Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 90...


__ADS_3

Acara resepsi pun tiba, acara di adakan di rumah Kediaman keluarga Hermawan, tamu undangan sudah banyak yang berdatang untuk mengucapkan selamat kepada Farel dan Ranty. Acara resepsi di Surabaya begitu santai tidak seperti yang di Semarang, pengantin lebih membaur dengan para tamu undangan dari pada duduk di tempat duduk pengantin yang telah di siapkan.



Penampilan Ranty dan Farel saat acara resepsi diadakan.


Saat itu Ranty sangat anggun dan cantik menggunakan gaun berwarna putih, sedangkan Farel menggunakan kemeja putih, dasi hitam dan celana panjang cream yang membuat dia terlihat sangat tampan dan gagah. Farel dan Ranty membaur bersama para tamu. Banyak klien, rekan bisnis dan teman-teman Farel yang datang ke acara resepsi, tak kalah banyak juga tamu undangan Ranty yang datang, terdiri dari teman-teman Ranty saat kuliah, teman dokter dan hampir seluruh pegawai yang ada di tempat kerja Ranty, dia undang.


"Selamat ya dok." Ucap Cahyo sambil menjabat tangannya.


"Terima kasih ucapannya dan terima kasih sudah datang." Jawab Ranty.


"Iya sama-sama dok. Buruan masuk ya dok saya sudah stres kalau cuma berduaan sama dokter Lana." Ucap Cahyo.


"Apa sih, yang ada aku yang stres." Ucap dokter Lana gak mau kalah.


"Selamat ya dokter. Jangan lama-lama ninggalin rumah sakit, sudah banyak pasien aku kerepotan." Ucap dokter Lana.


"Siap dok, terima kasih sudah menyempatkan datang kesini." Jawab Ranty.


"Iya sama-sama."


Dokter Lana pun menoleh kesamping Ranty lalu mengucapkan selamat kepada Farel yang berada di sebelahnya. "Oh iya selamat ya pak Farel, anda sangat beruntung mendapatkan dokter Ranty, sudah cantik, pintar dan banyak yang menyukainya. Aku harap bapak tidak menyakitinya dan selalu saling percaya. Sampai bapak membuatnya menangis dan kecewa, aku pastikan akan merebutnya dari bapak. Ingat itu." Ucap dokter Lana sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Insyaallah, aku akan jaga dan pastikan tidak akan membuatnya kecewa dan menangis." Jawab Farel membalas uluran tangan dari dokter Lana lalu bersalaman.


Acara pun semakin meriah karena di meriahkan oleh beberapa artis yang menghibur di acara pernikahan Farel dan Ranty. Semakin lama semakin banyak tamu yang berdatangan.


Di parkiran dua mobil milik keluarga Pak Agam pun tiba, mobil pertama adalah milik pak Agam yang di tumpangi oleh Pak Agam beserta istrinya ibu Sisil. Sedangkan mobil kedua milik Gladys yang di tumpangi oleh Jaka, Gladys dan Monik.


Sebelum turun Gladys sudah memperingatkan dan mewanti - wanti agar Monik tidak melakukan hal-hal seperti saat acara lamaran Farel dulu.


"Ingat ya, kakak gak mau kamu berbuat macam-macam lagi, jangan buat onar kasihan papa." Ucap Gladys mengingatkan.


"Iya kak aku juga tahu, aku ke sini cuma mau meminta maaf setelah itu sudah." Jawab Monik dengan ucapannya yang meyakinkan.


"Ingat ini baru permulaan dan aku akan membuat mu hancur dan tidak membiarkan kalian hidup bahagia." Ucap Monik dalam hati.

__ADS_1


Mereka semua pun langsung masuk ke dalam tempat acara berlangsung Monik berjalan bersama dengan Gladys dan Jaka dan di susul oleh Pak Agam dan Ibu Sisil di sebelahnya. Sebelum masuk dan bertemu dengan Farel dan Ranty pak Agam mengingat ibu Sisil dan Monik untuk menjaga sikap dan tidak melakukan tindakan yang membuat kekacauan saat acara.


"Ma kamu yang harus bertanggung jawab, karena kamu yang memaksa ku mengajak dia dan ingat aku gak mau mendengar atau melihat ada kekacauan di acara ini. Ingat ancaman ku ini." Ucap Pak Agam.


"Iya pa, mama akan jagain Monik. Tenang saja." Ucap Ibu Sisil.


"Kamu Gladys jagain mama sama adik mu Monik jangan sampai membuat kekacauan, ingat ma, jaga ucapan mu jangan bikin malu." Ucap Pak Agam pergi meninggalkan mereka bertiga untuk menemui pak Hermawan terlebih dahulu.


"Sayang aku temani papa dulu ya. Kamu hati - hati ingat." Ucap Jaka mengingatkan sambil mengelus perut Gladys.


"Iya. Sayang." Jawab Gladys.


