari keluarga Hermawan." Ucap pak Agam.


"Papa." Teriak ibu Sisil yang tidak terima dengan keputusan pak Agam.


Dengan perasaan sedih ibu Sisil pergi meninggalkan mereka mencari tempat yang tenang. Gladys yang melihat ibunya pergi langsung mengejarnya setelah dia berpamitan kepada mereka semua yang berada di sana serta meminta ijin suaminya Jaka.


Setelah sampai di sebuah taman Bu Sisil duduk sambil menangis dan merenungi kesalahannya yang mengakibatkan anak kesayangannya jadi seperti ini. Gladys yang melihat Mama seperti itu ikut sedih dan berusaha ingin menghibur dan menguatkannya.


Bu Sisil hanya diam tidak menghiraukan Gladys yang memanggil dan duduk di sebelahnya, Bu Sisil hanya menangis. Gladys hanya bisa melihat dan tidak berbicara, dia memilih untuk membiarkan mamanya menangis untuk meluapkan apa yang ada di dalam hatinya. Setelah merasa tenang akhirnya bu Sisil mulai berbicara dengan Gladys yang dari tadi menunggu dengan setia di sebelahnya.


"Kenapa kamu diam saja, kalau kamu mau memarahi mama, marahi saja mama kalau mau menyalahkan mama salahkan mama saja sekarang!." Ucap bu Sisil.


"Untuk apa aku memarahi dan menyalakan mama kalau semua ini sudah terjadi, yang terjadi ini adalah takdir dan kehendak Allah. Aku tahu semua yang mama lakukan ini untuk kebaikan aku dan Monik, tatapi menurut ku cara yang mama gunakan salah. Mama bisa lihatkan Monik sekarang jadi seperti apa, dia terlalu terobsesi dengan apa yang Mama inginkan dan katakan. Sekarang sudah terjadi mama harus ikhlas dengan keputusan keluarga mas Billy. Kita hanya cuma bisa berdoa agar Monik cepat sadar dan keadaan kembali membaik." Ucap Gladys.


Ibu Sisil kembali menangis lagi dan langsung memeluk anaknya yang dulunya dia anggap sebagai anak yang selalu membangkang dan tidak mau menuruti perintahnya.

__ADS_1


"Maafin mama ya. Mama juga salah kepada mu." Ucap ibu Sisil.


"Gladys selalu memaafkan mama dan akan tetap berada di samping mama. Kita kembali yuk ma, kita juga harus meminta maaf kepada keluarga Hermawan, kasih papa menanggung sendiri." Jawab Gladys.


Setelah obrolan itu ibu Sisil sudah terlihat tenang. Gladys pun mengajak mamanya kembali masuk kedalam rumah sakit untuk mengetahui perkembangan Monik dan Ranty.


Mereka berdua berjalan menelusuri lorong rumah sakit dan akhirnya sampai di tempat dimana Monik sedang menjalani operasi dan pemeriksaan, di tempat itu masih ada orang yang sama yang sedang menunggu perkembangan Monik. Bu Sisil berjalan menghampiri Billy yang duduk di sebelah suaminya.


"Nak Billy, Tante minta maaf sudah berbicara seperti tadi kepada nak Billy. Tante menyerahkan semua keputusan yang terbaik kepada keluarga Hermawan." Ucap ibu Sisil.


Billy pun langsung berdiri lalu memegang tangan ibu Sisil. "Billy juga minta maaf tante, tadi Billy juga berbicara kurang sopan kepada Tante. Terima kasih sudah mau menerima keputusan keluarga kami." Jawab Billy.


Karena semua sudah jelas dua polisi itu berpamitan untuk kembali ke kantor polisi bersama dengan Desta. Desta langsung di tangkap di tempat itu juga, dia pun sudah mengakui kesalahan yang telah dia lakukan bersama dengan Monik. Menunggu keputusan dari pengadilan Monik akan tetap di rawat si rumah sakit itu setelah ada keputusan yang tepat serta keadaan Monik yang memungkinkan dan semakin membaik, Monik akan di pindahkan ke rumah sakit Bhayangkara Surabaya.


Tak lama dua orang dokter keluar dari ruang operasi. Salah satu dokter tersebut meminta pak Agam dan ibu Sisil untuk ikut ke ruang kerjanya untuk menjelaskan masalah yang terjadi kepada Monik.


"Gimana Dok keadan Monik? apa dia bisa sembuh? apa dia baik-baik saja? cepat dok beritahukan kepada kami keadaan Monik." Tanya ibu Sisil dengan tatapan khawatir.


"Sabar dong ma, dokter pasti akan menjelaskan kepada kita, kalau mama seperti ini dokter juga bingun harus menjelaskan seperti dari mana dulu." Ucap pak Agam menenangkan bu Sisil.


Setelah pak Agam memberikan pengertian dan memenangkan Bu Sisil akhirnya dokter yang menangani Monik pun mulai menjelaskan.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2