Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 57...


__ADS_3

"Apa." Ucap Monik.


"Kenapa wanita itu kak? Memang apa kurang ku, aku sudah kenal kak Farel lama, kenapa kakak lebih memilih dia dari pada aku?."


"Ini gimana tho jeng Tika, bukannya jeng tika setuju dengan hubungan mereka kok jadi seperti ini?." Tanya ibu Sisil.


"Saya gak pernah bilang seperti itu dek Sisil, saya akan setuju bila Farel juga mau dan setuju dengan hubungan itu." Jawab ibu Tika.


"Ma... Gimana ini kak Farel jahat ma sama aku." Ucap Monik sambil menangis dan memeluk ibu Sisil.


"Maaf tante dari awal saya sudah mengatakan kepada Monik bahwa saya hanya menganggap nya sebagai adik tidak lebih dari itu." Ucap Farel.


"Kenapa kamu jahat Rel Monik sudah banyak berkorban untuk mu dan Rafi kenapa kamu tambah memilih wanita yang gak tahu asal usulnya dari keluarga mana." Ucap Ibu Sisil.


"Tante asal tante tahu keluarga Ranty lebih...." Ucap Lesti terhenti karena Ranty melarang nya berbicara.


"Memang dia dari keluarga apa? Cuma dokter kan, memang apa hebatnya dengan dokter." Ucap Ibu Sisil.


"Sudah tante jangan asal berbicara seperti itu, ini keputusan saya, saya sudah memberi kesempatan lama sekali kepada Monik untuk bisa mengambil hati dan lebih dekat dengan Rafi tetapi kesempatan itu tidak di gunakan sebaik mungkin oleh Monik. Karena aku akan mencari calon istri yang memang benar-benar sayang kepada Rafi, seandainya wanita itu bukan Ranty tetapi wanita lain yang di sukai Rafi aku pun akan memiliki wanita yang diinginkan Rafi sekarang aku lebih mementingkan Rafi dari pada yang hal yang lain." Ucap Farel tegas.


"Beri aku kesempatan lagi kak, aku akan memperbaiki sikap dan tingkah laku ku. Aku akan membuat Rafi suka dengan diriku dan aku bisa menjadi bunda Rafi kak." Ucap Monik.


"Maaf Monik, tetapi ini sudah keputusan ku. Aku dari awal memang tidak ada perasaan kepadamu aku hanya menganggap mu sebagai adik dan gak lebih." Ucap Farel.


"Tapi kak..... " Ucap Monik sambil menangis.


"Sudah Monik kamu gak usah meminta atau memohon kepada mereka, masih banyak lelaki yang lebih dari Farel yang menyukai mu." Ucap Ibu Sisil.

__ADS_1


"Tapi ma, aku maunya sama kak Farel, gak mau yang lain." Ucap Monik.


"Sudah kita pulang saja. Ayo Pa kita pulang." Ucap Ibu Sisil pergi tampa berpamitan.


Monik pun mengikuti ibu Sisil untuk pulang, sebelum Monik pergi dia sempat berucap kepada Ranty. "Awas kamu ya pelakor, perusakan hubungan orang akan aku balas dan gak akan membiarkan kamu hidup bahagia." Ancam Monik.


Pak Agam yang melihat tingkah laku istri dan anaknya merasa malu sebelum pergi pak Agam meminta maaf kepada semua atas tingkah laku mereka.


"Mohon maaf semuanya atas tingkah laku istri dan anak ku. Saya pamit dulu." Ucap Pak Agam dan langsung pergi meninggalkan rumah mereka.


Setelah kepergian keluarga pak Agam dengan resmi Farel memperkenalkan Ranty kepada mereka semua yang ada di sana. Farel berjalan menghampiri Ranty.


"Perkenalkan ini Ranty yang insyaallah akan menjadi istri dan bunda untuk Rafi." Ucap Farel.


"Oh ini tho mbak Tik, wanita yang mbak cerita kan kapan hari itu yang bisa membuat Farel salah tingkah." Ucap Ibu Cici.


"Iya mbak, gimana menurut mbak sudah cocok belum jadi bunda nya Rafi?." Tanya ibu Tika.


"Tenang saja Om Ranty itu pandai mengurus semuanya. Apalagi orang sakit." Ucap Lesti membanggakan teman.


"Apa nak Ranty sudah setuju, dengan hal yang di katakan oleh Farel?." Tanya Pak Agus ayah Nata.


"Saya belum menjawab nya pak, saya harus memberitahukan orang tua saya dulu, saya meminta waktu kepada mas Farel dan saya akan secepatnya memberi jawaban." Ucap Ranty.


"Ya aku faham itu. Saya sebagai kakek dan nenek dari Rafi meminta tolong jaga cucu kami dan sayangilah seperti anak mu sendiri." Ucap Pak Agus.


"Insyaallah pak." Jawab Ranty.

__ADS_1


Setelah pembicaraan tersebut mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing. Sebelum kembali ke kamar Farel dan Ranty menyempatkan untuk duduk di halaman.


"Maaf ya Ran." Ucap Farel.


"Untuk apa?." Tanya Ranty.


"Untuk semua yang terjadi hari ini, kamu pasti terkejut dan pikiran mu jadi gak karuan - karuan." Jawab Farel.


"Ha... Ha... Ha...." Suara tawa Ranty.


"Biasa saja, cuma aku masih sedikit takut dengan Monik, dia masih muda pikiran dan tingkah lakunya masih labil, takutnya dia akan berbuat yang macam - macam mas." Ucap Ranty.


"Benar juga katamu terus harus gimana lagi apa aku dan Rafi gak boleh bahagia dengan pilihan ini, seenggaknya orang tuanya harus bisa menjelaskan. Kamu tenang saja aku akan melindungi mu." Ucap Farel.


"Iya makasih, aku juga bisa melindungi diri ku sendiri." Jawab Ranty.


"Seenggaknya kamu harus cerita kalau ada apa-apa mulai sekarang dan gak ada yang harus di tutup - tutupi." Ucap Farel.


"Iya, iya. Sudah malam mas dan besok kita harus kembali ke Surabaya. Pasti mas Farel juga capek kita masuk yuk." Ucap Ranty.


"Iya kamu masuk dulu. Tadi mas Billy meminta ku untuk menemuinya ada yang mau di bicarakan katanya." Ucap Farel.


"Ya sudah aku masuk dulu ya mas." Ucap Ranty.


"Iya ingat langsung tidur jangan ngobrol terlalu lama dengan Lesti." Ucap Farel.


"OK." Ucap Ranty yang berjalan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2