Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 61...


__ADS_3

Setelah mengantarkan Farel dan Rafi ke apartemen nya untuk membantu membawakan beberapa bawaannya, Ranty langsung kembali ke apartemennya yang berada di sebelah apartemen Farel. Saat masuk kedalam apartemen Ranty sangat terkejut melihat ibu Dewi dan pak Purnama yang berada di dalam apartemen nya.


"Ya Allah ayah ibu, kapan ke sini?." Tanya Ranty yang masih terdiam di depan pintu.


"Kemarin! Setelah kamu cerita kalau kamu di lamar oleh pak Farel ibu mu langsung meminta dan merayu ayah untuk datang ke sini." Jawab Pak Purnama.


Ranty masuk kedalaman rumah tamu menaruh barang bawaan nya dan duduk di sebelah ayahnya. "Ya Allah Ibu, kasihan ayah kan bu, bukannya ayah baru pulang dari Singapura terus kalau ayah ke sini, siapa yang menjaga rumah sakit?." Tanya Ranty kesal.


"Ya ampun Ran, ayahmu kan pemilik dan direktur rumah sakit, ayah juga punya wakil dan asisten mereka bisa menangani urusan yang di sana, lagi pula rumah sakit gak perlu di jaga gak bakalan hilang, kalau untuk masalah anak yang bisa menanganinya ya cuma orang tuanya." Ucap Ibu Dewi.


"Tapi kan gak perlu ke sini juga ibu ku sayang." Ucap Ranty.


"Ya jelas harus ke sini Ranty!." Ucap Ibu Dewi.


Pak Purnama yang melihat perdebatan antara anak dan Ibu hanya diam dan tersenyum karena sudah lama pak Purnama tidak melihat hal ini karena kesibukan dirinya dan Ranty lebih memilih bekerja di rumah sakit lain dari pada rumah sakit milik keluarga.


"Ayah." Panggil ibu Dewi dan Ranty bersamaan.


"Ayah kenapa diam saja sih? Mbok belain ibu ini menyangkut anak perawan kita." Ucap Ibu Dewi.


"Ayah kan sayang sama Ranty kenapa gak belain Ranty sih tambah senyam senyum gak jelas." Ucap Ranty.

__ADS_1


"Ha... Ha... Ha... Ya ini yang ayah rindukan dari kalian berdebat masalah yang gak jelas." Ucap Pak Purnama sambil tertawa terbahak - bahak.


Ibu Dewi dan Ranty yang melihat pak Purnama tertawa langsung kesal karena tidak mendapat pembelaan malah di tertawakan.


"Sudah - sudah maafin ayah mentertawakan kalian berdua, sekarang papa akan serius. Ranty apa benar yang di katakan ibumu kalau pak Farel melamar mu?." Tanya Pak Purnama.


Saat mereka berbicara tiba-tiba pintu apartemen di buka. Edi yang baru saja pulang kuliah langsung masuk dan ikut duduk di antara mereka.


"Assalamualaikum." Ucap salam Edi.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.


"Gimana mbak berhasil gak kemarin Om Farel melamar mbak Ranty?." Tanya Edi.


"Terus jawaban mbak apa yes or no?." Tanya Edi lagi.


"Kamu cuci kaki dulu sana pulang - pulang langsung ikut nimbrung saja." Ucap Ibu Dewi mengusir Edi.


"Ibu..... Aku kan juga ingin tahu" Ucap Edi merayu ibu Dewi.


"Sudah sana dulu kamu cuci kaki, tangan, ganti baju dan taruh perlengkapan kuliah mu dulu." Ucap Pak Purnama.

__ADS_1


"Iya Yah." Ucap Edi sedih yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Jawab pertanyaan ayah tadi." Ucap Pak Purnama yang mulia serius.


"Iya Yah benar, kemarin mas Farel meminta ku untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk anaknya Rafi." Jawab Ranty.


"Apa kamu sudah memberikan jawaban kepada nya?." Tanya Pak Purnama.


"Belum Yah, aku meminta waktu untuk bertanya kepada ayah dan ibu dulu sebelum menjawabnya." Jawab Ranty.


"Kenapa gak langsung jawab iya saya sih mbak, mau nunggu apa lagi? Keburu om Farel di ambil orang lho." Ucap Edi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya Ran, Ibu juga setuju kalau kamu sama nak Farel walau dia duda dan sudah punya anak." Ucap Ibu Dewi.


"Kalau ayah sih setuju - setuju saja asal kamu suka dan cocok ayah akan menyetujui nya." Ucap Pak Purnama.


"Gimana keputusan mu Ran?." Tanya ibu Dewi.


"Insyaallah kalau ibu dan ayah setuju aku akan menerima lamaran mas Farel." Jawab Ranty.


"Alhamdulillah." Ucap semua yang mendengar jawaban dari Ranty.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2