Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 134...


__ADS_3

Di dalam kamar, Ranty yang baru selesai mandi dan menggunakan pakaian langsung berjalan duduk di ruang tamu yang ada di dalam kamarnya. Ranty membuka tablet milik Farel setelah dia meminta ijin untuk menggunakannya. Sedangkan Farel dan Rafi setelah mereka mandi dan sholat ashar mereka berdua pergi ke kantin untuk membeli makanan serta minuman dan beberapa camilan yang di minta oleh Ranty.


Ranty mulai membuka tablet milik suaminya itu lalu memasukkan akun miliknya ke aplikasi khusus karyawan rumah sakit untuk memeriksakan beberapa pekerjaan dan melihat rekap medis Monik. Saat Ranty memeriksa catatan dan rekap medis milik Monik, Ranty sangat terkejut dan tidak percaya kalau keadaan Monik sangat parah. Ranty pun terdiam sambil membaca perkembangan Monik yang tertulis pada catatan medis itu. Karena serius membaca catatan medis milik Monik sampai-sampai Farel dan Rafi masuk kedalam kamar serta memberikan salam Ranty tidak mengetahui atau menanggapi mereka berdua.


Farel masuk ke dalam kamar bersama Rafi setelah membeli beberapa makanan minuman serta camilan yang di minta oleh Ranty. Farel dan Rafi mengucapkan salam tetapi tidak di jawab atau di tanggapi oleh Ranty yang sibuk dengan tablet milik Farel. Farel pun memutuskan untuk langsung menghampiri Ranty yang sedang duduk dan sibuk dengan tabletnya.


"Assalamualaikum." Ucap Farel dan Rafi tepat di depan Ranty.


"Eh.... waalaikumsalam, maaf bunda gak dengar." Ucap Ranty.


"Memang kamu lagi lihat apa sampai-sampai gak mendengar kami datang?." Tanya Farel sambil menaruh beberapa kantong plastik di atas meja.


"Iya Bun serius amat, apa bunda lagi lihat film atau main game ya di tablet papa, Rafi juga lihat dong bun?." Tanya Rafi juga.


"Bunda gak lagi nonton film atau main game sayang." Jawab Ranty.


"Terus lagi apa? kok bunda lihat tablet sampai segitu seriusnya?." Tanya Rafi.


"Bunda lagi kerja, dari pada nganggur." Jawab Ranty.


"Istirahat dulu lah, kamu kan masih dalam masa pemulihan, memang ada pasien yang perlu penanganan dari mu." Ucap Farel.


"Gak ada sih mas, Alhamdulillah pasien yang aku tangani semuanya baik-baik saja. Ini aku lagi melihat catatan medis milik Monik. Monik ternyata pasien dokter Hadi dan yang aku baca dari catatan medis nya kondisi Monik sangat parah jadi gak tega aku mas melihat, kasihan aku mas. Apa boleh aku menjenguknya sebelum pulang besok?." Tanya Ranty.


Farel hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari istrinya dia berfikir sejenak sebelum menjawab ada perasaan marah dan kesal terhadap keluarga Monik yang mengakibatkan dia kehilangan calon anak, tetapi Farel juga gak mau egois yang akan membuat istrinya sedih melihat sifat seperti itu.


Farel mulai berbicara perlahan untuk menolak permintaan Ranty bila penolakannya tidak berhasil mau tidak mau dia akan menuruti permintaan istrinya itu.


"Untuk apa kita menengoknya?." Tanya Farel.


"Aku ingin melihat dan mengetahui keadaannya saja mas." Jawab Ranty.


"Bukannya kamu bisa melihat rekap atau catatan medis melalui tablet atau menanyakan ke dokter Hadi tentang perkembangan Monik." Ucap Farel.


"Itu beda mas, aku juga ingin tahu keluarganya seperti apa sekarang? Aku ingin tahu keadaan tante Sisil dan Om Agam pasti mereka sangat terpukul dengan kondisi Monik saat ini." Ucap Ranty.

__ADS_1


"Apa mereka juga gak tahu gimana keadaan kita saat ini Ran." Ucap Farel yang meninggi.


Ranty yang mendengar ucapan Farel seperti itu langsung memeluk dan menutup telinga Rafi yang sedang duduk di sebelah.


Farel yang spontan mengucapkan itu pun langsung tersadar melihat respon Ranty seperti itu. Farel pun langsung memeluk istrinya dan anaknya.


"Kita omongin itu nanti saja ya sayang. Maafin aku sudah keras saat berbicara tadi." Bisik Farel kepada Ranty.


Ranty pun menganggukkan kepalanya. "Iya mas, maafin aku juga." Ucap Ranty.


