Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 145...


__ADS_3

Setelah melaksanakan tugasnya mengoperasi pasiennya, Ranty langsung pergi keruangan Ayana yang meminta bantuannya untuk acara tujuh bulanan nya. Dengan cepat Ranty langsung berjalan menuju ruangan kakak iparnya itu. Setelah sampai Ranty pun langsung mengetuk pintu ruangan Ranty.


"Tok... tok... tok...". Suara pintu di ketuk.


"Masuk." Ucap Ayana di balik pintu.


"Jegrek." Suara pintu di buka.


Ranty pun langsung masuk. "Assalamualaikum." Ucap salam Ranty.


"Waallaikumsalam." Ucap Ayana yang terlihat sibuk dengan tab di atas mejanya.


Ranty pun langsung masuk dan duduk di depan Ayana.


"Coba kamu lihat ini Ran, ini tadi aku dapat kiriman email dari Lesti." Ucap Ayana sambil menyerahkan tab nya.


"Untuk acara tujuh bulanan mbak?." Tanya Ranty.


"Iya." Jawab Ayana sambil mengangguk kepalanya.


"Ini sih sudah bagus acara syukuran, ada santunan untuk anak yatim-piatu, memangnya mbak Ayana juga ngadain acara gender reveal party? (Gender reveal party bertujuan untuk mengungkapkan jenis kelamin sang bayi kepada sang suami atau bisa juga untuk orang-orang terdekat Mom atau Dads)." Tanya Ranty heran.


"Gak sih itu ide Lesti saja, makanya aku tanya ginana pendapat mu?." Tanya balik Ayana.


"Seru itu mbak kalau diadakan, seperti saat acara tujuh bulanan nya Lesti." Jawab Ranty.


"Iya sih, tapi sebenarnya aku hanya ingin acara yang sederhana saja, untuk syukuran dan santunan anak yatim-piatu di jadikan satu. Untuk acara Gender reveal party menurut ku itu tidak terlalu penting karena laki-laki atau pun perempuan itu sama saja yang penting sehat." Ucap Ayana.


"Kalau gitu kita tunggu Lesti saja mbak, selaku pengurus dan pembuatan acara, tadi saat aku kesini sempat berpapasan dengan dia di poli anak, mungkin sebentar lagi dia datang." Ucap Ranty sambil memegang perutnya.


Ayana yang melihat Ranty memegang perutnya pun langsung bertanya. "Kenapa dengan perut mu?." Tanya Ayana khawatir.


Dengan tersenyum lebar Ranty langsung menjawab. "Aku lapar."


"Ya Alloh, aku kira kamu kenapa-napa ternyata lapar, kenapa gak makan dulu sebelum kesini Ran?." Tanya Ayana.


"Kalau aku makan dulu takutnya ada hal penting yang akan mbak Ayana sampaikan, jadi setelah pekerjaan ku selesai aku langsung ke sini gak sempet makan deh...." Jawab Ranty.


"Sekarang kamu makan saja dulu, sambil menunggu Lesti datang." Ucap Ayana.

__ADS_1


"Kalau gitu boleh ya aku makan di ruangan mbak?." Tanya Ranty.


Ayana pun menjawab dengan anggukan kepalanya mengiyakan pertanyaan Ranty.


Setelah mendapatkan ijin dan persetujuan dari Ayana, Ranty pun langsung memesan makan melalui layanan aplikasi go food, saat itu Ranty ingin menikmati seblak sebagai pengganjal perut yang sedang lapar tak lupa dia juga menawari Ayana.


"Beneran gak mau?." Tanya Ranty mencoba menawarkan sesuatu.


"Gak usah aku sudah kenyang, aku baru saja makan kok." Jawab Ayana menunjukkan sebuah piring kosong yang berbeda di atas meja menandakan Ayana baru saja selesai makan.


"Ok, kalau gitu." Ucap Ranty sambil memainkan hp nya untuk memesan makanan.


Tak lama seorang perawat mengantarkan pesanan Ranty ke ruangan Ayana, hal itu yang membuat Ranty merasa senang karena akan menikmati makanan yang sangat itu dia inginkan. Ranty berpindah tempat ke sofa yang lebih nyaman untuk menikmati makanan nya. Ranty memilih jajanan seblak level lima dan sebuah es lemon tea yang dia inginkan dari tadi, di bukanya kotak makan berisi seblak yang terlihat menggoda dengan warna merah merona. Ayana yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala karena dia tahu makanan yang di makan adik iparnya itu jauh dari kata sehat.


"Ya Alloh Ran, gak apa kamu makan kayak gitu?, hati-hati perut mu bisa sakit lo ya." Ucap Ayana yang melihat makanan yang di pesan Ranty.


"Lagi kepingin mbak, kalau aku sudah makan yang pedas-pedas gini kayaknya mau datang bulan deh." Jawab Ranty sambil makan dan menikmatinya.


"Tapi apa itu gak terlalu pedas? sampai warnanya saja seperti itu." Ucap Ayana menunjukkan makanan yang di makan Ranty.


