
Farel hanya diam dan bingung dengan ucapan Ranty. Farel hanya bisa melihat kepergian Ranty tanpa mengetahui apa yang di ucapkan Ranty. Setelah Ranty pergi dari kantin dengan perasaan senang Monik pun berjalan ke luar dan menuju meja makan kantin. Farel berfikir maksud ucapan Ranty tadi dan menanyakan kepada Monik maksud ucapannya tadi.
Rico yang melihat sahabatnya sedang bingung dengan ucapan Ranty langsung mengajak istri, Rafi dan Yoga untuk pulang ke rumah agar Farel bisa meminta penjelasan kepada Monik tentang apa yang telah terjadi.
"Karena sudah selesai makan yuk kita pulang." Ucap Rico.
"Oh besok kan hari libur gimana kalau kalian berdua main ke rumah tante saja, hari ini tante mau bikin kue apa kalian mau." Tanya Lesti yang tahu maksud suaminya.
"Aku sih mau - mau saja tante dari pada kita di rumah ya kan Raf?." Tanya Yoga kepala Rafi.
"Aku sih mau - mau saja. Boleh gak Pa aku main ke rumah Om Rico dan tante Lesti?." Tanya Rafi.
"Ya kalian main saja lagian besok hari libur, nanti biar papa saja yang meminta ijin kepada mama mu dan budhe biar dia gak kawatir."Jawab Farel yang langsung menghubungi Ayana.
"Makasih om." Ucap Yoga.
"Makasih papa." Ucap Rafi.
Setelah mendapat ijin dari Farel dan Ayana, Rafi dan Yoga langsung ikut bersama Riko dan Lesti ke rumah mereka.
"Apa gak merepotkan kalian?." Tanya Farel.
"Gak kok, lagian mereka juga sering main ke rumah juga, ya kan Les." Ucap Rico.
__ADS_1
"Iya mas gak masalah aku juga senang kalau ada yang menemani jadi rame rumah. Mas selesaikan dulu urusan mas dengan Monik biar gak ada kesalahan fahaman dengan Ranty." Ucap Lesti.
"Makasih ya." Ucap Farel.
"Ayo aku antar kamu kembali ke kantor, mobil mu juga ada di parkiran kantor kan, aku juga masih ada meeting." Ucap Farel kepada Monik.
"Ayo kak, aku juga sudah bosan berada disini." Ucap Monik manja dan menggandeng lengan Farel.
"Kamu gak usah kembali ke kantor pekerjaan mu biar aku yang hendel, kamu temani mereka saja main di rumah mu dan setelah selesai urusan ku di kantor akan ku jemput mereka jadi kamu gak perlu mengantar mereka pula ke rumah." Ucap Farel.
"Siap Pak bos, ya sudah kami pamit dulu. Ayo kalian pamit ucapkan salam dan salam pamit." Ucap Rico.
Setelah mereka berpamitan kepada Farel dan Monik. Rico, Lesti, Rafi dan Yoga pulang ke rumah Rico sedangkan Farel dan Monik kembali ke kantor.
Saat di perjalanan kembali ke kantor perasaan Farel sangat bingung dengan ucapan Ranty, langsung menanyakan kepada Monik. Sedangkan Monik yang melihat Farel seperti ingin menanyakan sesuatu, mulai mencari cara agar Farel tidak bertanya kepadanya tentang kejadian di rumah sakit.
"Maaf kak, memang salah kalau aku mengajak kakak ngobrol, dari tadi kak Farel gak mempedulikan ku." Ucap Monik kesal.
"Kamu kan sudah dewasa bukan anak kecil lagi seharusnya kamu tahu situasi tadi seperti apa dan kita bersama anak-anak. Sekarang aku mau tanya apa yang kamu bicarakan dengan Ranty waktu di toilet tadi.?" Tanya Farel.
"Aku gak ngobrol apa - apa dengan dokter Ranty, aku cuma bertemu dengan dokter Ranty waktu dia keluar dan aku langsung masuk kedalaman toilet." Jawab Monik pelan.
"Jangan bohong." Bentak Farel.
__ADS_1
"Aku gak bohong kak." Jawab Monik yang mulai ketakutan.
Farel yang merasa kesabaran sudah habis dan amarahnya tidak terkendali melajukan mobilnya dengan cepat yang membuat Monik ketakutan, Farel pun langsung meminggirkan mobil nya ke pinggir jalan dan mingginjak rem mobil dengan cepat yang membuat tubuh Monik maju ke depan.
"Aduh." Ucap Monik yang kaget dan takut dengan sikap Farel.
"Monik! Aku tanya sekali lagi apa yang kamu bicarakan dengan dokter Ranty." Ucap Farel sambil teriak.
"Kenapa dari tadi semua cuma memperhatikan dokter Ranty terus, aku jengkel kak, marah dan aku gak suka dengan dokter Ranty. Ya aku tadi berbicara dengan dokter Ranty, aku bilang ke dia jangan dekat - dekat dengan kak Farel dan Rafi karena aku adalah calon suami kakak." Ucap Monik yang ingin menangis.
"Apa kak Farel lebih suka dengan dokter Ranty dari pada aku?." Tanya Monik yang mulai menangis.
"Terserah aku suka dengan siapa dan itu bukan urusan mu. Yang jelas aku gak suka kamu berbicara seperti itu dan tolong jangan urusi urusan ku, aku cuma menganggap mu sebagai adik gak lebih ingat itu." Jawab Farel.
"Tapi orang tua kita setuju tetang perjodohan ini kak dan kakak adalah calon suami ku." Ucap Monik.
"Itu mereka dan kamu yang setuju dengan perjodohan ini, aku gak pernah bilang mau dan setuju tentang perjodohan ini kepada kedua orang tua mu dan orang tua ku. Kalau pun aku menikah lagi bukan dengan mu karena kamu gak cocok untuk menjadi calon istri ku dan calon ibu untuk Rafi anak ku." Ucap Farel.
"Tapi kak." Ucap Monik terhenti.
"Diam. Aku minta kamu keluar sekarang dari mobil ku." Bentak Farel marah.
Monik yang takut dengan amarah Farel langsung keluar dari mobil Farel. Setelah Monik keluar dari mobil, Farel langsung melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan Monik. Monik yang keluar dari mobil Farel terlihat kesal dengan mata yang sembab dan wajah penuh kemarahan.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA seru