Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 65...


__ADS_3

Tepat pukul delapan malam Farel sudah sampai di parkiran mobil rumah sakit tempat Ranty bekerja. Farel pun langsung memberikan pesan wa dan memberitahukan kalau dirinya sudah sampai di rumah sakit.


Sedangkan Ranty yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya sedang bersiap - siap untuk pulang setelah mendapat kabar dari Farel bahwa dia sudah sampi. Di dalam ruangan itu juga ada dokter Lana yang mendapat giliran kerja untuk jaga malam karena ada beberapa pasien yang dia tangani membutuhkan penanganan kasus.


"Mau pulang dok?." Tanya dokter Lana.


"Iya, ini sudah ada yang jemput." Jawab Ranty.


"Gak biasanya di jemput?." Tanya dokter Lana heran.


Dengan tersenyum Ranty menjawab. "Mungkin aku akan sering dijemput dari pada aku pulang sendiri."


"Kok bisa?."


"Ya jelas bisa dong dok." Ucap Ranty yang meninggalkan dokter Lana.


"Mau kemana?."


"Mau ke lobi mungkin dia sudah menunggu ku di sana."


"Ikutan." Ucap dokter Lana mengikuti Ranty.


"Memang dokter mau ikut kemana?." Tanya Ranty heran.


"Ikutan ke lobi sekalian mau beli kopi dan mau lihat siapa yang akan menjemput dokter Ranty. He... he... he...." Ucap dokter Lana tertawa lebar.


Mereka pun berjalan bersama menuju lobi sambil berbicara ringan. Dokter Lana adalah dokter baru, dia sudah hampir dua bulan bekerja di rumah sakit itu untuk membantu dokter Wawan dan Ranty. Dokter Lana sudah lama kagum dengan Ranty, setiap kali bertemu dengan Ranty dia selalu mengungkapkan isi hatinya walaupun dia tahu kalau pernyataan nya tidak akan di balas oleh Ranty.


Saat mereka berjalan ada sepasang mata yang sedang mengawasi dari kejauhan saat Ranty dan dokter Lana berjalan. Seseorang itu langsung berjalan cepat menghampiri saat Ranty akan terjatuh karena akan terjatuh dan langsung menarik tangannya dan memeluknya.

__ADS_1


"Kamu gak apa Ran." Ucap Farel kawatir.


Ranty hanya diam cuma menggelengkan kepalanya karena terkejut dengan kejadian itu.


"Kalau jalan hati - hati dong jangan ceroboh seperti itu, untung aku lihat dan cepat menghampiri mu." Ucap Farel.


"Iya maaf mas, Makasih 27 ." Jawab Ranty.


"Eh ada dokter Lana, selamat malam dok." Ucap Farel.


"Selamat malam." Jawab dokter Lana


"Ayo pulang." Ajak Farel karena gak suka Ranty terlalu dekat dengan dokter Lana.


"Iya mas, dok kami pulang dulu ya." Ucap Ranty.


Tetapi saat akan berbalik meninggalkan dokter Lana tiba-tiba dokter Lana menggenggam tangan Ranty membuat antara mereka bertiga saling bertarikan Farel menggenggam tangan kanan Ranty sedangkan dokter Lana menggenggam tangan kiri Ranty membuat Ranty bagaikan tali yang sedang di tarik.


"Apa mau mu." Ucap Farel yang melepas genggaman tangan dokter Lana dari tangan Ranty.


"Maaf pak, santai saja saya cuma mau bilang kalau besok saya akan terlambat dan meminta dokter Ranty menggantikan ku untuk merawat beberapa pasien." Ucap dokter Lana.


"Siap dok besok akan aku bantu." Jawab Ranty.


"Tapi kan gak perlu pegang - pegang tangan." Ucap Farel kesal.


"Bapak sendiri pegang - pegang tangan dokter Ranty, kenapa bapak boleh saya gak boleh?." Tanya dokter Lana menggoda Farel.


"Ya jelas saya boleh, saya adalah calon suaminya sedangkan kamu bukan." Jawab Farel marah.

__ADS_1


"Maaf pak bukan saya bermaksud seperti itu saya hanya menggoda bapak, saya juga sudah tahu kok kalau bapak adalah calon suami dokter Ranty. " Jawab dokter Lana langsung menghampiri Farel dan Ranty untuk memberikan selamat.


"Saya ucapkan selamat kepada kalian berdua dan maaf tentang kejadian yang barusan terjadi. Jujur saya juga kagum kepada dokter Ranty saya harap bapak bisa membahagiakan dokter Ranty, bila bapak menyakitinya jangan salahkan saya kalau saya merebut nya dari anda. Karena sudah ada yang menjemput mu, saya pergi dulu ya dokter Ranty. Assalamualaikum sampai bertemu besok." Ucap dokter Lana pergi meninggalkan mereka.


"Waalaikumsalam." Jawab Ranty.


Sedangkan Farel hanya diam menahan marah terhadap dokter Lana karena sudah menggoda calon istrinya.


**********


Farel dan Ranty sudah berada di dalam mobil. Mereka berdua hanya diam. Ranty merasa tidak nyaman dengan keadaan saat ini. Sedangkan Farel yang fokus dengan menyetir memperlihatkan amarah nya dengan memukul setir saat ada lampu merah. Karena sudah tidak tahan ingin bertanya dan penasaran dengan hubungan Ranty dan dokter Lana akhirnya Farel menepikan mobilnya.


Farel mulai bertanya. "Apa hubungan mu dengan dokter Lana."


"Aku gak ada hubungan apa-apa dengan dokter Lana, memang sikapnya seperti itu dari awal kami bertemu. Memang kenapa mas?."


"Aku gak suka kamu deket dengan dia." Jawab Farel.


"Mas, kita sama-sama sudah dewasa, sebelum aku kenal sama kamu, aku menjalin hubungan dengan mas Rasid mas pasti sudah tahu cerita nya kan. Aku gak akan pernah melakukan hal yang ada di pikiran mu atau pun mendua, aku dan dokter Lana hanya rekan kerja saja gak lebih, memang sikap dokter Lana kesemua wanita seperti itu dia suka bercanda dan dia juga sering kali menyatakan perasaan nya kepada ku tetapi yang aku terima hanya kamu mas. Kamu percaya kan." Ucap Ranty menjelaskan.


Farel hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ranty.


"Kalau kamu hanya diam, aku anggap kamu gak percaya dengan ku dan lamaran kemarin hanya main - main saja." Ucap Ranty.


Karena kesal, Ranty pun hendak keluar dari dalam mobil dan saat akan membuka pintu mobil dengan cepat Farel langsung menarik tangan Ranty dan memeluknya.


"Maaf, maafkan ucapan ku tadi, maaf aku gak mempercayai mu, maaf Ran aku takut kehilangan dirimu, aku takut kalau kamu pergi meninggalkan ku." Ucap Farel.


Ranty yang mendengarkan ucapan dan perlakuan Farel terhadap nya ikut terlarut, dia langsung membalas pelukan Farel dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2