"Pedas sih pedas mbak, tapi masih bisa di nikmati kok rasanya, mantap." Ucap Ranty yang menekankan kata yang terakhir.


"Tapi ingat hati-hati perut dan lambung mu, takutnya berpengaruh dengan program kehamilan mu." Ucap Ayana menasehati Ranty.


Tak butuh waktu lama untuk Ranty menghabiskan seblak level 5 yang orang-orang bilang pedasnya luar biasa tetapi menurut Ranty enaknya selangit. Setelah selesai makan dan membersihkan meja tanpa permisi dan mengetuk pintu Lesti pun masuk kedalam ruangan Ayana sambil membawa stroller yang di dalamnya ada Naura yang sedang tidur hal itu membuat Ranty dan Ayana pun terkejut.


"Jegrek." Suara pintu di buka.


"Assalamualaikum. Maaf lama ya tadi antri ...." Ucap Lesti panjang lebar untuk menjelaskan.


"Waallaikumsalam." Ucap Ranty dan Ayana yang belum sempat mereka ucapkan karena keburu Lesti ngomong duluan.


"Duduk dulu...."Ucap Ayana meminta Lesti untuk duduk baru berbicara.


"Iya, maaf ya mbak, Ran lama." Ucap Lesti.


"Iya gak apa-apa, apa kita langsung saja biar tidak terlalu lama, kasih anak mu Les." Ucap Ranty sambil melihat Naura.


Ayana dan Lesti pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Ranty.

__ADS_1


Mereka bertiga pun langsung membahas acara tujuh bulanan Ayana, Lesti sebagai WO menjelaskan kepada mereka tetang urutan acara secara dengan jelas dan singkat. Setelah mencapai kesepakatan Lesti dan Ranty pun berpamitan untuk pergi dari ruangan Ayana, Lesti pulang ke rumahnya sedang Ranty kembali keruang kerjanya.


Ranty masuk kedalam ruang kerjanya di lihatnya dokter Hadi yang sedang memeriksa laporan kerja para dokter bedah untuk menggantikan sementara dokter Wawan. Termasuk laporan kerja Ranty. Ranty yang merasa mengantuk dan lapar langsung berbaring di sofa di sebelah meja kerja dokter Hadi. Dokter Hadi hanya diam dan melihat Ranty yang sedang tertidur.


Kurang lebih sepuluh menit dokter Hadi selesai memeriksa laporan kerja tersebut, karena merasa lapar, dia langsung mengambil kantor plastik yang berisi nasi padang, hal itu membuat Ranty terbangun karena mencium bau yang membuat perutnya kembali lapar. Dengan senyum lebarnya Ranty mendekati dokter Hadi.


Dokter Hadi yang penasaran karena Ranty langsung mendekati pun bertanya. "Kamu kenapa?."


"Lapar." Jawab Ranty singkat.


"Memang kamu kemana saja kok jam segini belum makan?." Tanya dokter Hadi lagi.


"Tadi aku keruang kerja bu Ayana untuk mempersiapkan acara tujuh bulanan." Sambil menunjukkan wajah laparnya.


"Bu Ayana gak mengajak kamu makan?."


"Gak. Aku mau itu." Ucap Ayana sambil menunjukkan bungkusan nasi Padang.


Dokter Hadi yang merasa gak tega akhirnya memberikan makan siangnya ke Ranty karena sudah terhipnotis wajah sedihnya.


"Nih, buat kamu saja." Ucap dokter Hadi sambil memberikan bungkusan itu.


"Terima kasih dokter ku sayang." Ucap Ranty yang sudah menganggap dokter Hadi sebagai kakaknya.


"Jangan seperti itu nanti di kira selingkuh lho." Goda dokter Hadi.


"Iya, kan cuma bercanda." Jawab Ranty.


Ranty langsung mengambil sendok dan segelas air putih. Dibukanya bungkusan nasi Padang yang membuatnya menelan ludah sebelum memakannya. Dengan cepat Ranty pun memasukkan satu sendok nasi beserta lauknya kedalam mulutnya. Senyum dan wajah bahagia terlihat dari wajahnya seperti orang yang belum pernah makan nasi Padang. Dokter Hadi yang lupa memberitahukan kalau nasi Padang yang dia beli sangatlah pedas kepada Ranty pun heran karena melihat lahapnya Ranty menikmatinya.


"Ran, seingat ku kamu gak suka makanan yang terlalu pedas lho, bukannya nasi Padang itu pedas sekali?." Tanya dokter Hadi heran.


Karena mulut Ranty penuh dia hanya menjawab pertanyaan dokter Hadi dengan isyarat menggelengkan kepala dan acuan jempol kalau nasi Padang nya sangat enak.


"Ya sudah kalau kamu suka, ingat Perut mu." Ucap dokter Hadi mengingatkan.


Ranty pun mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan dokter Hadi.


Dokter Hadi hanya bisa menghela nafasnya dan membatin di dalam hatinya melihat makan siangnya yang sudah di rebut dan di makan oleh Ranty.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2