Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 71...


__ADS_3

Setibanya di rumah Billy, Farel dan Ranty di sambut oleh ibu Tika, Ibu Dewi dan Ibu Cici yang merasa kawatir setelah mendengar cerita tentang kejadian tadi saat mereka ada di ruang tunggu.


"Assalamualaikum." Ucap Ranty dan Farel bersamaan.


"Waalaikumsalam." Ucap salam semua orang yang ada di ruang tamu rumah Billy membalas salam Farel dan Ranty.


"Kamu gak apa Rel." Ucap Ibu Tika menghampiri Farel dan Ranty.


"Farel gak apa kok ma." Ucap Farel sambil tersenyum lebar.


"Di suruh duduk dulu anaknya. Habis mereka duduk kalian bisa langsung bertanya apa saja kepada mereka." Ucap Pak Hermawan.


"Iya mama sampai lupa. Ayo duduk " Ucap Ibu Tika.


"Kok bisa sih Ran." Tanya ibu Dewi kawatir.


"Ranty juga mana tahu bu. Kipas angin mati tiba-tiba meledak." Jawab Ranty.


"Kamu gak apa - apakan sayang."Tanya ibu Cici.


"Alhamdulillah aku gak apa bu, cuma tangan mas Farel yang terluka cukup dalam, tapi tadi sudah saya obati dan perlu waktu untuk proses penyembuhannya jadi untuk sementara mas Farel harus istirahat dulu agar luka jahitan pada telapak tangan cepat sembuh." Jawab Ranty.


"Ceritanya gimana kok tiba-tiba kipas angin bisa meledak?." Tanya Pak Agus.


"Kita sendiri juga gak tahu Yah,......" Ucap Farel menceritakan kejadian tersebut.

__ADS_1


"Apa Anton gak memeriksa semua tempat waktu acara akan berlangsung dan semua pegawai Lesti yang berada di sana?." Tanya Pak Hermawan.


"Sebelum acara dimulai anak buah saya sudah memeriksa semuanya pak dan saya sendiri juga memeriksa tempat itu lagi untuk memastikan aman, untuk pegawai Lesti sudah saya periksa juga pak mereka semua tidak ada yang mencurigakan. Saya juga gak menyangka akan ada kejadian kipas meledak." Jawab Anton.


"Apa nak Farel punya musuh atau saingan bisnis yang membuat mereka marah sehingga melakukan ini?." Tanya Pak Purnama.


"Kalau musuh saingan bisnis banyak Om, tapi gak mungkin juga mereka melakukan hal yang memalukan seperti ini dan setahu saya Farel hanya mengundang saudara saja kok gak ada rekan bisnis atau klien yang di undang, ya kan Rel." Ucap Billy.


Farel hanya menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Farel.


"Menurut kalian siapa kira - kira yang ingin menggagalkan acara lamaran Farel dan Ranty padahal yang kita undang hanya keluarga gak mungkinkan keluarga kita berbuat seperti itu." Ucap Pak Hermawan.


"Monik." Jawab Farel, Rico dan Anton bersama.


Membuat semua orang yang berada di ruangan itu heran dan tidak percaya.


"Gak ada yang gak mungkin pak, Monik kan suka dengan Farel." Jawab Rico.


"Kalau gitu minta Anton untuk menyelidiki semua yang terjadi. Papa gak mau kejadian ini terulang lagi. Kalau memang Monik yang melakukan biar papa saja yang akan menyampaikannya ke Agam, biar dia yang memberi hukuman kepada anaknya." Ucap Pak Hermawan.


"Baik pak." Jawab Anton.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan masalah hari pernikahan yang akhirnya jatuh pada bulan depan dan acara akan di selenggarakan di Semarang. Untuk acara yang di Surabaya akan di adakan seminggu setelahnya.


"Kalau gitu ibu dan ayah harus segera pulang ke Semarang untuk mempersiapkan acara pernikahan mu. Karena acara nya gak sampai sebulan." Ucap Ibu Dewi semangat.

__ADS_1


"Idih ibu yang menikah siapa yang senang siapa." Ucap Ranty yang melihat ibunya kegirangan.


"Ya jelas ibu semangat kamu yang akan menikah, itu adalah hal yang paling ibu inginkan, melihat kamu menikah. Kamu selesaikan semua pekerjaan mu yang ada di sini gak usah kawatir untuk masalah persiapan di Semarang semua akan ibu urus."Ucap Ibu Dewi.


"Memang ibu gak perlu bantuan ku?." Tanya Ranty.


"Gak perlu ibu bisa urus sendiri, kamu tahu selesai saja." Jawab ibu Dewi.


"Iya benar Ran nanti ibu juga akan bantu ibu mu. Kamu gak usah terlalu mikir urusan persiapan, jaga diri saja dan siapkan mental." Ucap Ibu Cici.


"Benar itu sayang kamu harus persiapkan diri, jadi mulai besok pekerjaan di rumah sakit kamu minta dokter lain saja yang hendel dulu. Nanti aku minta Ayana yang mengurus ijin cuti mu." Ucap Ibu Tika menambahkan.


Ranty hanya diam menganggukkan kepalanya melihat para ibu - ibu yang sangat antusias dan semangat dengan acara pernikahannya.


"Kalau aku gimana ma? Masa' cuma Ranty saja yang di beri perhatikan. Aku kan juga butuh perhatian." Ucap Farel.


"Kamu gak perlu di kasih perhatian, lagian bagi kamu ini bukan pertama kalinya menikah , kalau Ranty kan baru pertama kalinya." Ucap Billy.


"Seenggaknya ini pertama kalinya buat aku dan Ranty." Ucap Farel sedih.


"Tuh ma lihat anak mama yang paling manja sudah mulai." Ucap Billy mengadu.


"Sudah - sudah gak usah mulai lagi." Ucap Pak Hermawan.


Mereka semua yang mendengar dan melihat tingkah kakak adik tersebut pun tertawa. Pembicara di ruang tengah pun di lanjutkan oleh orang tua yang membahas tentang pernikahan.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2