Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 35...


__ADS_3

Di dapur


"Siapa itu mbak? Apa itu papanya Rafi, ganteng juga ya." Ucap Sasa.


"Iya itu Papa Rafi kamu suka?." Tanya Ranty kesal.


"Gak mbak, tenang saja Edi masih yang nomor satu untuk ku, aku cuma kagum saja sama papa nya Rafi, kenapa mbak kok bilang seperti itu dari nada mbak seperti cemburu deh, He... he... he...." Ucap Sasa sambil menggoda Ranty.


Ranty yang kesal dengan godaan Sasa langsung menyentil kening Sasa dengan pelan.


Sasa yang sedikit kesakitan pun mengeluh.


"Aduh kan sakit mbak." Ucap Sasa sambil mengusap kening nya.


Farel, Ibu Dewi, Edi dan Rafi yang berada di ruang tamu mendengar teriakan Sasa, mereka pun penasaran, Edi langsung berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang terjadi.


"Kamu gak apa Sa?." Tanya Edi kawatir.


"Gak apa kok, cuma tadi ada nyamuk besar si kening Sasa, karena gemas jadi mbak langsung sentil kening Sasa, benar kan Sa?." Ucap Ranty.


"Ya benar deh." Ucap Sasa pasrah.


Jam pun menunjukkan pukul dua belas siang. Mereka semua langsung melaksanakan sholat dhuhur terlebih dahulu. Tak lama kemudian teman - teman Edi pun datang ke apartemen Ranty. Acara pun di mulai dengan doa yang di pimpin oleh ibu Dewi, di lanjutkan langsung acara makan - makan. Acara pun selesai tepat pukul lima sore. Farel, Sasa dan Rafi yang dari tadi ada di sana langsung ikut membantu membersihkan dan merapikan apartemen Ranty.


**********


Sudah satu bulan berlalu hubungan Farel dan Ranty pun semakin dekat. Farel dan Rafi sering menghabiskan waktu bersama Ranty.


Siang itu Ranty yang sedang asik membersihkan apartemen nya karena hari itu adalah hari yang sangat di tunggu Ranty untuk beristirahat dari rutinitas nya sebagai dokter. Saat itu tiba - tiba hpnya berbunyi yang membuat ketenangannya terganggu. Dengan berat hati dia langsung mengambil dan melihat layar hpnya yang dia kira panggilan tugas di rumah sakit, ternyata Lesti yang menghubungi nya, Ranty langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo, Assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Waalaikumsalam, kamu repot gak Ran hari ini?." Tanya Lesti.


"Gak juga sih, memang ada apa?." Tanya balik Ranty.

__ADS_1


"Boleh minta tolong gak hari ini mas Rico lagi meeting dan sekarang ini aku lagi pingin rujak buah kalau kamu gak ada kerjaan bisa gak main ke toko kue ku sekalian belikan aku rujak." Ucap Lesti sambil merengek.


"Duh bumil yang lagi nyidam pingin rujak. Ya sudah tunggu aku kesana. Ada lagi yang kamu pingin lagi selain rujak buah, sebelum aku sana?." Tanya Ranty lagi.


"Gak cuma itu saja." Jawab Lesti.


"OK, aku tutup dulu ya telepon nya, di tunggu, assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Makasih banyak ya. Waalaikumsalam." Ucap Lesti mengakhiri teleponnya.


Setelah mereka selesai telepon. Ranty pun bergegas menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan langsung menuju ke toko kue milik Lesti dan tidak lupa membeli rujak buah titipan Lesti.


Tak lama Ranty sampai di parkiran toko kue milik sahabatnya, setelah memarkirkan mobilnya Ranty langsung berjalan masuk ke dalamnya toko kue. Saat itu Ranty menggunakan pakaian santai, dia menggunakan hot pants sepaha, kaos Pink yang kedodoran sepanjang hot pants sehingga kaos itu menutupinya di padukan dengan sepatu kets berwarna putih yang membuat penampilannya kelihatan lebih mudah dari pada umurnya saat ini. Banyak pengunjung toko kue dan kafe yang kagum dengan penampilan Ranty saat itu.


