Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 112...


__ADS_3

Ranty dan Ayana sudah sampai di sebuah mall yang ada di Surabaya bersama dengan anak-anak. Mereka langsung menuju food court karena permintaan anak-anak untuk makan sebelum berjalan-jalan dan berbelanja. Saat menuju tempat itu Ranty tidak sengaja bertemu dengan dokter Lama bersama seorang wanita.


"Dokter Lana." Panggil Ranty.


"Ranty." Ucap Dokter Lana terkejut.


"Sedang apa dokter di sini? bukannya dokter sedang mengambil cuti untuk pulang ke Jombang? dan siapa lagi wanita ini?." Tanya Ranty panjang lebar.


"Banyak banget tanyanya kayak istri ku saja." Jawab dokter Lana.


Ranti dan wanita yang sedang bersama Dokter Lana langsung sama-sama menatap dengan tatapan yang menakutkan.


"Apaan sih dokter ini gak usah bercanda kenapa." Ucap Ranty yang menyadari kecurigaan dari tatapan wanita yang bersama dokter Lana.


"Eh.... ada Bu Ayana juga. Lho Rafi dan Yoga juga ikut. Siang Bu maaf yang tadi cuma bercanda saja Bu." Ucap Dokter Lana yang melihat Ayana, Rafi dan Yoga berjalan menghampiri Ranty.


"Siang dokter Lana." Ucap Ayana.


"Siang dokter." Ucap Rafi dan Yoga bersamaan.


Ranty menatap dokter Lana dengan tatapan yang penuh pertanyaan tentang siapa wanita di sebelahnya begitu juga wanita yang ada di sebelah Lana yang ingin tahu siapa Ranty itu.


"Oh iya perkenalkan ini Tasya." Ucap Dokter Lana.


Tasya tersenyum manis saat Lana memperkenalkan dirinya kepada Ranty dan Ayana.


"Oh iya Tasya perkenalkan ini Ranty rekan kerja ku di rumah sakit profesinya sama dengan ku dia juga seorang dokter bedah, ini ibu Ayana wakil direktur di rumah sakit dan kedua anak ganteng ini adalah anak dokter Ranty dan ibu Ayana." Ucap Dokter Lana menjelaskan.


Tasya pun tersenyum lega saat mendengar ucapan Lana, dia langsung mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan nama saya Tasya Kamila dan saya adalah istri dokter Lana." Ucap Tasya.


"Apa." Ucap Ayana dan Ranty bersamaan.


Ayana yang hendak menerima uluran tangan untuk bersalaman langsung menarik tangannya dan menutup mulutnya karena terkejut begitu juga Ranty matanya langsung melotot mendengar ucapan Tasya.


"Apa aku gak salah dengar?." Tanya Ranty.


"Ya gak lah Ran ini istriku, tiga hari yang lalu aku dan Tasya baru saja menikah." Jawab dokter Lana.

__ADS_1


"Selamat ya, terus kapan acara resepsi nya di sini? gak mungkin juga kamu merahasiakan berita bahagia ini." Tanya Ayana.


"Insyaallah segera Bu." Jawab Dokter Lana.


"Kita tunggu undangannya lho dokter. Kalian mau kemana?." tanya Ranty.


"Kami mau berbelanja, sebelum berbelanja kami mau makan dulu. Karena di rumah dokter Lana tidak ada bahan makanan dan peralatan memasak pun juga tidak lengkap." Jawab Tasya.


"Gimana kalau kita makan bersama saja. Bolehkah mbak?." Tanya Ranty.


"Ya boleh lah. Mungkin kita akan dapat traktiran makan gratis sama pengantin baru. Bercanda lho Lan." Ucap Ayana.


"Walau ibu bercanda kami pasti akan mentraktir kalian, ya sebagai syukuran ada yang tahu pertama kalau kami sudah menikah." Ucap Lana.


Akhirnya mereka berjalan bersama lalu memilih salah satu restoran di mall tersebut, mereka pun makan bersama di restoran itu. Setelah selesai makan Ranty, Ayana serta anak-anak berpamitan terlebih dahulu kepada Lana dan Tasya karena mereka akan lanjut berjalan-jalan dan berbelanja. Saat itu Ayana dan anak-anak pergi menuju kesebuah toko buku karena Yoga dan Rafi ingin membeli beberapa buku, sedangkan Ranty berjalan sendiri menuju sebuah toko perlengkapan aksesoris. Ranty membeli beberapa kotak dan kertas kado untuk membungkus hasil test pack dan USG yang akan di berikan kepada Farel sebagai hadiah kejutan karena dia akan menjadi seorang ayah.