***********


Banyak orang yang menjenguk dan mengunjungi Ranty saat itu, karena keadaan Ranty sudah mulai membaik Farel pun memberi ijin untuk mereka menemui Ranty. Seperti beberapa dokter, perawat dan beberapa staf rumah sakit yang kenal Ranty, mereka banyak yang berkunjung ke kamar Ranty untuk memberikan support kepadanya, termasuk juga Dokter tempat bagian Ranty bekerja


Di dalam kamar tersebut seperti bukan lagi kamar pasien tetapi rumah karena kedatangan dokter Hadi, Lana, Pras dan Cahyo membuat kamar Ranty menjadi ramai. Perawat yang menjaga pun tidak berani menegur karena yang berada di dalam kamar Ranty adalah beberapa dokter dan Farel adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut.


"Sudah jangan bercanda lagi dok." Ucap Cahyo kepada ketiga dokter itu dan juga Farel.


"Memang kenapa?. Tanya dokter Hadi.


"Sudah biarkan saja, lagian kita gak mengganggu mereka dan pasien lain, benar gak sayang." Ucap Farel.


Ranty yang melihat keempat teman kerjanya dan juga suaminya begitu senang, dia pun menganggukkan kepalanya. "Iya terserah kalian saja lah." Jawab Ranty.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan dan candaan mereka.


HP dokter Lana pun berbunyi, dia mendapatkan pesan singkat dari perawatan yang berada di IGD karena ada pasien yang memerlukan penanganan, karena pada waktu itu adalah jadwal dokter Lana shift malam. Dia pun memutuskan untuk berpamitan terlebih dahulu.


"Aku pamit duluan ya, hari ini aku jaga malam. Sudah dapat panggilan dari penggemar ku ni. Assalamualaikum." Ucap Dokter Lana yang buru-buru meninggalkan kamar Ranty.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.


Karena acara menjenguk Ranty sudah cukup lama akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk berpamitan setelah dokter Lana berpamitan terlebih dahulu.


"Kami pamit dulu juga dok." Ucap dokter Pras.

__ADS_1


Ranty pun menganggukkan kepalanya. "Oh iya dokter Hadi jangan lupa, tolong hubungi dokter Wijaya, mungkin ada solusi untuk Monik. Aku akan bilang ke Ayah juga." Ucap Ranty yang sempat meminta bantuan dokter Hadi untuk menghubungi dokter Wijaya dan menceritakan tentang keadaan Monik saat ini walau keinginannya itu di tentang oleh Farel.


Dokter Hadi hanya diam, dia menatap kearah Farel untuk meminta pendapat atau bantuan menjawab ucapan Ranty. Farel yang mengetahui kalau dokter Hadi kebingungan menjawab hanya menganggukkan kepala untuk menyetujui permintaan istrinya itu.


"Ok, aku akan mencoba menghubungi dokter Wijaya dan menceritakan keadaan Monik saat ini." Jawab dokter Hadi.


"Terima kasih Ya Dok." Ucap Ranty senang.


"Kamu sudah senang kan sayang, sekarang waktunya kamu untuk istirahat. Aku akan mengantar mereka keluar. Oh iya Rafi jaga bunda dan suruh dia untuk istirahat." Ucap Farel.


"Siap pa." Ucap Rafi sambil memberi hormat.


"Kami balik dulu ya dok." Ucap Dokter Pras.


"Assalamualaikum." Ucap salam mereka.


"Waalaikumsalam." Jawab Ranty dan Rafi.


Setelah berpamitan mereka pun keluar dari kamar, Cahyo dan dokter Pras memutuskan untuk kembali terlebih dahulu sedangkan dokter Hadi masih berada di luar kamar inap Ranty, karena Farel ingin menanyakan tentang keadaan Monik kepada dokter Hadi.


"Apa betul keadaan Monik separah itu dok?." Tanya Farel.


"Iya Rel, bisa dibilang dia tidak bisa bertahan lama untuk hidup tapi itu hanya prediksi dari kami sebagai dokter, ini semua kuasa Allah kalau Allah mengijinkan dia bertahan dan sembuh ya Allah hu alam. Tadi Ranty juga meminta ku untuk menghubungi dokter Wijaya kamu juga tahu dan juga dengar kan. Walau aku menghubungi beliau belum tentu juga dokter Wijaya bisa menangani masalah Monik." Ucap Dokter Hadi.


Farel hanya diam. "Segitu parahnya ya keadaan Monik. Kalau dia sembuh gimana?." Tanya Farel.


"Ini menurut ku ya, kalau pun dia sembuh keadaan Monik tidak akan bisa kembali seperti semula coba kamu tanya Ranty dia juga tahu." Jawab Hadi.


Farel hanya mengangguk-anggukan kepalanya. "Untuk masalah dokter Wijaya, aku serahkan ke dokter Hadi saja, walau aku bilang ke Ranty tidak, dia pasti akan mencoba menghubungi dokter Wijaya sendiri kalau gak dia akan meminta bantuan ayah juga." Ucap Farel.


"Kalau masalah itu gak usah kamu pikirkan, biar aku saja yang mengurusnya. Aku pamit dulu ya, buruan masuk ke dalam. Assalamualaikum." Ucap dokter Hadi.


"Makasih banyak dok. Waalaikumsalam." Ucap Farel.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA.


__ADS_2