Ranty memasuki toko kue yang juga Cafe milik Lesti yang menjual bermacam - macam kue, roti dan minuman kekinian. Ranty meminta tolong kepada salah seorang pegawai toko itu untuk menyampaikan kepada Lesti kalau dirinya sudah datang. Tak lama Lesti pun keluar dari ruangannya dan meminta Ranty untuk masuk kedalam.


"Assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Waalaikumsalam. Yuk masuk, mana titipan ku sesuai dengan apa yang aku wa tadi ya." Ucap Lesti yang sudah tidak tahan ingin makan rujak.


"Makasih ya Ran aku benar-benar sayang sama kamu." Ucap Lesti yang sangat gembira karena rujak.


"Iya sama-sama." Ucap Ranty.


"Ranty kamu tu dari SMA sampai sekarang penampilan masih tetap sama." Ucap Lesti sambil membuka rujaknya dan memakannya.


"Memang sama seperti apa, umur ku juga sudah gak muda lagi. Muka juga sudah ada keriput nya, rambut juga ada ujannya kare kebanyakan mikir." Ucap Ranty.


"Ya coba kamu lihat sendiri saja di kaca, beda kan dengan aku dan Fitri hehehe, sampai - sampai pegawai ku mengira kamu adik ku padahal kita kan seumuran." Ucap Lesti.


"Sudah jangan bilang seperti itu ah jadi gak enak aku, bedanya cuma kalian sudah menikah dan aku belum makanya aku masih kelihatan ting - ting." Ucap Ranty tersenyum lebar.


"He... He... He..., tahu saja, oh iya gimana hubungan mu dengan mas Farel." Tanya Lesti.


"Kami berdua baik-baik saja. Memang kenapa?." Tanya Ranty penasaran.

__ADS_1


"Apa mas Billy belum bilang kamu apa - apa?." Tanya balik Lesti.


"Memang pak Farel bilang apa sama aku, perasaan kalau kita ketemu pak Farel gak pernah bilang apa - apa tu biasa aja. Ingat Les aku gak mau merusak hubungan orang ya dan aku gak mau di katain pelakor sama anak yang namanya Monik itu." Ucap Ranty.


"Aduh bu dokter ini, setahu ku Monik itu gak ada hubungannya dengan mas Farel." Ucap Lesti.


"Tapi kenapa dia masih sering main ke apartemen nya kalau bukan calon istrinya apa namanya dan memang apa urusannya juga dengan aku tentang hubungan mereka." Ucap Ranty.


"Haduh....." Ucap Lesti yang kesal.


"Mas Farel ini gimana sih, kesempatan sudah di depan mata kenapa masih saja gak bisa mengambil kesempatan." Batin Lesti.


"Kenapa kamu Les?." Tanya Ranty.


"Gak apa - apa gak usah dibahas lagi masalah itu, oh ya sampai lupa aku kalau ada kue baru, kamu mau gak." Ucap Lesti.


"Ya jelas mau lah, sekali aku mau es Chocolate, haus ni masa' teman disuruh kesini cuma nganter pesanan terus dianggurin." Ucap Ranty.


"Iya iya maaf, aku pesanin dulu, mau apa lagi?." Tanya Lesti.


"Gak itu saja, nanti kalau pingin lagi aku bilang deh." Ucap Ranty.


"OK." Ucap Lesti yang meminta pesan Ranty kepada pegawai melalui telepon.


"Oh iya Les, mushola di mana aku mau sholat dhuhur soalnya tadi waktu kesini aku belum sempat sholat." Ucap Ranty.


"Oh, mushola dekat toilet kamu keluar saja terus belok kiri nanti sudah kelihatan kok mushola nya." Jawab Lesti.


Ranty yang sudah tahu letak mushola langsung keluar ruangan Lesti dan berjalan menuju mushola.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


Maaf terlalu lama up nya....

__ADS_1


__ADS_2