Setelah selesai dan puas berjalan-jalan di mall Ranty, Ayana dan anak-anak segera pulang karena hari sudah semakin sore. Ranty mengantarkan terlebih dahulu Ayana dan Yoga sekalian mampir untuk mempersiapkan kejutan untuk Farel di rumah Ayana. Tak lama mereka sampai di rumah besar keluarga Hermawan. Setelah memarkir mobil Ranty, Ayana dan anak-anak masuk ke dalam rumah.


"Kamu langsung pulang?." Tanya Ayana.


"Kayaknya gak deh mbak, tadi aku juga sudah minta Ijin mas Farel kalau aku mau mampir ke sini dulu." Jawab Ranty.


"Iya mbak." Jawab Ranty sambil mengeluarkan HP nya untuk memberi pesan Farel.


"Kalau gitu aku mau masuk kamar dulu untuk membersihkan badan sudah gerah dan gatal ingin mandi." Ucap Ayana lalu sambil berjalan kearah kamarnya.


"Sama mbak aku juga mau mandi. Kalau gitu aku naik ke atas dulu. Rafi mandi di kamar bunda atau kamar Yoga." Ucap Ranty.


"Aku di kamar Yoga saja ma. Baju ku juga ada di kamar Yoga." Jawab Rafi.


"Kalau gitu ayo kita sama-sama ke atas yuk. Bisa gak dua jagoan ini bantuin bunda dan Tante membawakan belanjaan ini." Ucap Ranty.


"Bisa dong ma." Jawab Rafi.


"Bisa dong Te." Jawab Yoga.


Mereka bertiga langsung naik ke atas Ranty langsung masuk ke dalam kamarnya sedangkan Rafi dan Yoga masuk ke dalam kamar Yoga. Setelah masuk ke dalam kamar Ranty menaruh kantong belanjaannya di atas meja terlebih dahulu sebelum dia membersihkan dirinya dan melaksanakan sholat ashar.


Setelah selesai membersihkan diri dan sholat tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk. Ranty pun langsung membukanya karena saat itu pintu kamarnya dia kunci.

__ADS_1


"Jegrek." Suara pintu terbuka.


"Bunda." Ucap Rafi lalu masuk ke dalam kamar


"Iya sayang ada apa? Lho mana Yoga? Kamu gak sama dia?." Tanya Ranty.


"Yoga les Bun. Kami kan gak satu kelas jadi lesnya juga berbeda hari." Jawab Rafi.


"Oh iya ya. Bunda lupa." Ucap Ranty.


"Ini apa Bun? kok banyak kotak?." Tanya Rafi heran.


"Bunda mau cerita tapi Rafi harus janji bisa jaga rahasia gak boleh memberitahukan kepada siapapun termasuk papa, jadi hanya bunda dan Rafi yang tahu." Ucap Ranty.


"Janji Bun memang apa rahasianya?." Tanya Rafi sambil memberikan jari kelingkingnya kepada Ranty.


Ranty pun menyatukan jari kelingkingnya dengan Rafi sebagai pengikat janji. "Janji ya jangan kasih tahu siapa pun." Tanya Ranty.


Rafi mengiyakan pertanyaan Ranty dengan anggukan kepalanya.


"Sekarang Rafi gak boleh nakal, harus belajar lebih mandiri, harus lebih sayang sama bunda dan jadi anak yang pandai serta berguna karena sebentar lagi Rafi akan menjadi seorang kakak." Ucap Ranty.


"Beneran Bun?." Tanya Rafi.


Ranty tersenyum sambil mengangguk kepalanya.


Rafi yang senang langsung berjalan kearah Ranty dan memeluknya dengan erat.


"Makasih ya Bun, Rafi janji akan nurutin semua apa yang bunda katakan dan Rafi janji akan merahasiakan kepada papa. Lho memang papa gak kita kasih tahu Bun?." Ucap Rafi.


"Kita akan kasih tahu tapi gak sekarang, bunda ingin kasih kejutan untuk papa, Rafi mau bantu gak?." Tanya Ranty.


"Mu dong Bun." Jawab Rafi.


"Kalau gitu bunda rapikan ini dulu setelah itu kita buat kejutan untuk papa." Ucap Ranty.


Mereka berdua pun sibuk membuat Kado untuk Farel sebagai kejutan untuk memberikan tahu bahwa Ranty sedang hamil. Ranty memasukkan hasil test pack kedalam sebuah kotak kecil setelah itu kotak itu dimasukkan ke dalam kotak lagi hingga tujuh kotak agar terlihat kado itu besar setelah semua masuk kedalam kotak yang paling besar setelah itu membukusnya dengan kertas kado. Tak lupa Rafi membuat sebuah kartu untuk papa yang akan di tempelkan pada kado itu.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2