
Setibanya Ranty di rumah sakit, Ranty langsung meminta catatan medis kedua pasien itu dari Cahyo dan dokter Pras. Ranty langsung melihat, memeriksa dan mempelajari kedua catatan medis mereka. Karena ada beberapa hal yang rumit sebelum mengambil tindakan Ranty menghubungi dokter Wawan untuk berkonsultasi mengenai tindakannya. Setelah mendapatkan persetujuan Ranty meminta dokter Pras mempersiapkan ruang operasi untuk kedua pasien.
"Kalian paham kan?." Tanya Ranty setelah menjelaskan tentang prosedur operasi.
"Sudah dokter." Jawab dokter Pras dan Cahyo.
"OK, kalau gitu setelah sholat magrib kita laksanakan operasi, kamu persiapan semua." Ucap Ranty lalu meninggalkan mereka.
Ranty berjalan menuju keruangannya untuk melaksanakan sholat magrib sebelum melakukan pekerjaannya. Setelah selesai sholat Ranty langsung mengganti pakaian nya dengan baju khusus yang di gunakan untuk operasi. Cahyo menghubungi Ranty setelah semua persiapan selesai. Ranty pun langsung menuju ruang operasi. Kurang lebih hampir enam jam Ranty melakukan dua operasi sekaligus tanpa berhenti. Tepat pukul sebelas operasi selesai. Ranty meminta dokter Pras untuk memantau keadaan kedua pasien tersebut.
Saat Ranty sedang beristirahat di ruangannya, dokter Lana datang setelah memastikan keluarganya yang sedang sakit baik-baik saja. Ranty sangat lega karena saat itu dokter Lana datang dan bisa menggantikannya.
"Alhamdulillah, akhirnya dokter datang juga." Ucap Ranty lega.
"Memang ada apa? Kangen ya sama aku." Ucap dokter Lana menggoda.
__ADS_1
"Apaan sih dok gak usah menggoda ingat aku sudah menikah." Ucap Ranty mengingatkan.
"Iya aku tahu, cuma bercanda kok sensitif amat apa belum dapat jatah sama sekali dari suami." Ucap dokter Lana asal.
"Iya." Jawab Ranty spontan.
"Apa?." Ucap dokter Lana terkejut.
"Sudah gak usah di bahas. Oh iya dok ini semua catatan medis pasien yang baru saja aku operasi tadi, kalau gak benar-benar gawat tolong jangan ganggu aku. Hari ini aku benar-benar capek dan ingin istirahat." Ucap Ranty.
Ranty hanya menjawab dengan anggukan dan acungan ibu jarinya lalu berjalan keluar ruangan dan buru - buru untuk pulang.
**********
Jam menunjukkan pukul dua belas malam, Ranty mengabari Farel akan segera pulang, karena terlalu lelah menunggu Ranty akhirnya Farel pun tertidur di sofa bed yang ada di kamarnya. Ranty pun tiba di rumah dengan perlahan dia langsung masuk ke dalam kamarnya agar tidak membangunkan orang.
__ADS_1
Ranty membuka pintu perlahan lalu masuk ke dalam, dilihatnya Farel sedang tertidur pulas, tidak mau mengganggu Ranty pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Farel pun terbangun kerena mendengar suara air di dalam kamar mandi kamarnya. Farel pun tahu siapa yang berada di dalamnya, dia pun langsung duduk dan melihat jam lalu menunggu istrinya yang sedang mandi. Tak lama Ranty keluar dengan menggunakan lingerie hitam yang terlihat menggoda. Farel hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh istrinya. Ranty berjalan menuju meja rias untuk menggunakan pelembab malam seperti apa yang dia lakukan setiap harinya.
Farel pun sudah tidak tahan melihat Ranty yang menggoda imannya, Farel pun langsung berjalan menghampiri Ranty dan memeluknya dari belakang. Ranty langsung terkejut karena dia tidak bisa melihat jelas karena lampu kamarnya tidak menyala semua.
"Sayang kamu begitu menggoda ku." Ucap Farel sambil mencium leher jenjang milik Ranty.
Ranty hanya terdiam karena merasa geli dengan kelakuan suaminya saat itu.
"Aku sudah gak tahan lagi Ran, sampai kapan kamu membuat aku menunggu. Bagian tubuh ku yang ini sudah meronta - ronta aku benar-benar gak bisa menahan ini." Ucap Farel.
"Iya mas, tapi bisakan tunggu sebentar aku masih..... " Ucap Ranty langsung terhenti karena Farel langsung menariknya kearah tempat tidur.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA