
Setelah kejadian itu Monik pulang ke rumah dengan mata sembab, kesal dan marah. Monik membuka pintu dengan keras, melempar sepatu seenaknya dan langsung duduk di sebelah Ibu Sisil mamanya yang sedang bersantai di ruang tengah.
"Kenapa kamu pulang ke rumah dengan wajah di cemberut seperti itu? bukan nya kamu tadi baru ketemu dengan calon suami mu." Ucap Ibu Sisil sambil meminum segelas jus jeruk nya.
"ketemu sih ketemu ma, tapi gara - gara dokter Ranty membuat aku jadi kesal." Ucap Monik.
"Siapa itu dokter Ranty?." Tanya ibu Sisil penasaran.
"Dokter Ranty itu dokter yang merawat Rafi waktu di sakit kemarin ma. Yang bikin aku semakin jengkel itu Rafi ma, gak ada ucapannya yang gak menyebut dokter Ranty dan kak Farel tidak menghiraukan ku sama sekali." Ucap Monik.
"Memang anak nakal dan Farel itu bikin kamu kesal apa?." Tanya ibu Sisil.
"Tadi waktu aku ke kantor kak Farel untuk mengajak nya makan siang bareng ternyata kak Farel sudah ada janji untuk menjemput Rafi dan Yoga ya aku ikut saja dengan Mereka .......... " Monik mulai menceritakan kejadian yang terjadi tadi.
"Terus gimana ini ma, aku gak mau kehilangan kak Farel aku ingin kak Farel jadi suami ku." Ucap Monik panik.
"Sudah kamu tenang dulu nanti mama yang akan urus dan berbicara dengan jeng Tika. Kamu sekarang harus minta maaf dan harus bisa mencuri hati bapak dan anak itu biar mereka suka kepada mu." Ucap Ibu Sisil menenangkan Monik.
"Caranya gimana ma? Kak Farel marah banget sama aku tadi." Tanya Monik.
"Kamu pikir sendiri gimana cara kamu merayu Farel, dia gak akan bisa marah kepada mu lama - lama, pokoknya kamu harus minta maaf dan coba lebih dewasa jangan kayak anak kecil." Jawab ibu Sisil.
"Iya ma." Ucap Monik.
__ADS_1
**********
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Malam itu Farel sudah selesai dengan semua urusan pekerjaan nya, setelah Nata meninggalkan Farel selalu menyibukkan dirinya dengan bekerja dan mengurus anak semata wayang nya Rafi. Farel melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Rico untuk menjemput Rafi dan Yoga. Sebelum Farel mampir kesebuah warung mie untuk membeli mie pesanan Lesti yang sedang nyidam. Tak lama Farel pun sampai ke rumah Rico.
"ting tong." Suara bel berbunyi.
Rico yang mendengar suara bel langsung keluar untuk melihat. Karena tahu yang akan datang Farel, Rico pun langsung membukakan pintu pagar nya untuk Farel.
"Assalamualaikum." Ucap salam Farel.
"Waalaikumsalam." Balas salam Rico.
"Kok malam banget Rel?." Tanya Rico.
"Makasih ya, masuk yuk." Ucap Rico yang msmepersilahkan masuk Farel.
Mereka pun langsung masuk, diajak nya Farel ke ruang tengah yang di sana ada Lesti yang sedang duduk santai sambil melihat TV.
"Assalamualaikum." Ucap salam Farel.
"Eh mas Farel sudah datang. Waalaikumsalam, masuk mas." Ucap Lesti yang mempersiapkan masuk dan duduk.
"Ini les kamu taruh dapur." Ucap Rico.
__ADS_1
"Iya mas, oh iya makasih ya mienya. Ini jumlahnya tiga ya mas?." Tanya Lesti.
"Iya, banyak sekali kamu makan Les?." Tanya balik Farel.
"Aku minta di belikan tiga porsi itu untuk kita juga, masa' aku makan sendiri, mau kan? kalau mau sekali aku siapkan mienya." Ucap Lesti yang berjalan kedapur.
"Iya kamu siap kan saja. Biar mas siapkan meja, kita makan di sini saja." Ucap Rico yang menyiapkan meja.
"Anak - anak mana Ric?." Tanya Farel.
"Mereka sudah tidur setelah sholat isya', mungkin kecapean setelah berenang tadi siang." Jawab Rico.
"Ya sudah kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya." Ucap Farel kepada Rico.
"Iya, apa perlu pinjam baju ganti?." Tanya Rico.
"Gak perlu pakai ini saja." Jawab Farel lalu jalan menuju kamar mandi.
Saat Farel ke kamar mandi, Rico dan Lesti menyiapkan makanan dan minuman di ruang tengah akar lebih santai. Tak lama Farel keluar dari kamar mandi, tubuh dan wajah nya tampak segar setelah mandi.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1