Jaka pun ikut meninggalkan mereka mengikuti Pak Agam untuk menemui pak Hermawan dan beberapa orang yang ada di sana sedangkan Ibu Sisil sudah mulai tidak betang hanya duduk diam dan menunggu suaminya, akhirnya ibu Sisil pun pergi meninggalkan Monik dan Gladys untuk menyapa beberapa teman - teman arisan nya termasuk menemui ibu Tika.


Hanya tinggal Monik dan Gladys duduk berdua menunggu. Gladys melihat adiknya yang tampak tenang dan tidak menampakkan tingkah yang mencurigakan.


"Mudah - mudahan ini benar, kamu sudah berubah Nik." Batin Gladys yang masih menaruh curiga kepada Monik.


"Kenapa kakak melihat ku seperti itu, memang ada yang aneh dengan penampilan ku ya?." Tanya Monik berpura-pura ramah.


"Gak ada kok, kamu sangat cantik." Jawab Gladys.


"Iya ya, tadi papa bilangnya menemui Om Hermawan dulu setelah itu memanggil kita untuk ikut mengucapkan selamat kepada Farel dan Ranty." Ucap Gladys.


"Mama juga tiba-tiba menghilang." Ucap Monik.


"Kalau gitu kita cari saja mereka." Ucap Gladys sambil berdiri.


"Ayo kak, aku juga gak ingin lama - lama di sini, walau aku sudah mulai move on dan melupakan tentang kak Farel tetapi kalau lama - lama di sini bikin..... " Ucap Monik lalu terdiam.


"Iya kakak tahu kok. Ayo kita cari." Ucap Gladys.


Monik pun langsung berjalan mencari pak Agam, Ibu Sisil serta Jaka. Setelah mereka berjalan mencari akhirnya mereka bertemu dengan pak Agam dan Ibu Sisil yang sedang berbicara dengan pak Hermawan dan Ibu Tika.


"Papa, mama lama sekali." Ucap Monik.


"Kalian ke sini, tadi papa meminta Jaka untuk menjemput kalian." Ucap Pak Agam.

__ADS_1


"Om, tante gimana kabar?." Sapa Gladys kepada pak Hermawan dan Ibu Tika lalu mencium tangan mereka.


"Alhamdulillah kami baik sayang." Jawab ibu Tika.


"Kamu gimana baik? Kata papa mu kamu lagi hamil ya?." Tanya ibu Tika.


"Alhamdulillah Gladys baik tante, iya Gladys sedang hamil dan alhamdulillah sekarang sudah jalan tiga bulan tante." Jawab Gladys.


"Ya syukur. Alhamdulillah, semoga Ranty juga bisa cepat menyusul seperti kamu hamil." Ucap Ibu Tika sambil mengelus perut Gladys.


"Amin tante." Jawab Gladys.


Monik yang berada di sebelah Gladys hanya diam saja. Gladys yang melihat tingkah adiknya langsung menyenggol bahu Monik agar mau menyapa dan bersalaman kepada pak Hermawan dan Ibu Tika. Ibu Sisil pun melihat tingkah Monik yang terlihat kesal dengan pembicara ibu tika dan Gladys mulai berbasa - basi.


"Sekali lagi maaf ya jeng atas kesalahan yang di perbuatan oleh Monik. Dia juga sudah menerima hukuman dari kami, kami sengaja mengajak Monik kepernikahan Farel dan Ranty agar dia meminta maaf." Ucap Ibu Sisil.


"Iya mas, saya jujur sebagai papanya gagal mendidik Monik, sampai - sampai dia bisa melakukan hal itu, ayo Monik buruan minta maaf." Ucap Pak Agam.


Monik pun langsung menyalami dan mencium tangan Pak Hermawan dan Ibu Tika. Berpura-pura agar rencana berjalan sesuai dengan keinginannya.


"Maafin Monik tan, Om. Monik salah karena sudah menyakiti kak Farel." Ucap Monik yang terlihat begitu meyakinkan mereka yang mendengar.


"Kami maafin kok, kamu sudah kami anggap seperti anak kami sendiri. Tapi Om minta jangan kamu ulangi lagi perbuatan mu itu." Ucap Pak Hermawan.


"Sini sayang tante kangen sama kamu. Ini Monik kesayangan tante yang imut." Ucap Ibu Tika lalu memeluk Monik.


"Ih..... Kalau bukan karena anak mu akan gak akan mau seperti ini." Batin Monik.


Billy dan Anton yang berada tidak jauh dari mereka terus memantau Monik takutnya kalau dia sudah merencanakan sesuatu yang akan mengacaukan acara kali ini.


"Kamu tetap awasi itu anak aku kan menanyakan sesuatu kepada Jaka tentang adik iparnya itu, aku masih curiga kalau dia akan berbuat macam-macam lagi dan aku akan mencari Farel dan Ranty juga." Ucap Billy kepada Anton.


"Siap Pak." Ucap Anton.


Setelah memberikan perintah Billy langsung pergi meninggalkan Anton untuk mencari Jaka.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA.


__ADS_2